{"id":59951,"date":"2020-06-26T12:33:13","date_gmt":"2020-06-26T05:33:13","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=59951"},"modified":"2020-06-26T12:33:13","modified_gmt":"2020-06-26T05:33:13","slug":"5-istilah-medan-yang-dianggap-nyeleneh-di-jawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-istilah-medan-yang-dianggap-nyeleneh-di-jawa\/","title":{"rendered":"5 Istilah Medan yang Dianggap Nyeleneh di Jawa"},"content":{"rendered":"<p>Memang benar istilah yang mengatakan di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Tapi yang namanya manusia pasti memiliki keterikatan penggunaan bahasa asal meskipun sudah berada di tempat lain. Bukan karena tidak mau beradaptasi tetapi sudah kadung terbiasa. Sebab bahasa asal yang digunakannya itu sudah melengket dalam alam bawah sadarnya.<\/p>\n<p>Sebut saja Jono, teman satu kelasku setiap kali menjawab pertanyaan dosen yang bermuara ke jawaban ya dan tidak. Dia malah menjawab dengan kata <em>ndak<\/em>. Sepintas terdengar memang serupa dengan kata tidak, untungnya masih memiliki arti yang sama. Tapi bagaimana jika kata umum yang berhubungan dengan aktivitas seseorang diucapkan namun berbeda pengertian dengan arti di KBBI. Bisa-bisa saja nanti timbul salah pengertian.<\/p>\n<p>Sebagai orang yang merantau ke Jawa, kebiasaan berbicaraku dalam berkomunikasi kadang tercampur dengan kata daerah. Setiap kali keceplosan berbicara membuat lawan bicara menatap melongo pertanda kurang paham atau heran dengan apa yang sedang aku sampaikan.<\/p>\n<p>Sebagai orang yang berasal dari Medan, di sini saya akan melampirkan beberapa kata yang kerap membuat orang lain merasa keheranan sebab kata-kata itu terasa janggal dengan arti di KBBI dan sebagian kata tersebut \u201ckhusus\u201d di sekitar Medan.<\/p>\n<h4><strong>Istilah Medan #1 Kereta<\/strong><strong> =<\/strong><strong> Motor<\/strong><\/h4>\n<p>Sewaktu ingin bepergian ke warung aku lantas menemui temanku, \u201cJono, aku boleh minjam keretamu?\u201d sejenak dia merasa heran dan lalu terkekeh. Kalau mau naik kereta ya ke stasiun, begitu jawabnya. Sejenak pun aku sadar kalo arti kereta di sini (Jawa) adalah kereta api (sebutan orang Medan). Sementara kalau di Medan sebutan kereta merujuk pada motor. Semenjak saat itu, aku mulai menggunakan kebiasaan menggunakan kata motor jika ingin meminjam kendaraan beroda dua itu.<\/p>\n<h4><strong>Istilah Medan #2 <\/strong><strong>Pajak<\/strong><strong> = Pasar<\/strong><\/h4>\n<p>Pernah juga aku berpapasan dengan ibu kosku di jalan. Untuk menegurnya sengaja aku berbasa-basi bertanya, \u201c Mau pergi berbelanja ke pajak ya, Bu?\u201d Si ibu mendadak diam dan tampak keheranan. Pada saat itu, aku berpikir apa ada yang salah dengan penampilanku. Kulirik atas bawah tidak ada yang terasa janggal ataupun aneh. Kemudian akupun <em>ngeh<\/em>, ini bukan daerah Medan. Dengan senyum aku pun mengatakan, \u201cMaksudnya Ibu mau pergi ke pasar?\u201d Si ibu lantas mengiayakan. Sekilas tampak dia tidak menertawai kesalahan kataku, tapi itu cukup membuatku merasa malu sendiri.<\/p>\n<h4><strong>Istilah Medan #3 <\/strong><strong>Siap<\/strong><strong> = Selesai<\/strong><\/h4>\n<p>Dalam irama kehidupan kampus, tak luput pula para dosen dalam memberikan tugas. Tugas yang diberikan cukup membuat waktu bermain tersita. Tapi kala capek dalam mengerjakan tugas, sengaja aku mengajak teman sekadar mengobrol untuk mengalihkan otak yang terasa panas. \u201cTugas kamu sudah siap?\u201d tanyaku kepada temanku.<\/p>\n<p>\u201cMulai kemarin-kemarin aku sudah siap.\u201d<\/p>\n<p>Aku lantas heran, masa tugas sebanyak itu sudah selesai dikerjakan mulai kemarin-kemarin. \u201cBoleh lihat tugasmu, Bro?