{"id":65664,"date":"2020-07-22T16:11:29","date_gmt":"2020-07-22T09:11:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=65664"},"modified":"2020-07-22T16:11:29","modified_gmt":"2020-07-22T09:11:29","slug":"4-panduan-nonton-serial-dark-biar-nggak-terpaksa-ngulang-dari-awal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-panduan-nonton-serial-dark-biar-nggak-terpaksa-ngulang-dari-awal\/","title":{"rendered":"4 Panduan Nonton Serial &#8216;Dark&#8217; Biar Nggak Terpaksa Ngulang dari Awal\u00a0\u00a0"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa pekan yang lalu serial Netflix <em>Dark<\/em> baru merilis musim terakhirnya. Respons penonton kelihatannya positif. Tapi, saya yakin sih, setelah selesai nonton, lebih dari sebagian penonton, termasuk saya, bakal kebingungan soal keseluruhan plot <em>Dark<\/em> yang\u00a0jelimetnya bukan main. Pasti nggak sedikit juga orang yang langsung ngetik \u201cDark season 1\/2\/3 explained\u201d\u00a0di YouTube\u00a0beberapa saat setelah selesai nonton.<\/p>\n<p>Wajar sih, soalnya banyak banget hal-hal kecil yang penonton bisa jadi\u00a0terlewat atau nggak ngeh waktu nonton, tapi ternyata sangat berpengaruh ke jalan cerita. Juga penonton masih dibikin bingung sama jumlah karakter yang bejibun dan, ngeheknya, semua karakter itu saling terkait satu sama lain. Edan.<\/p>\n<p>Waktu saya nonton <em>Dark<\/em>, setiap beberapa menit sekali saya mesti\u00a0pause\u00a0dan googling karakter-karakter yang muncul. Nih ya, kalau saya hitung-hitung, total ada 27 karakter di Dark dan karakter-karakter itu saling bergantian muncul di tiap adegan, fyuhhh. Sungguh, buat saya, ini pengalaman paling melelahkan dalam menonton series.<\/p>\n<p>Nah, tapi buat kamu yang baru mau mulai nonton, jangan khawatir dulu. Nonton series ini nggak semelelahkan itu kalau kamu bisa nonton dengan cara yang efektif. Di bawah ini saya sudah bikin panduan do\u2019s and dont&#8217;s saat nonton <em>Dark<\/em>. Tujuannya biar kamu nggak capek atau perlu ngeluarin effort\u00a0dua kali kayak saya.<\/p>\n<h4><strong>#1 <\/strong><strong>Komitmen <\/strong><strong>b<\/strong><strong>uat <\/strong><strong>f<\/strong><strong>okus, <\/strong><strong>j<\/strong><strong>angan <\/strong><strong>l<\/strong><strong>engah <\/strong><strong>s<\/strong><strong>atu <\/strong><strong>m<\/strong><strong>enit<\/strong> <strong>pun!<\/strong><\/h4>\n<p>Masak sih nonton series doang mesti pakai komitmen segala? Ini cowok-cowok fakboi kabur duluan dong.<\/p>\n<p>Tapi serius, kamu emang mesti komitmen buat fokus nonton tiap adegannya, lengah beberapa menit, kamu bakal bingung di adegan-adegan, episode, bahkan\u00a0season\u00a0berikutnya. Kalau kepepet harus bales chat, ya\u00a0pause\u00a0dulu, terus\u00a0rewind\u00a0beberapa detik sebelum lanjut.<\/p>\n<p>Emang sih ribet dan makan waktu, tapi percayalah waktu yang kamu buang buat\u00a0pause\u00a0dan bales\u00a0chat\u00a0itu nggak akan ada apa-apanya dibanding waktu yang kamu habiskan kalau kelewatan beberapa menit. Kamu bakal kebingungan dan ngulang-ngulang di adegan berikutnya.<\/p>\n<p>Soalnya, di forum-forum online, banyak banget orang yang ngaku berhenti nonton karena kebingungan dan nggak bisa ngikutin jalan ceritanya. Jadi, sebenernya lebih bagus lagi kalau kamu nggak bales chat atau main hape sama sekali. Udah khusyuk aja!<\/p>\n<p>Kalau mau pipis? Tahan! Kalau ngantuk? Mending tidur dulu, baru nonton lagi. Supaya otak kamu bisa dengan senang hati dicecar sama banyaknya informasi dalam setiap menit series ini.<\/p>\n<h4><strong>#2 Nge-r<\/strong><strong>eview <\/strong><strong>s<\/strong><strong>etiap <\/strong><strong>h<\/strong><strong>abis <\/strong><strong>n<\/strong><strong>onton <\/strong><strong>s<\/strong><strong>atu <\/strong><strong>s<\/strong><strong>eason<\/strong><\/h4>\n<p>Nah, ketika kamu udah ngehabisin satu season, jangan buru-buru ngegas ke season berikutnya. Kalem bos, mending kamu inget-inget lagi dulu cerita, karakter, dan plot yang terjadi di season yang sudah kamu tonton.<\/p>\n<p>Kalau kamu males, kamu bisa nontonin video-video penjelasan per season\u00a0yang ada di YouTube, itu ngebantu banget. Waktu kamu nge-review, pasti kamu baru\u00a0ngeh\u00a0ternyata banyak banget detail-detail yang keskip. Eits, tapi hati-hati kena spoiler.<\/p>\n<p>Kalau kamu rajin, kamu bisa bikin semacam\u00a0flowchart\u00a0kejadian-kejadian yang ada di season yang kamu tonton, karakter-karakter yang muncul dan hubungan mereka. Inget-inget, nanti semua itu bakal nyambung terus sampe seriesnya kelar.