{"id":62221,"date":"2020-09-29T08:00:57","date_gmt":"2020-09-29T01:00:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=62221"},"modified":"2022-01-20T15:59:28","modified_gmt":"2022-01-20T08:59:28","slug":"lorong-waktu-episode-10-musim-1-cara-terbaik-melawan-lintah-darat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lorong-waktu-episode-10-musim-1-cara-terbaik-melawan-lintah-darat\/","title":{"rendered":"Lorong Waktu Episode 10, Musim 1: Cara Terbaik Melawan Lintah Darat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melanjutkan cerita episode sebelumnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lorong Waktu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> episode 10 dibuka dengan kabar dari Haji Husin, Zidan, dan Mardikun. Mereka bertiga disekap di sebuah gudang dengan kondisi tangan terikat. Di dalam gudang tersebut, ada juga Kang Kohar yang sedang membagi upah untuk anak buahnya. Ia juga kembali memberi tugas untuk menagih orang-orang yang masih punya utang. \u201cKalau nggak mau bayar, pukulin aja,\u201d demikian perintah Kang Kohar kepada anak buahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKasih tahu Ustad Addin, cepetan! Kalau begini terus kita bakalan nggak bisa pulang nih,\u201d perintah Haji Husin kepada Zidan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKayaknya kita memang nggak bisa pulang, Pak Haji,\u201d jawab Zidan dengan suara setengah berbisik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni gawat nih, Dan. Lu jangan becanda deh. Ayo cepetan!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAnu, Pak Haji.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApe?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKomunikatornya hilang. Zidan nggak tahu jatoh di mana.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Haji Husin langsung pusing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ustad Addin yang tadi izin kepada murid-muridnya sekarang sudah duduk lagi di depan komputer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLoh, Pak Haji dan Zidan ke mana?\u201d kata Ustad Addin kebingungan. Setelah mengetik entah apa, di layar komputer kemudian muncullah gambar Hosim, nelayan yang menemukan Komunikator 2000.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApa yang terjadi? Komunikatornya kok dipegang orang lain? Hmmm,\u201d Ustad Addin makin merasa heran. \u201cAssalamualaikum,\u201d sapa Ustad Addin kepada Hosim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWaalaikumsalam. Mana orangnya?\u201d balas Hosim sambil mencari sumber suara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPak, Bapak siapa?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLoh. Situ sendiri siapa? Ngomong kok nggak kelihatan wujudnya?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya ada di pinggang Bapak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan tangan gemetar, Hosim mengeluarkan komunikator yang dia selipkan di pinggang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHah?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya betul, Pak. Saya sedang bicara itu, Pak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAmpuni saya, Mbah. Saya tidak sengaja menemukan rumah Mbah. Sungguh Mbah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil menutup mikrofon, Ustad Addin ngomong sendiri, \u201cKalau dijelasin, makin bingung dia.\u201d Ustad Addin pun lanjut ngomong lagi kepada Hosim, \u201cBaiklah, saya ampuni, tapi tolong kembalikan benda itu kepada pemiliknya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiapa pemiliknya, Mbah?\u201d tanya Hosim dengan ketakutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSeorang anak kecil dan orang tua yang datang ke kampung Bapak.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, iya, iya. Saya tahu, saya tahu, Mbah,\u201d kata Hosim sambil manggut-manggut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIngat, Pak! Bapak tidak boleh memberikan benda itu kepada siapa-siapa selain mereka berdua.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBaik. Baik, Mbah. Akan saya laksanakan. \u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hosim pun kembali menyelipkan komunikator tersebut di pinggangnya, kemudian mulai berjalan, mencari Haji Husin dan Zidan. Ketika tiba di halaman gudang penyekapan, sambil mengendap-endap, dia berusaha masuk. Sayangnya, Hosim didapati anak buah Kang Kohar. Terjadilah aksi kejar-kejaran yang bikin gaduh. Hosim berhasil masuk, Kang Kohar dan anak buahnya langsung panik. Sementara Haji Husin merasa bingung dengan apa yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiape, siape, siape, Kun?\u201d tanya Haji Husin kepada Mardikun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu Hosim, Pak Haji, tetangga saya,\u201d jawab Mardikun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenape diuber-uber?