{"id":60357,"date":"2020-06-29T12:36:11","date_gmt":"2020-06-29T05:36:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=60357"},"modified":"2020-06-29T12:36:11","modified_gmt":"2020-06-29T05:36:11","slug":"analisis-the-sound-of-silence-versi-disturbed-sebagai-cover-simon-and-garfunkel-terbaik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/analisis-the-sound-of-silence-versi-disturbed-sebagai-cover-simon-and-garfunkel-terbaik\/","title":{"rendered":"Analisis \u201cThe Sound of Silence\u201d Versi Disturbed sebagai Cover Simon and Garfunkel Terbaik"},"content":{"rendered":"<p>\u201cHello darkness my old friend. I\u2019ve come to talk with you again..\u201d<\/p>\n<p>Sepenggal lirik lagu \u201cThe Sound of Silence\u201d akan mengusik perhatian siapapun yang mendengarnya. Menikmati lagu ini, saya langsung terbayang suasana yang sarat akan kesepian, keheningan, bahkan dekat dengan kematian. Kalau kalian belum pernah denger lagunya (wuu wagu), berikut lagunya:<\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/f7McpVPlidc\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>Para emak dan bapak kita pasti apal atau paling enggak kenal dengan lagu The Sound of Silence itu. Lagu tahun 1965 yang diciptakan oleh Paul Simon dan dibawakan oleh grup duo nya, Simon &amp; Garfunkel. Lagu ini pun kemudian dibawakan ulang oleh banyak penyanyi dengan berbagai versi. Mulai dari versi pop ala Anni-Frid Lyngstad vokalis ABBA di tahun 1971, versi gospel ala Gregorian di tahun 1999, sampai versi rock ala Band Nevermore di tahun 2000.<\/p>\n<p>Di tahun 2019, grup vokal Pentatonix pun menyanyikan lagu ini dengan versi yang lumayan apik. Dibawakan dengan ciri khas mereka \u2018akapela\u2019, Pentatonix memberikan warna tersendiri yang memperkaya versi daur ulang lagu ini. Berikut videonya :<\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/gdVjVtpr55M\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>Buat saya, versi akapela Pentatonix mampu menghadirkan lagu ini dalam bentuk yang berbeda, tanpa kehilangan makna <em>magis<\/em> lirik lagunya. Kelebihan lainnya, kekuatan vokal pada grup ini mampu mengangkat kembali jenis musik akapela yang \u201cold school\u201d menjadi tontonan yang megah dan sangat entertain.<\/p>\n<p>Tercatat lebih dari 20 penyanyi dan band yang membawakan ulang lagu ini, dari tahun 1971 sampai 2019. Namun buat saya, versi terbaik justru dibawakan oleh band Disturbed, di tahun 2015. Berikut videonya :<\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/u9Dg-g7t2l4\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><br \/>\nCoba bandingkan dengan dua link yang saya berikan sebelumnya. Bahkan dibandingkan dengan versi aslinya dari duo Simon &amp; Garfunkel, buat saya Disturbed bisa membawakan dengan lebih baik. Padahal band Disturbed ini dikenal dengan aliran musik heavy metalnya.<\/p>\n<p>Apa yang membuat lagu versi Disturbed ini lebih enak didengar dibanding versi lainnya?<\/p>\n<h4><strong>Kualitas Suara<\/strong><\/h4>\n<p>David Michael Drainman, sang vokalis band Disturbed, memiliki vokal bariton yang sangat khas. Padahal, lagu-lagu rock\/metal identik dengan teriakan yang keras, bahkan beberapa cenderung melengking. Namun David Drainman membawakan lagu ini dengan versinya sendiri, dengan karakter yang berbeda tanpa menghilangkan identitas rock\/metal yang menjadi ciri khasnya.