<\/p>\n<p>Kalau kamu rajin banget, kamu harus nonton ulang setiap season. Asli, kamu bakal dapet pengalaman yang berbeda, soalnya ketika kamu nonton ulang kamu sudah mulai hafal karakter, nama-namanya, hubungannya. Di situlah akan muncul momen \u201cOOOH JADI GINII~\u201d<\/p>\n<p>Tips:\u00a0Pakai alur nonton seperti ini kalau kamu mau lebih paham: Season 1 \u2013 Season 2 \u2013 Season 1 \u2013 Season 3. Kamu bisa pakai tips ini kalau males ngulang setiap season.<\/p>\n<h4>#3 <strong>Jangan <\/strong><strong>d<\/strong><strong>ikit-<\/strong><strong>d<\/strong><strong>ikit <\/strong><strong>s<\/strong><strong>earching!<\/strong><\/h4>\n<p>Serius deh jangan dikit-dikit cari penjelasan di internet, kecuali kalau kamu habis nonton satu season kayak yang saya bilang di atas. Penjelasan-penjelasan di internet kelihatannya sih bakal mencerahkan, tapi kadang malah menyesatkan dan bikin kamu makin bingung.<\/p>\n<p>Ini kesalahan saya dulu waktu awal nonton. Waktu saya nonton beberapa episode di season 1, saya terlalu penasaran berlebihan. Akhirnya, saya menyelam lah di internet, cari-cari penjelasan setiap habis nonton beberapa episode itu. Beberapa penjelasan emang membantu, tapi banyak juga asumsi atau teori yang menyesatkan.<\/p>\n<p>Ketika saya nonton di YouTube, ada beberapa orang yang memberikan penjelasannya berdasarkan cocoklogi. Tapi semua orang percaya sama itu, akhirnya saya ikut-ikutan percaya. Hadeuh, ini mah emang saya yang bloon.<\/p>\n<p>Nah, terus pas saya lanjut nonton, di kepala saya udah ada gambaran plot berdasarkan penjelasan tadi, padahal plot aslinya nggak begitu. Kepala saya tetap memaksakan plot versi saya, sampe akhirnya saya baru sadar ternyata penjelasan yang saya temukan di internet itu\u00a0sotoy. Itu bikin bingung banget. Selain itu, dikit-dikit searching juga bikin kamu rawan kena spoiler.<\/p>\n<h4><strong>#4 <\/strong><strong>Jangan <\/strong><strong>p<\/strong><strong>ernah <\/strong><strong>l<\/strong><strong>ihat<\/strong><strong> a<\/strong><strong>palagi <\/strong><strong>h<\/strong><strong>afalin <\/strong><strong>s<\/strong><strong>ilsilah <\/strong><strong>k<\/strong><strong>eluarga di <em>Dark<\/em><\/strong><\/h4>\n<p>Nah, buat banyak orang,\u00a0silsilah keluarga dalam series ini bisa dijadikan panduan memahami alur, tapi buat saya nggak.<\/p>\n<p>Silsilah keluarga memang sangat membantu penonton untuk memahami keseluruhan alur, karakter, dan relasi yang muncul di\u00a0<em>Dark<\/em>, tapi ada syaratnya. Syaratnya adalah kamu harus khatam dulu semua season, baru lihat silsilah keluarga itu.<\/p>\n<p>Kenapa? Karena kalau kamu lihat silsilah keluarga dari awal, bakal terjadi dua hal. Pertama, kamu otomatis kena spoiler sampe season 3. Yap, karena silsilah keluarga ini hampir merangkum seluruh kejadian dalam\u00a0<em>Dark<\/em>.<\/p>\n<p>Kedua, kamu bakal bingung ngelihat hubungan-hubungan yang ada di situ. Tolong lah, kamu udah cukup bingung ngikutin setiap episode, jangan tambah beban otak kamu dengan bertanya-tanya soal silsilah keluarga yang rumit banget.<\/p>\n<p>Kecuali, kamu lihat silsilah keluarga per season. Misalnya kamu habis nonton season 1, terus kamu googling silsilah keluarga\u00a0Dark\u00a0season 1. Tapi, sayangnya ketika kamu ketik begitu di Google, yang muncul kebanyakan tetap silsilah keluarga\u00a0full season. Percaya, saya udah coba googling kayak gitu.<\/p>\n<p>Yah, itulah panduan singkat buat kamu yang baru mau mulai nonton\u00a0<em>Dark<\/em>. Semoga kamu bisa menikmati pengalaman kamu menonton series ini.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/ajr\/ulasan\/pojokan\/membandingkan-serial-netflix-populer-dengan-rating-dari-kritikus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Membandingkan Serial Netflix Populer dengan Rating dari Kritikus<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Panduan buat kamu yang baru mau memulai nonton serial Dark di Netflix. Biar kamu nggak harus ngeluarin effort\u00a0dua kali kayak saya.<\/p>\n","protected":false},"author":900,"featured_media":66743,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[7993,2363,6500],"class_list":["post-65664","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-dark","tag-netflix","tag-serial"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/900"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65664"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65664\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66743"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}