{"id":65799,"date":"2020-07-19T09:36:29","date_gmt":"2020-07-19T02:36:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=65799"},"modified":"2020-07-19T09:36:29","modified_gmt":"2020-07-19T02:36:29","slug":"mobile-legends-menyelamatkan-saya-dari-kesepian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mobile-legends-menyelamatkan-saya-dari-kesepian\/","title":{"rendered":"Mobile Legends Menyelamatkan Saya dari Kesepian"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Heh, ayo azan Mobile Legends wes kumandang. Ndang login!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Cak, ayo Silvanamu sikat Aldous.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Heh Dyroth bunuh wae, nyusahi iku.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Percakapan di atas sudah jadi &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sego jangan&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di telingaku beberapa minggu ke belakang. Aku cukup heran, hampir semua temanku main game ini. Padahal usia teman-temanku ini rata-rata ya sudah 24 tahun. Dulu, aku nggak bisa memahami serunya main Mobile Legends tuh apa.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p>Karena jadi satu-satunya orang yang nggak install Mobile Legends di hape, aku jadi sering duduk sendirian ketika ngumpul sama temen. Mau di kafe, mau di rumah. Mereka asyik bekerja sama mengalahkan lawan. Sementara aku, asik cek wasap, padahal nggak ada yang ngechat. Perlahan-lahan, rasa kesepian di tengah keramaian itu muncul. Sialan.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah tak tahan dengan keasyikan mereka, aku yang ngga ada teman ngobrol gara-gara mereka semua main, akhirnya mengalah dan menginstall Mobile Legends.<\/span><\/p>\n<p>Makin sialan, setelah install, aku masih belum bisa main bareng temen-temen. Maklum, pangkat Mobile Legends masih sangat rendah. Jadi, tiap hari aku niatkan diri, ngebet main, <span style=\"font-weight: 400;\">demi menyusul pangkat mereka. Gara-garanya, salah satu fitur main bareng di game ini, yaitu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rank <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tidak mengizinkan kami bermain bersama kalau pangkatnya terlalu jauh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya Mobile Legends masih ada fitur lain bernama \u201cC<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lassic\u201d <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">buat memobilisasi semua pangkat main bersama. Tetapi fitur lain, yaitu \u201cR<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ank\u201d <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lebih menantang, karena jika kalah maka ada potensi untuk turun pangkat. <\/span><\/p>\n<p>Meskipun sudah install, saya masih sendirian, belum bisa gabung. Tapi, berkat main sendiri dulu, saya jadi lebih cepat memahami aturan main Mobile Legends. Saya menemukannya sangat sederhana.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita cukup memilih karakter, ditemani dengan empat kawan untuk melawan lima lawan. Enak kan? Tapi jangan bersenang dulu. Tanpa ada kerjasama yang oke dan strategi jitu. Maka kamu akan kalahan. Seperti aku. Sialan. Jadi makin kesepian karena rank teman-teman bertambah setiap harinya.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi tak mengapa, Mobile Legends, di Trenggalek, menyatukan kembali saya dan teman-teman yang sudah lama terpisah. Kami jadi ngumpul lagi berkat game online ini.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini, aku dan teman-temanku ini rata-rata sudah pulang dari kota perantauan masing-masing sejak 4 sampai 5 bulan yang lalu. Di awal-awal kepulangan kemarin kami sangat patuh pada anjuran pemerintah. Ya itu, berdiam di masing-masing ketika awal kepulangan dan menghindari kontak dengan orang luar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin ke sini, di rumah terus juga makin bosan. Untung saja daerah kami, Trenggalek sangat minim kasus. Pertambahan kasus juga nihil, kecuali ada orang lalai dari luar kota yang nekat pulang. Sehingga sesekali kami ya ketemu di rumah salah satu teman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika bertemu bahan obrolan cukup beragam. Mulai dari pekerjaan, rencana nikah, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rasan-rasan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> teman, sampai trending YouTube. Begitu terus, dari awal kepulangan kemarin sampai sekarang. Ya lama-lama bahan obrolan ya habis. Lama-lama bosan juga.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, gara-gara kehabisan topik gini. Akhirnya kami mulai beralih pelampiasan, dengan main Mobile Legend. Mereka sih, yang awalnya sepakat untuk main bareng. Aku masih nggak mau install. Eh, habis install, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">permainanku paling cupu dan jadi beban. Yah, ketimbang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rasan-rasan, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kami memilih main game.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya masih ada game lain yang lagi trending, seperti <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">PUBG Mobile<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, atau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Arena of Valor.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Tapi ya kerumitan, adu strategi, dan kerjasama timnya masih kalah seru sama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mobile Legends.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah. Lama-lama permainan makin berkembang. Bukan hanya sebatas yang pulang ke Trenggalek saja yang bermain.Teman kami lainnya yang tidak bisa pulang pun ikut. Baik dari Surabaya, Jakarta, maupun Mataram.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba kalau ngga ada game ini. Bagaimana nasib kumpul-kumpul kami selanjutnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaatnya cukup beragam. Dari segi maki-makian. Yang dulunya ngga sungkan buat mengumpat buat sesama teman. Sekarang lebih nggak sungkan lagi. Gara-gara game ini, jadi paham mana temen yang atur strateginya bagus sama temen yang bisanya cuma jadi beban tim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi kedekatan. Sekarang kami malah lebih intens. Dulu ketika awal WFH. Kami yang tersebar di berbagai kota dan bermacam provinsi, tiap dua, tiga, sampai seminggu sekali menyempatkan bertatap muka lewat video call. Ya gara-gara ngga ada kegiatan. Sekarang hampir setiap hari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pisuh-pisuhan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">lewat game ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini cuma contoh di kelompok kami. Bagaimana dengan kelompok pertemanan yang lain? Tentunya akan lebih banyak ceritanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Temanku sefakultas, yang awalnya ngga tahu apa-apa perkara game ini, sekarang pangkatnya sudah jauh dariku. Ya itu, gara-gara nggak tahu mau ngapain lagi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">plus <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gabut. Akhirnya temanku ini sekarang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">skill<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> mainnya luar biasa berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lain lagi, temanku yang kaya raya. Gara-gara uangnya berlimpah. Akhirnya bisa disalurkan ke game ini buat beli karakter, atau hanya sekadar beli perlengkapan. Ya lumayan, daripada uangnya buat muter-muter nyobain kopi sekota. Gini kan lebih aman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ketik <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">keyword Mobile Legends<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> di YouTube, tentunya banyak para yutuber game yang bergelut membuat kontennya. Konten mereka yang jadi tutorial kami menggunakan karakter. Dari ngobrol soal karakter dan cara main, pertemanan kami lebih dekat lagi. Rasanya, Mobile Legend bikin kami kayak saudara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan begitulah, Mobile Legends menyelamatkan kesepian saya. Menyelamatkan teman-teman saya di Trenggalek dari kegiatan yang merugikan banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terima kasih Mobile Legends. Tanpamu hari-hari kami mungkin akan sekosong hati jomblo yang baca esai ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mobile-legends-dan-orang-orang-menjengkelkan-di-dalamnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mobile Legends dan Orang-orang Menjengkelkan di Dalamnya <\/a>atau tulisan-tulisan lainnya di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Mojok<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terima kasih Mobile Legends. Tanpamu hari-hari kami mungkin akan sekosong hati jomblo yang baca esai ini.<\/p>\n","protected":false},"author":887,"featured_media":35380,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[284,1339,7915],"class_list":["post-65799","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-game-online","tag-mobile-legend","tag-pugb"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65799","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/887"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65799"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65799\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65799"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65799"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65799"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}