{"id":66765,"date":"2020-07-23T08:36:02","date_gmt":"2020-07-23T01:36:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=66765"},"modified":"2020-07-23T08:36:02","modified_gmt":"2020-07-23T01:36:02","slug":"liverpool-dan-sebuah-persembahan-terbaik-untuk-almarhum-ayah-saya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/liverpool-dan-sebuah-persembahan-terbaik-untuk-almarhum-ayah-saya\/","title":{"rendered":"Liverpool dan Sebuah Persembahan Terbaik untuk Almarhum Ayah Saya"},"content":{"rendered":"<p>Pekan ini, Liverpool mengangkat trofi yang hampir tiga dekade tak sudi untuk singgah. Dramanya berlangsung sangat sederhana, walau tak sesederhana terminologi mencintai ala Sapardi. Liverpool menang, Manchester City tumbang melawan Chelsea, gelar liga akhirnya kembali ke pangkuan Bumi Merseyside.<\/p>\n<p>Banyak yang merayakan, tak hanya di Britania saja, melainkan seluruh dunia, terkhusus Indonesia. Tidak gegap gempita perayaan tahun ini. Sederhana saja. Seperti perayaan menyentuh hati yang akan dilakukan Bimo, kawan saya, seorang fans Liverpool.<\/p>\n<p>Perayaan Bimo akan sangat sederhana. Namun, perayaannya, bagi saya, sesama fans Liverpool, adalah perayaan terbaik yang mungkin akan pernah saya saksikan. Bimo akan mengunjungi makam ayahnya. Untuk mengabarkan kegemilangan, menyampaikan kabar baik kalau 30 tahun penantian itu usai sudah.<\/p>\n<p>Bagi Bimo, gelar ini menjadi emosional ketika ayahnya sudah tidak ada. Ayahnya selalu bermimpi melihat Steven Gerrard mengangkat piala Liga Inggris tinggi-tinggi, meski tak kesampaian juga.<\/p>\n<p>Sambil tertawa kecil, Bimo sekali lagi menegaskan kalau gelar ini akan ia persembahkan untuk mendiang ayahnya. \u201cLucu, sih, yang juara mereka. Tapi, kan, Jurgen Klopp mengatakan gelar ini untuk semua, makanya saya nggak malu mengatakan bahwa gelar ini untuk almarhum ayah saya juga.\u201d<\/p>\n<p>Bimo menyukai Liverpool atas dasar \u201cwarisan\u201d. Dari ayahnya, turun ke dirinya. \u201cEntah deh kapan, yang jelas ketika Piala FA. Ayah saya ronda bersama bapak-bapak kampung, teriak-teriak, saya bangun dan diajak nonton. Di sana dia jelasin ini itu, saya nggak paham. Mulai dari sana, entah bagaimana, saya sudah dibaptis menjadi pendukung Liverpool.\u201d<\/p>\n<p>Ditemui di cakruk pertelon lor ndeso, Wahyu (24) yang sedang main karambol pun semringah kala Liverpool juara liga. \u201cEdyan, ndes, aku ngewel pas Chelsea menang itu. Pas pluit mau ditiup, link streaming malah langsung njepret.\u201d<\/p>\n<p>Sambil guyon, Wahyu mengatakan kemenangan Liverpool ini bergitu langka. Katanya, \u201cDari berbagai isu, mulai dari perang dunia, komet, virus, kemenangan Liverpool seakan nggak direstui, Mas.\u201d<\/p>\n<p>Liga Inggris memang sempat sempat terhenti karena pandemi corona. Hal ini sesuai dengan protokol kesehatan di Inggris dan dunia. Sempat semilir isu berhembus bahwa juara liga musim ini akan dikosongkan.<\/p>\n<p>\u201cEdan, kemenangan Liverpool ini edan! Nggak bakal ada ece-ecean &#8220;next year&#8221; atau &#8220;you\u2019ll never win again&#8221;. Nggak bakal ada! Semua ledekan itu akan musnah. Bullyan suporter lain yang saya terima akan bakal hilang. Ayo kita hitung, puasa lebih mana Liverpool dengan fans lainnya,\u201d kata Wahyu sambil nyentil biji karambol.<\/p>\n<p>Perihal saling ledek, hal senada diungkapkan Bimo. Dia sedikit bernostalgia. \u201cSebenarnya saya ini kenapa harus jatuh cinta dengan Liverpool. Tapi, semakin lama saya pikir, bullyan dan hinaan penggemar lain itu asik juga. Saya malah terbiasa. Dan di posisi yang berbalik ini, kok ya saya nggak tega balik ngenyek.