\u201d pintaku kepadanya. Dia lantas menunjukkannya padaku. \u201cTadi, kamu bilang sudah siap mulai kemarin-kemarin. Nyatanya baru setengah aja kok yang sudah siap?\u201d Lantas dia menatapku, \u201cMaksudnya dari kemarin-kemarin aku sudah mulai mengerjakannya. Makanya saat ini sudah selesai setengah bagian.\u201d<\/p>\n<p>Tiba-tiba aku sadar kata siap di sini dan di Medan berbeda makna. Kalau di Medan arti kata siap adalah selesai.<\/p>\n<h4><strong>Istilah Medan #4 <\/strong><strong>Galon<\/strong><strong> =<\/strong><strong> Pom<\/strong><strong> Bensin<\/strong><\/h4>\n<p>Ketika temanku meminjamkan motornya, tak luput pula dia mengingatkan kalau bensin motornya sudah mulai menipis. Aku lantas berjanji akan mengisinya. Beberapa saat setelah menggunakan motornya lantas segera kukembalikan. \u201cSudah diisi bensinnya tadi, Bro?\u201d tanyanya. \u201cSudah. Aku tadi mengisinya sesudah meminta motornya darimu, lekas-lekas aku pergi ke galon.\u201d<\/p>\n<p>Tiba-tiba dia tersenyum, \u201cLho galon bukannya tempat membeli air? Atau kamu mengisi ke motorku air supaya terlihat <em>full<\/em><em>?\u201d <\/em>Lantas aku segera tertawa, \u201cSori, Bro, maksudku bukan begitu. Galon itu maksudnya pom bensin.\u201d Segera kuberitahukan kepadanya bahwa sebutan pom bensin di daerah Medan adalah galon.<\/p>\n<h4><strong>Istilah Medan #5 <\/strong><strong>Bonbon<\/strong><strong> = Permen<\/strong><\/h4>\n<p>Untuk mengatasi rasa suntuk dalam perkuliahan, aku dan teman-temanku bermain futsal. Selain itu, juga bermanfaat menjaga kesehatan badan. Selain memperlengkapi diri dengan sepatu, terkadang aku juga menitip kepada temanku untuk membeli sesuatu dari warung. \u201cBro, nanti beliin bonbon ya?\u201d ucapku saat itu. Dia pun heran, \u201cBon itu bukannya semacam kuitansi gitu?\u201d balasnya. Lantas aku tersenyum dan meminta maaf. Kujelaskan kepadanya kalua istilah permen di Medan disebut bonbon.<\/p>\n<p>Itu beberapa istilah Medan yang kuanggap nyeleneh dalam pergaulan sehari-hariku di Jawa. Dengan penjelasan yang memadai akan menciptakan pengertian. Kejadian itu semua enak dikenang tapi malu untuk diulang.<\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Motorized_rickshaw,_Medan.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengenal-bahasa-medan-sehari-hari-biar-kamu-nggak-ngerasa-digas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mengenal Bahasa Medan Sehari-hari biar Kamu Nggak Ngerasa Digas<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/johan-gregorius-manotari-pardede\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Johan Gregorius Manotari Pardede<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bukan sekali dua kali kata yang aku ucapkan membuat lawan bicara bingung. Rupanya banyak istilah Medan yang tak dikenal di sini.<\/p>\n","protected":false},"author":805,"featured_media":60071,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2519,7476,623,399],"class_list":["post-59951","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bahasa-daerah","tag-istilah-medan","tag-jawa","tag-medan"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59951","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/805"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59951"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59951\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59951"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59951"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59951"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}