{"id":66171,"date":"2020-07-26T14:11:07","date_gmt":"2020-07-26T07:11:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=66171"},"modified":"2022-01-21T17:38:57","modified_gmt":"2022-01-21T10:38:57","slug":"menebak-maksud-lirik-kangen-kringet-bareng-awakmu-dalam-lagu-los-dol-denny-caknan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-maksud-lirik-kangen-kringet-bareng-awakmu-dalam-lagu-los-dol-denny-caknan\/","title":{"rendered":"Menebak Maksud Lirik &#8216;Kangen Kringet Bareng Awakmu&#8217; dalam Lagu &#8216;Los Dol&#8217; Denny Caknan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Temen-temen pasti udah akrab banget sama lagu terbaru Denny Caknan yang judulnya \u201cLos Dol\u201d tho? Lagu berlirik full bahasa Jawa yang belakangan cukup menyita perhatian beragam kalangan. Lebih-lebih karena liriknya nggak jauh-jauh dari kesan keambyaran. Sebelum baca tulisan ini lebih lanjut, saya saranin buat nonton video klip dan nyimak liriknya dulu deh biar nggak bingung.<\/span><\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/77s99NET9Mw\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kalau udah, jika disimak dari video klipnya nih, lagu ini sebenernya nyeritain tentang seorang cowok (Agos Kotak) yang udah jengah sama kelakuan doinya (Mbak Bonita) yang nggathelinya amit-amit. Pasalnya, Mbak Bonita diem-diem masih sering chatting-an dan ngejalin hubungan sama mantannya (Dodit Mulyanto). Gelagat yang dalam lagu tersebut digambarin udah terendus sama si cowok, meskipun kontak mantannya disamarkan jadi tukang las, tukang sayur, sampai tukang gas sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gegara kelakuan si doi yang susah diatur inilah akhirnya si cowok milih lepas tangan atau istilah gampangnya \u201cLos Dol\u201d. Kalau perlu, sekalian paket datanya dibeliin buat chatting-an sama mas mantan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ada satu bagian yang bikin saya\u2014dan mungkin sebagian Anda\u2014nyampe harus mikir keras buat nebak maksudnya. Persisnya pada lirik \u201cTenan dik elingo yen mantan nakokno kabarmu tandane iku ora rindu, nanging kangen kringet bareng awakmu\u201d (Serius, Dik, inget-inget jika mantan nanyain kabarmu tandanya itu bukan rindu, tapi kangen keringetan bareng kamu).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sik, ini abstrak banget asli. Yang dimaksud \u201cKangen kringet bareng awakmu\u201d (Kangen keringetan bareng kamu) ini maksudnya pas lagi ngapain ya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau dilihat dari subtitle video klipnya sih cuma diartiin, \u201cKerja keras bareng\u201d og. Masih global banget. Oleh karena itu, akhirnya saya berinisiatif untuk melakukan analisis terkait tafsir bagian lirik tersebut. Dengan berpatokan pada latar tempat dan alur cerita dalam video klipnya, kemungkinan maksud dari lirik \u201cKangen kringet bareng awakmu\u201d kurang lebih gini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Menggembala kambing bareng<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada bagian dalam video klip yang nunjukin Dodit sedang mata-matai Mbak Bonita yang lagi yang-yangan sama Agos Kotak. Nah, pada bagian ini Dodit ketangkep kamera lagi nuntun seekor kambing. Jadi, besar kemungkinan \u201cKangen kringet bareng awakmu\u201d di sini maksudnya adalah Dodit kangen masa-masa ketika dia sama Mbak Bonita sering angon wedhus (gembala kambing) bareng dari satu petak rumput ke petak rumput lain. Yang namanya gembalain kambing sedikit banyak kan mesti panas-panasan tuh sampai keringetan. Nah, itu dia yang dimaksud dengan \u201cKangen kringet bareng awakmu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa juga gini, kalau yang dibawa Dodit adalah kambing, sangat mungkin juga kalau Dodit ini adalah peternak kambing. Nah, barangkali suatu kesempatan pernah tuh ngajak Mbak Bonita buat nyari ramban buat si kambing alias bahasa Tulungagung-nya ngarit. Nyari ramban ini nih yang berpotensi bikin keringetan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Ngonthel bareng keliling desa<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemungkinan ini saya dasarkan pada fakta bahwa kendaraan yang dipakai Dodit buat nyamperin Mbak Bonita adalah sepedah onthel. Ada juga segmen yang nayangin momen-momen nostalgik antara Dodit sama Mbak Bonita ketika keduanya masih pacaran, yaitu sering boncengan bareng pakai onthel keliling desa. Dari sini udah bisa diambil kesimpulan tho, sangat mungkin yang dimaksud \u201cKangen kringet bareng awakmu\u201d adalah kangen ngonthel bareng keliling desa. Dan ngonthel di bawah terik matahari tentunya bikin mereka berdua keringetan. Belum lagi misalnya ban onthelnya bocor. Mereka berdua harus sama-sama nuntun ke tukang tambal ban yang bisa jadi jaraknya sangat jauh. Dan sepanjang jalan itulah, di bawah terik matahari, keduanya jadi sama-sama berkeringat.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Nyapu bareng pelataran rumah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada bagian akhir video, ada momen ketika Dodit nyamperin Mbak Bonita yang lagi nyapu pelataran rumahnya. Kalau boleh saya tebak, ah paling pernah pas masih pacaran sesekali Dodit nyamperin Mbak Bonita buat bantuin nyapu pelataran rumah. Jadi bisa dipastiin kalau \u201cKangen kringet bareng awakmu\u201d merujuk pada momen nostalgik nyapu pelataran rumah bareng ini. Ya kita sama-sama tahu lah, yang namanya nyapu\u2014apalagi kalau sampahnya banyak\u2014pasti bakal keringetan juga.<\/span><\/p>\n<h4><b>#4 Apa jangan-jangan pas lagi ena-ena?<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau nyomot dari spekulasi warga negara Twitter yang minim akhlak dan nggak ada otak nih ya, apa jangan-jangan pas mantan bilang \u201cKangen kringet bareng awakmu\u201d maksudnya ke arah urusan \u201cena-ena\u201d? Hal ini dipertegas dengan ungkapan di lirik sebelumnya yang bilang, jika mantan nanyain kabar, itu tandanya bukan rindu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau rindu kan pastinya ke arah nostalgia romantisme kenangan semasa pacaran kan? Kayak nyari ramban bareng, ngonthel bareng, nyapu pelataran rumah berdua, dan yang gitu-gitu masuk akal tuh. Lah kalau bukan rindu tapi kangen keringetan bareng? Berarti apa dong? Coba dipikir lagi hayooo.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lagu-dangdut-satu-lagu-sejuta-penyanyi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lagu Dangdut: Satu Lagu Sejuta Penyanyi<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aly-reza\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aly Reza<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagian kangen kringet bareng awakmu di lagu Los Dol yang dinyanyikan Denny Caknan, asli, bikin spekulasi macem-macem berputar di kepala.<\/p>\n","protected":false},"author":540,"featured_media":67580,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13084],"tags":[1428,919,8054,2682,8055],"class_list":["post-66171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-musik","tag-campursari","tag-dangdut","tag-denny-caknan","tag-lagu","tag-los-dol"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/540"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66171"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66171\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67580"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}