{"id":6269,"date":"2019-07-11T14:00:10","date_gmt":"2019-07-11T07:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=6269"},"modified":"2022-01-19T15:00:01","modified_gmt":"2022-01-19T08:00:01","slug":"harga-menu-makanan-berbahasa-inggris-yang-selalu-lebih-mahal-di-tiap-restoran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-menu-makanan-berbahasa-inggris-yang-selalu-lebih-mahal-di-tiap-restoran\/","title":{"rendered":"Harga Menu Makanan Berbahasa Inggris yang Selalu Lebih Mahal di Tiap Restoran"},"content":{"rendered":"<p>Setiap saya pergi untuk makan di warkop atau warteg, minuman yang hampir selalu dipesan adalah es teh manis. Selain murah, rasanya es teh manis ini selalu cocok dipasangkan dengan makanan apa saja. Nggak eneg dan nggak bikin kembung. <em>hehe<\/em>. Apalagi disantap selagi cuaca panas, kenikmatan secara otomatis bertambah\u2014dahaga hilang seketika.<\/p>\n<p>Selain es teh manis, jika berkunjung ke warkop menu utama yang wajib disantap adalah mie rebus dengan irisan cabe, sayur, kornet telur keju. Biasa dikenal dengan sebutan internet\u2014indomie, telur, kornet\u2014untuk kejunya biarlah tidak perlu dipaksakan. Kalau jadi internetju atau juinternet, malah jadi ngga emak dibaca, toh?<\/p>\n<p>Soal mengapa indomie lebih enak jika makan di warkop dibanding masak sendiri di rumah, tidak perlu saya bahas lagi karena Mas Badrul Arifin sudah menjelaskan dengan baik di tulisannya yang berjudul \u201cIni Dia Rahasia Indomie Burjo Lebih Enak Dari Bikinan Sendiri\u201d. Saya harus mengiyakan penjelasan di tulisan tersebut secara sukarela dan senang hati\u2014tanpa sanggahan sedikit pun.<\/p>\n<p>Saat saya memiliki uang lebih, boleh lah sesekali ganti suasana tempat makan\u2014bukan lagi di warkop\u2014di cafe atau restoran ternama dan sudah direkomendasi oleh beberapa teman, misalnya. Namun, pemikiran bahwa saya harus berhemat dan menabung memberontak tatkala melihat harga menu yang bagi saya cukup mahal meski dengan menu yang biasa; seperti mie goreng, nasi goreng, es teh manis, sekalipun air mineral.<\/p>\n<p>Saya sempat bingung, kok ya bisa tergolong mahal padahal menunya sama kayak makanan biasa pada umumnya\u2014selain memang cafe dan restorannya ternama. Akhirnya saya menyadari sesuatu bahwa, setiap penulisan menu dengan Bahasa Inggris entah kenapa harganya lebih mahal dibanding ditulis dengan Bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Seperti misalnya es teh manis. Di warkop tempat biasa saya makan, harga biasanya kalau nggak 3-4 ribu, 5 ribu sudah yang paling mahal. Jika diganti penulisannya dengan <em>sweet ice tea<\/em>, harganya bisa naik 10-15 ribu tergantung tempat makan. Bagi saya penggemar es teh manis sewaktu makan apa pun, rasanya hal tersebut sulit diterima dan sedikit mencederai isi dompet.<\/p>\n<p>Untuk mie dan nasi goreng, sewaktnuu namanya menjadi <em>fried noodles<\/em> dan <em>fried rice<\/em> with <em>blablabla<\/em>, harganya langsung melambung sekian kali lipat. Sekali lagi, sebelum saya mendapat hujatan oleh para warganet, hal ini selain memang tempat makannya ternama. Jika saya tidak menegaskan hal ini biasanya akan ada saja yang berkomentar \u201cmakanya, makan di tempat biasa aja jangan banyak gaya kalau nggak ada uang\u201d\u2014maaf saya dikte lebih dulu, wahai para netizen. <em>hehe<\/em>.<\/p>\n<p>Berdasarkan pada hal tersebut, jangan-jangan zaman sekarang harga serba mahal karena kebanyakan menggunakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/rsd\/esai\/sudahkah-anda-speak-english-hari-ini\/\">Bahasa Inggris<\/a>\u2014eh?<\/p>\n<p>Saya khawatir, jika memang hanya karena perubahan penggunaan bahasa dalam menu makanan membuat harganya menjadi lebih mahal, warung-warung pinggiran, <a href=\"https:\/\/tirto.id\/tahun-baru-2019-jokowi-makan-bareng-paspampres-kuliner-angkringan-dc3E\">angkringan<\/a>, warkop, dan lain sebagainya akan mengikuti hal tersebut jika ingin menaikan harga\u2014semoga tidak. Karena jika semuanya serba mahal hanya karena perubahan bahasa pada menu, bagaimana para pegiat Twitter yang mengaku sobat <em>missqueen<\/em> tapi sukanya <em>travelling<\/em> bisa membayar? Apakah harus menunggu ada <em>endorse<\/em> lebih dulu?<\/p>\n<p>Bicara soal embel-embel sobat missqueen, saya tidak pernah melekatkan hal tersebut pada diri saya meski hanya sebagai candaan. Yang saya tahu sih, ucapan adalah doa, jadi meski hanya diniatkan bercanda tapi di luar dugaan itu malah menjadi doa dan nyata, gimana hayoo? Pasti akan repot\u2014dan pastinya tidak menginginkan hal itu terjadi.<\/p>\n<p>Soal makan di cafe ternama, bukannya saya tidak rela atau tidak mau mengeluarkan kocek sekian\u2014sesuai dengan harga yang tertera\u2014jika memang ada rezeki lebih, boleh kiranya saya memanjakan diri untuk menyicipi rasa yang memanjakan lidah. Jika dilakukan sesekali, hitung-hitung untuk <em>update<\/em> lokasi, <em>posting<\/em> foto, dan mendapat pengakuan di media sosial rasanya perlu. Sebab, berlomba-lomba dalam kesombongan dan pamer saat ini sudah lumrah di kalangan pegiat media sosial\u2014dengan atau tanpa disadari.<\/p>\n<p>Harapan saya, semoga harga di warkop dan warteg sekitar tidak perlu mengubah menu menjadi Bahasa Inggris untuk sekadar menaikkan harga, karena jika hal tersebut dilakukan\u2014saat kami hanya memiliki uang pas-pasan pada akhir bulan\u2014kami tidak tahu ke mana harus kembali.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Namun, pemikiran bahwa saya harus berhemat dan menabung memberontak tatkala melihat harga menu yang bagi saya cukup mahal meski dengan menu yang biasa.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":6309,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12909],"tags":[1641,361,1638,1639,1640],"class_list":["post-6269","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner","tag-angkringan","tag-bahasa-inggris","tag-menu-makanan","tag-tips-hemat","tag-warkop"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6269","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6269"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6269\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6269"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6269"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6269"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}