{"id":61316,"date":"2020-09-14T13:13:29","date_gmt":"2020-09-14T06:13:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=61316"},"modified":"2022-01-20T15:29:06","modified_gmt":"2022-01-20T08:29:06","slug":"lorong-waktu-episode-6-musim-1-zidan-mengunjungi-dirinya-di-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lorong-waktu-episode-6-musim-1-zidan-mengunjungi-dirinya-di-masa-depan\/","title":{"rendered":"Lorong Waktu Episode 6, Musim 1: Zidan Mengunjungi Dirinya di Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika di episode sebelumnya kita diajak menengok masa lalu, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lorong Waktu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> episode 6 mengajak kita masuk ke masa depan. Berhubung sinetron <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lorong Waktu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> episode 6 tayang di tahun 1999, tentu masa depan di sini sudah menjadi masa lalu bagi kita sekarang: tahun 2011.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita dibuka dengan cerita tentang pekerjaan papanya Zidan dan cita-cita Zidan. Zidan ternyata bercita-cita jadi anggota DPR. Nah, dari omongan tentang cita-cita Zidan itulah muncul percakapan seru Zidan dengan mama dan papanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu sendiri, mau jadi apa?\u201d tanya Mama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMau jadi\u2026 anggota DPR\u201d Mama dan Papa Zidan langsung tertawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNah, yang itu cocok buat Zidan. Bawel, suka protes, doyan berdebat, dan\u2026 menyebalkan,\u201d Papa Zidan berpendapat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMisalnya kamu jadi anggota DPR, apa yang pertama kamu lakukan?\u201d tanya Mama lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMandi dan gosok gigi!\u201d Lho?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSupaya badan segar dan nggak tidur melulu waktu lagi rapat,\u201d lanjut Zidan. Oooh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita berpindah ke masjid, ke kamarnya Ustad Addin. Di sana sudah ada Haji Husin, Ustad Addin, dan Zidan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasa depan siapa yang pengin kamu lihat?\u201d tanya Ustad Addin ke Zidan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa, masa depan saya dong! Bagaimana waktu, tampang saya waktu menjadi anggota DPR dan bagaimana sikap saya waktu lagi rapat. Apakah saya keasyikan tiduuuuuurrr karena saya malamnya begadaaaaaang terus sama teman-teman saya. Atau saya\u2026 suka jingkrak-jingkrakan. Jungkir balik -jungkir balik. Jungkir balik sana, jungkir balik sini, sampai orang lain panik.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLu kira disko ni DPR?\u201d sahut Haji Husin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti sebelum-sebelumnya, keinginan Zidan dikabulkan Ustad Addin dan Haji Husin. Nurut amat ama bocil sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siap mengirimkan objek, tentukan koordinat. Objek siap dikirim, tekan enter, pengiriman sedang berlangsung, dan\u2026 objek sampai pada tujuan. Pengiriman oke. Zidan sudah ada di kamarnya pada 2011.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zidan kecil lalu keluar dari kamarnya, membuat Mama, Papa, Kakek, Nenek, dan Ustad Addin yang lagi rapat membahas perilaku Zidan besar merasa terkejut. Zidan kecil tentu masih bisa mengenali mereka, tetapi mereka (kecuali Ustad Addin) tidak kenal Zidan. Yang jadi pertanyaan, di mana Haji Husin?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh, ngomong-ngomong Pak Haji ke mana yah? tanya Zidan kecil kepada Ustad Addin yang sudah tampak menua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaksudmu Pak Haji Husin?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa, siapa lagi kalau bukan dia.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hening.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPak Haji Husin sepuluh tahun yang lalu sudah\u2026.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum selesai Ustad Addin bicara, kakeknya Zidan langsung menyela.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTong, pulang lu sono, pulang! Keluarge gue lagi ada masalah. Ni urusan cucu gue sendiri si Zidan, bukan elu. Ayo sana pulang!\u201d perintah Kakek ke Zidan kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak berapa lama, Zidan besar pulang dalam keadaan mabuk dan membuat seisi rumahnya panik. Kakek Zidan marah banget lalu ngomelin Zidan. Zidan kecil yang melihat kejadian itu langsung nyeletuk, \u201cYah, payah. Masak anggota DPR kerjaannya mabok!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Zidan kecil balik ke kamarnya dan merasa sangat kesal pada Zidan besar. Malu-maluin, katanya. Bahkan ia sampai mengadu ke (posternya) Om Dip perihal kelakuan buruk Zidan besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kembali ke masanya, Zidan kecil kelihatan cemberut dan sedih. Haji Husin dan Ustad Addin jadi ikutan sedih. Setelah sempat menyorot Haji Husin yang lagi serius berdoa karena teringat tentang petualangan Zidan pada masa depan, yang mana pada waktu itu Haji Husin nggak jelas gimana nasibnya (ya, nebaknya sih sudah meninggal), cerita balik lagi ke rumah Zidan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saking parnonya Zidan sama masa depannya, ngelihat boneka aja malah yang muncul di pikirannya itu adalah dirinya versi sudah besar. Zidan besar yang tampak tak keruan membuat Zidan kecil jadi teriak ketakutan. Mama Zidan jadi kaget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih penasaran dengan kehidupan masa depannya, Zidan kembali berpetualang ke masa depannya. Begitu sampai di kamarnya (versi masa depan), Zidan langsung ngoceh karena kamarnya bau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cZidan nggak punya kamar seperti ini. Kamar Zidan selalu bersih, rapi, dan wangi karena kebersihan itu sebagian dari iman.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Haji Husin yang menonton adegan itu lewat komputer langsung melempar tisu ke layar. \u201cSok tua lu!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak lama kemudian, mamanya Zidan masuk ke kamar lalu merasa heran dengan kehadiran Zidan kecil. Mamanya Zidan menganggap Zidan kecil tuh anak orang yang terpisah dari orang tuanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cZidan kemari untuk menolong masa depan Kak Zidan,\u201d kata Zidan kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMasa depan?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cZidan itu sudah tidak punya masa depan lagi. Jiwanya hancur oleh obat bius,\u201d jawab Mama Zidan dengan nada sedih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cObat bius?\u201d Zidan belum mengerti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya. Dia sudah lupa dengan cita-citanya untuk menjadi anggota DPR. Tante takut, Zidan tidak bisa diselamatkan lagi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKenapa tidak? Zidan kecil yang akan menyelamatkan Kak Zidan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu terdengar suara rintihan seseorang. Mama Zidan tahu itu suaranya Zidan besar dan langsung panik mencarinya. Yang menemukan Zidan besar ternyata Zidan kecil. Zidan kecil menunjukkan keberadaan Zidan besar yang ternyata ada di bawah ranjang, dalam keadaan sakau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita ini bersambung ke episode depan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Ikuti sinopsis\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/lorong-waktu-musim-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lorong Waktu musim 1<\/a>\u00a0di sini serta tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/utamy-ningsih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Utamy Ningsih<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<div><\/div>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zidan penasaran ingin tahu di masa depan ia jadi apa. Kenyataan yang ia lihat bikin Zidan kecewa berat.<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":76258,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13082],"tags":[292,8714,7000],"class_list":["post-61316","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sinetron","tag-lorong-waktu","tag-lorong-waktu-musim-1","tag-sinopsis-sinetron"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61316"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61316\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}