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSoalnya dia nggak mau ditangkap, Pak Haji\u201d Zidan menyahut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBecande aje lu,\u201d kata Haji Husin sambil menyikut kepala Zidan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam keadaan masih dikejar-kejar oleh anak buah Kang Kohar, Hosim berhasil mengembalikan Komunikator ke sakunya Zidan. Tidak berselang lama, atas permintaan Haji Husin, Ustad Addin memulangkan Haji Husin dan Zidan. Melihat Haji Husin dan Zidan yang tiba-tiba menghilang, Mardikun sangat terkejut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesampainya di ruangan Ustad Addin, Haji Husin memerintahkan Ustad Addin untuk mengambil kas masjid yang nantinya akan diinfakkan ke Mardikun dan teman-temannya. Haji Husin juga sempat melarang Zidan untuk ikut kembali ke tempat Mardikun, tetapi berubah pikiran karena Zidan mengancam akan membongkar rahasia perihal lorong waktu kepada teman-temannya. Zidan pun diizinkan untuk ikut kembali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu di markasnya, Kang Kohar dan anak buahnya sudah menyadari bahwa Haji Husin dan Zidan sudah tidak di tempat. Mereka kebingungan dan terus mencari. Tidak butuh waktu lama, Haji Husin dan Zidan sudah kembali ke markasnya Kang Kohar. Kembali dalam posisi tangan terikat. Kembalinya Haji Husin dan Zidan, lagi-lagi membuat Kang Kohar, anak buahnya, dan Mardikun merasa heran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu di luar sana, Hosim berhasil lepas dari kejaran anak buahnya Kang Kohar. Kepada teman sesama nelayan, Hosim menceritakan apa yang terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa, Sim?\u201d tanya seorang nelayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAduh, Bang, Bang. Mardikun, Pak Haji, anak kecil itu, Bang, di-anu sama Kang Kohar,\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKeterlaluan si Kohar, dia nggak bisa membedakan mana pria dan wanita,\u201d kata si nelayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBukan. Bukan itu, Bang. Maksud saya, Kang Kohar menahan Mardikun, dan Pak Haji beserta anak itu di gudang sana,\u201d Hosim menjelaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa si Kohar menahan mereka? Apa salahnya?\u201d tanya nelayan yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSalahnya, salahnya, Kang Kohar nggak suka melihat mereka membantu Mardikun bikin perahu,\u201d kata Hosim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIni sudah keterlaluan. Kita harus bertindak,\u201d kata si nelayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berselang lama, para nelayan pun berlari menuju gudang. Mereka kemudian mengeroyok anak buah Kang Kohar dan masuk ke gudang. Salah satu nelayan melepas ikatan Haji Husin, Zidan, dan Mardikun. Terakhir, Kang Kohar ikut digebukin. Haji Husin yang melihat kejadian itu, langsung menenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaudare, saudare, saudare, saudare, berenti, berenti! Lu kalo si Kohar meninggal, siape yang mau tanggung jawab, hah? Jangan maen hakim sendiri! Nggak bener tuh, nggak bener.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa tidak boleh?\u201d tanya salah satu nelayan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYe, nggak boleh dong. Soalnya kan hakim, biasanye maen rame-rame, nggak sendirian.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami semua sudah benci dengan orang-orangnya Kang Kohar. Kami pengin menghukumnya, Pak Haji,\u201d kata nelayan yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh, begitu. Kalo lu mau hukum si Kohar, bukan begini caenye. Carenye lu jangan pinjam duit lagi ama die,\u201d Haji Husin memberi nasihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sembari Haji Husin memberi nasihat, ceramah, dan infak yang dia bawa dari masjid (\u201cAsli dari dalam negeri, bukan dari IMF,\u201d kata Haji Husin), Ustad Addin mengingatkan Haji Husin bahwa waktunya tidak lama lagi. Haji Husin yang sedang semangat-semangatnya berceramah, merasa kesal karena terus-terusan diingatkan oleh Ustad Addin. Meski Haji Husin masih dalam keadaan masih memberi ceramah, Ustad Addin akhirnya memulangkan Haji Husin dan Zidan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lorong Waktu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> episode 10 pun ditutup dengan gambar para murid Ustad Addin yang tertidur karena kelamaan nunggu guru mereka.<\/span><\/p>\n<p><strong>Ikuti sinopsis\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/lorong-waktu-musim-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lorong Waktu musim 1<\/a>\u00a0di sini serta tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/utamy-ningsih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Utamy Ningsih<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<div><\/div>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pak Haji Husin, Zidan, dan nelayan Mardikun disekap Kang Kohar si lintah darat. Bagaimana mereka melepaskan diri?<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":76258,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13082],"tags":[292,8714,7000],"class_list":["post-62221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sinetron","tag-lorong-waktu","tag-lorong-waktu-musim-1","tag-sinopsis-sinetron"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62221"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62221\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}