{"id":66536,"date":"2020-07-22T09:24:23","date_gmt":"2020-07-22T02:24:23","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=66536"},"modified":"2020-07-22T09:24:23","modified_gmt":"2020-07-22T02:24:23","slug":"dituduh-tidak-islami-persatuan-klepon-indonesia-justru-ingin-ajak-kurma-colab-bikin-produk-klepon-saus-kurma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dituduh-tidak-islami-persatuan-klepon-indonesia-justru-ingin-ajak-kurma-colab-bikin-produk-klepon-saus-kurma\/","title":{"rendered":"Dituduh Tidak Islami, Persatuan Klepon Indonesia Justru Ingin Ajak Kurma Colab Bikin Produk Klepon Saus Kurma"},"content":{"rendered":"<p>Hari ini, suasana lapak pedagang klepon sedikit berbeda. Klepon yang biasanya dipenuhi dengan parutan kelapa, tiba-tiba menjadi bersih, rapi, dan mulus. Mereka mengganti parutan kelapa dengan secarik kertas yang dilem pada satu batang lidi lalu ditancapkan di tubuh mereka sendiri.<\/p>\n<p>Beberapa kertas bertuliskan: \u201cKami memang lebih laku ketimbang kurma. Iri bilang bos!\u201d Ada pula: \u201cSegera larang impor kurma!\u201d Bahkan ada yang menulis: \u201cTidak ada makanan yang lebih Islam daripada klepon!!!\u201d Alig, nggak tuh?!<\/p>\n<p>\u201cKami nggak terima dituduh nggal islami, Mas\u201d ucap seorang perwakilan klepon saat saya tanya alasan mereka mengubah penampilannya. Rupanya, mereka sudah mengetahui tentang foto \u201cklepon tidak islami\u201d yang muncul di media sosial pagi hari tadi.<\/p>\n<p>\u201cKami ini memang tidak berasal dari Timur Tengah, tapi bukan berarti kami nggak islami. Terlebih, kami lahir di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam,\u201d kata ketua Persatuan Klepon Indonesia (Perklopi) cabang Ciamis periode 2019-2024.<\/p>\n<p>Menurut ketua Perklopi cabang Ciamis periode 2019-2024, pernyataan klepon tidak islami yang muncul di media sosial adalah fitnah keji. \u201cCoba Mas bayangkan, bagaimana mungkin kami nggak Islam sementara sejak kecil kami sangat akrab dengan agama Islam? Bahkan ada juga yang buka puasa menggunakan klepon. Itu bukti sahih,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut lagi, Klepon Besar\u2014panggilan ketua Perklopi Ciamis\u2014menyatakan pembuat foto tersebut sebagai orang bodoh mabuk agama. Ia juga yakin, si pembuat foto hanya memikirkan keuntungan sendiri. Bagaimana bisa ia berani menjual agama padahal di Indonesia ini tidak pernah ada kasus begini. Orang Indonesia mana pernah jualan agama.<\/p>\n<p>\u201cYa intinya si anying pembuat foto ini hanya memikirkan cuan, cuan, dan cuan. Seenaknya saja fitnah kami tidak islami, memangnya dia yang punya Islam? Memangnya dia yang menentukan agama orang lain? Allah saja membebaskan manusia untuk memeluk agama apa saja, Nabi Muhammad pun tidak pernah memaksa orang lain untuk mengikuti ajarannya. Lah si anying ini siapa?\u201d<\/p>\n<p>\u201cTerus emangnya kurma yang ia jual itu 100% halal? Maaf-maaf nih ya, Mas, setahu saya umat Islam memang disunnahkan memakan kurma, tapi perasaan saya nggak pernah mendengar kalau harus tiap hari makan kurma. Lagipula, kurma bukan makanan pokok orang Indonesia. Terus, emang kurma bisa gantiin nasi ya, Mas? Kalau kami udah jelas bisa, kan kami juga ada karbohidratnya. Sekarang saya tanya, apa mas bakal kenyang cuma makan kurma sepanjang hari?\u201d<\/p>\n<p>\u201cYa nggak, sih. Saya mah nggak bakal kenyang kalau nggak makan nasi,\u201d jawab saya sekenanya.<\/p>\n<p>Ia kemudian mengatakan bahwa kebanyakan orang Indonesia juga seperti saya, nggak bakal kenyang kalau belum nemu karbohidrat. Klepon Besar mengakui kalau ia merasa kasihan pada si pembuat foto, karena dagangannya nggak laku ia jadi menjual agama.