<\/p>\n<p>Lagu The Sound of Silence terdengar sangat \u201ckelam\u201d saat dibawakan oleh sang vokalis. Ia mampu menghadirkan penghayatan yang nyata, sehingga lagu ini pun terasa menghipnotis pendengarnya. Seakan pendengar ikut merasakan kesepian, kesedihan, dan keputusasaan sang penyanyi. Di youtube sendiri cukup banyak materi \u201cvideo reaction\u201d dari lagu versi Disturbed ini yang mampu membuat pendengarnya haru dan menangis setelah mendengar lagu ini untuk pertama kalinya.<\/p>\n<p>Gak heran, karena menurut laman Blabbermouth.net, David Drainman sendiri pernah terpilih dalam \u201cTop 100 Metal Vocalists of All Time\u201d alias 100 penyanyi metal terbaik sepanjang masa, versi majalah musik The Hit Parade pada bulan November 2006. Hal ini menunjukkan betapa kualitas suara David Drainman cukup diperhitungkan di industri musik dunia.<\/p>\n<h4><strong>Aransemen Musik<\/strong><\/h4>\n<p>Kekuatan lain dari lagu versi band ini ada di aransemen musiknya. Berbeda dengan band Nevermore yang membuat lagu ini terdengar garang dan keras ala musik rock\/metal, Band Disturbed justru membuat lagu ini terdengar slow dan melankonis. Salut untuk kepiawaian para personil band mengulik lagu lawas ini menjadi sangat <em>catchy<\/em> dan menggetarkan.<\/p>\n<p>Dentingan piano langsung menarik perhatian sejak intro lagu, menggeser instrumen gitar yang mendominasi awal lagu di versi aslinya. Petikan gitar sendiri baru muncul saat bait (<em>verse<\/em>) kedua dimulai. Disambung oleh instrumen \u2018spesialiasi orkestra\u2019 biola yang menghiasi bait ketiga, dan diperkaya dengan timpani di bait keempat. Tabuhan perkusi timpani disini terasa pas melengkapi melodi, sehingga membuat lagu bernuansa lebih sakral. Perpaduan semua instrumen di bait kelima yang membuat suatu kolaborasi apik, disempurnakan oleh suara khas sang vokalis yang semakin <em>powerfull<\/em>, mengakhiri lagu dengan sempurna.<\/p>\n<p>Dari sejak rilis tahun 2015, lagu ini membuat performa Band Disturbed meningkat baik di berbagai tangga lagu seperti iTunes Chart (mencapai posisi 5 pada 14 april 2016), Billboard Hot 100 (posisi 42), dan \u00a0penghargaan double platinum untuk penjualan dan striming lebih dari 2 juta unit oleh Recording Industry Association of America. Pencapaian tertinggi diraih pada tahun 2017, di mana lagu The Sound of Silence versi Disturbed masuk nominasi \u201cBest Rock Performance\u201d pada ajang penghargaan musik Grammy Awards.<\/p>\n<p>Sampai tulisan ini dibuat, link lagu The Sound of Silence versi band Disturbed di YouTube telah ditonton oleh lebih dari 619.000.000 orang. David Drainman sendiri sebenarnya belum lahir di tahun 1965, saat di mana lagu ini diciptakan dan menjadi hits. Namun sepertinya sang vokalis sukses membawakan lagu ini dengan versinya sendiri. Seakan-akan ia dilahirkan untuk menyanyikan lagu ini.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/contoh-pertanyaan-interview-kerja-yang-sering-muncul-dan-tips-menjawabnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Contoh Pertanyaan Interview Kerja yang Sering Muncul dan Tips Menjawabnya<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dessy-liestiyani\/\">Dessy Liestiyani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disturbed membawakan The Sound of Silence dengan gaya yang berbeda. Menurut saya, Disturbed membawakan lagu ini lebih baik dibanding Simon and Garfunkel.<\/p>\n","protected":false},"author":680,"featured_media":60461,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-60357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/680"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60357"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60357\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}