\u201d<\/p>\n<p>\u201cBukannya kalau di sosial media bisa losss ngenyek, Mas?\u201d Tanya saya.<\/p>\n<p>Bimo malah kemekelen dengan pertanyaan saya. Katanya, \u201cMboten je, Mas. Januari lalu saya berpikir begitu. Ah, nanti kalau Liverpool juara aku bakal ngenyek fans MU, Chelsea, fans City yang gaib itu, dan fans lainnya. Tapi setelah pasti juara, nafsu ngenyeknya malang hilang.\u201d<\/p>\n<p>Alasan Bimo punya dasar. \u201cLiverpool juara dalam kondisi seperti ini. Mungkin petunjuk untuk saya dari yang Di Atas untuk jangan jemawa. Kalau Kopites lain ngenyek, ya itu urusan mereka, sih. Kalau cara saya ya seperti ini.\u201d<\/p>\n<p>Wahyu yang tengah tertekan di pertanding karambol malam itu menyahut dengan lantang, \u201cTak enyek semua teman-temanku fans MU, Mas! Ra urusan!\u201d Katanya sambil tertawa. \u201cBiar gantian, lah. Roda itu berputar. Biar tahu betapa perihnya saya selama ini mendukung Liverpool dengan tabah.\u201d<\/p>\n<p>\u201cLho, kan tinggal ganti haluan saja, Mas,\u201d goda saya, \u201cbisa ngefans Barca atau Madrid yang auto juara tiap tahun.\u201d<\/p>\n<p>Wahyu yang mukanya tengah dicoret oleh kawan cakruknya karena kalah karambol malah mencak-mencak. \u201cSampeyan tahu lambangnya Liverpool tho, Mas?\u201d<\/p>\n<p>\u201cLiver Bird, Mas.\u201d<\/p>\n<p>\u201cEh, hmm, maksud saya semboyannya Liverpool!\u201d<\/p>\n<p>\u201cYou\u2019ll Never Walk Alone, Mas,\u201d jawab saya nahan kemekelen.<\/p>\n<p>\u201cNah, itu saya. Selalu ada untuk Liverpool bagaimana pun kondisinya. Sesakit apa pun itu. Kebahagiaan saya urusan belakang, terpenting aku nang jejere Liverpool caket!\u201d<\/p>\n<p>Dengan sebuah pancingan yang sama, Bimo mengatakan, \u201cMungkin suratan takdir saya suka sama Liverpool. Saya masih bingung dengan konsep jodoh, barangkali jodoh saya adalah tim pelabuhan yang sunyi dan dingin itu.\u201d<\/p>\n<p>Bagaimana pun juga, dua narasumber ini tidak mungkin melingkupi beragamnya penggemar Liverpool yang sedang bersuka-cita. Namun, satu hal yang paling penting, mengutip Bimo, \u201cMencintai Liverpool pernah sakit bahkan sampai ulu hati, Mas. Mungkin ini saat yang tepat untuk bangun dari mimpi buruk yang berlangsung begitu panjang. Ini untuk mu, Pah!\u201d<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/manchester-united-layak-dibenci-karena-punya-fans-seperti-anak-kecil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Manchester United Layak Dibenci Karena Fans Mereka Seperti Anak Kecil<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pekan ini, Liverpool mengangkat trofi yang hampir tiga dekade tak sudi untuk singgah.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":66777,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[712,1887,131,7996],"class_list":["post-66765","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-jurgen-klopp","tag-liga-inggris","tag-liverpool","tag-liverpool-juara"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66765","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66765"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66765\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66765"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66765"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66765"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}