<\/p>\n<p>Padahal menurutnya, kalau nggak laku ya berusaha lebih keras sambil berdoa pada Yang Maha Kuasa atau bisa juga colab sama Perklopi. Bikin semacam produk baru. Misalnya klepon boba kurma, atau klepon saus kurma, atau klepon bacem sambel kurma. Dijual botolan, pasti laku, apalagi pas pandemi begini.<\/p>\n<p>Perklopi sendiri siap melakukan Aksi Bela Klepon. \u201cKami, saat ini, sedang merencanakan aksi sematang mungkin, Mas. Inginnya, kami mengajak saudara-saudara klepon se-Indonesia ikut menggelar aksi serupa di daerahnya masing-masing.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSaat ini, sekretaris dan humas Perklopi sedang bekerja semaksimal mungkin untuk membuat dan mengirimkan surat pemberitahuan aksi ke cabang seluruh Indonesia. Kami ingin semua simpatisan di seluruh Indonesia ikut turun ke jalan menuntut si pembuat foto.\u201d<\/p>\n<p>Lebih lanjut lagi, Klepon Besar juga berencana mendaftarkan penganan ini ke MUI sebagai makanan halal. Karena menurutnya, saat ini label halal sangat penting mengingat kulkas pun sudah ada yang berlabel halal.<\/p>\n<p>\u201cSekarang kan agama udah banyak dijual ya mas, label \u2018islami, syariah, atau halal\u2019 mulai disematkan ke berbagai macam dagangan. Dari kulkas yang saya sebutkan tadi, toko, jilbab, sampai perumahan pun ada yang berlabel syariah. Jadi saya kira klepon harus secepatnya mendapatkan label halal dari MUI. Klepon Syariah. Cocok untuk kudapan arisan. Cakep, kan.\u201d<\/p>\n<p>Terlepas dari itu semua, Klepon Besar menyimpan ketakutannya sendiri. Beliau khawatir kalau-kalau ada klepon sengaja pakai kopiah cuma biar kelihatan islami. Padahal, islami yang baik menurutnya adalah islami yang berasal dari hati. Kalau cuma modal kopiah, koruptor waktu sidang juga tiba-tiba kelihatan ahli agama banget. Klepon Besar ingin jadi islami yang tulus.<\/p>\n<p>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/w\/index.php?sort=relevance&amp;search=klepon&amp;title=Special:Search&amp;profile=advanced&amp;fulltext=1&amp;advancedSearch-current=%7B%7D&amp;ns0=1&amp;ns6=1&amp;ns12=1&amp;ns14=1&amp;ns100=1&amp;ns106=1&amp;searchToken=4ow4t0v25jtl80drfscc28mb3#%2Fmedia%2FFile%3AKlepon_Side_View.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wikimedia Commons<\/a>.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sudah-lulus-kuliah-kok-masih-harus-ikut-wisuda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sudah Lulus Kuliah, Kok Masih Harus Ikut Wisuda?<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gilang-oktaviana-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gilang Oktaviana Putra<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<div>\n<div><span class=\"ctaText\">Baca Juga:<\/span>\u00a0\u00a0<span class=\"postTitle\">Menebak Alasan Orang yang Pakai Masker tapi Maskernya Dibuka<\/span><\/div>\n<\/div>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bikin semacam produk baru. Misalnya klepon boba kurma, atau klepon saus kurma, atau klepon bacem sambel kurma.<\/p>\n","protected":false},"author":158,"featured_media":66631,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[3952,7980,7978,7979],"class_list":["post-66536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-islam","tag-jualan-agama","tag-klepon","tag-kurma"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66536"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66536\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}