{"id":59866,"date":"2020-09-10T12:59:37","date_gmt":"2020-09-10T05:59:37","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=59866"},"modified":"2022-01-20T16:00:35","modified_gmt":"2022-01-20T09:00:35","slug":"lorong-waktu-episode-2-musim-1-haji-husin-menyelamatkan-zidan-yang-terdampar-di-masa-lalu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lorong-waktu-episode-2-musim-1-haji-husin-menyelamatkan-zidan-yang-terdampar-di-masa-lalu\/","title":{"rendered":"Lorong Waktu Episode 2, Musim 1: Haji Husin Menyelamatkan Zidan yang Terdampar di Masa Lalu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Lorong Waktu<\/em> episode 2 dibuka dengan Zidan yang tengah meronta-ronta karena diikat tiga pejuang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh, tuyul, bisa diam tidak kau?\u201d tanya Komandan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak bisa! Om jelek. Om jelek. Om badannya bau.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDibayar berapa kau sama Jepang, hah?\u201d tanya Komandan lagi, \u201cKecil-kecil sudah jadi antek penjajah kau.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOm keras kepala juga, yah. saya bukan mata-mata. Kalau Om masih nggak percaya juga, tanya aja sendiri sama Ustad Addin.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDari tadi kau sebut pak ustad, pak ustad. Mana sih kau punya ustad? Mana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, muncul suara dari roket-roketan yang menempel di bantal di atas pohon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSaya di sini. Jangan sakiti dia!\u201d Ketiga pejuang jelas terkejut, sementara Zidan nyengir bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBapak-bapak yang terhormat, tolong lepaskan murid saya. Dia sama sekali bukan mata-mata,\u201d pinta Ustad Addin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang yang dipanggil komandan itu pun mendekat ke arah bantal yang nyantol di atas pohon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDi hutan ini memang banyak sekali keanehan. Barusan kita dapat kiriman kue,\u201d kata Komandan sambil mengambil bantal dan roket-roketan, \u201ckemudian disusul oleh si tuyul kecil ini. Sekarang ada roket kecil di atas bantal. Bisa ngomong lagi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benda yang dimaksud dengan roket kecil (kemudian disebut \u201ctelepon angin\u201d) itu adalah Komunikator 2000. Ketika Komandan mempermainkan si roket kecil, Ustad Addin menegur. Alih-alih mengacuhkan, komandan malah mematikan si roket kecil. Zidan mengeluh, \u201cYah, Om. Dimatiin.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seketika, muncul tulisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">error <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di layar komputer Ustad Addin. Ustad Addin mulai panik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, ibunya Zidan yang masih panik karena anaknya belum pulang, kembali menelepon ke masjid yang kemudian diangkat oleh Haji Husin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHah, Zidan belum pulang juga?\u201d tanya Haji Husin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBelum, Pak Haji. Saya khawatir terjadi sesuatu dengan anak saya, Pak Haji. Biasanya kan habis ngaji itu langsung pulang. Sekarang sudah hampir waktu buka belum kelihatan juga.\u201d Keluh ibunya Zidan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Haji Husin pun berusaha menenangkan ibu Zidan. Selepas telepon ditutup, Haji Husin datang lagi ke kamar Ustad Addin. Belum juga Ustad Addin sempat menjelaskan apa yang terjadi kepada Haji Husin, di layar komputer sudah muncul gambar Zidan yang minta tolong. Itu artinya, Komandan sudah menyalakan kembali si roket kecil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menyadari apa yang terjadi pada Zidan, Haji Husin panik. Ia memutuskan bersedia dikirim ke masa lalu guna menyelamatkan Zidan. Sebelum diberangkatkan, ia memberi pesan heroik. \u201cDin, misalnye ade ape-ape ama gue ye, lu tolong gantiin gue besok, mimpin rapat pengurus masjid ye\u2026.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPak Haji, program ini cukup aman, nggak usah khawatir,\u201d jawab Ustad Addin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi Haji Husin tak mengindahkan perkataannya. \u201cGue juga minta keikhlasan lu nih, Din. Maapin kesalahan gue selama ini. Semuenye\u2026 semuenya ye!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPercayalah, Pak Haji. Pak Haji akan pulang dengan selamat.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPulang? Ntar dulu\u2026 ntar dulu. Lu ngomong pulang, gue jadi pikiran, maksud lu pulang, ini pulang\u2026 berpulang ke rahmatullah?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ustad Addin tertunduk diam, Haji Husin mulai emosi. \u201cIni kapan berangkatnya nih? Jadi, nggak?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa, sekarang, Pak Haji.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cCepetan dong, ntar keburu meninggal tuh anak!\u201d Yeee, yang tadi ngajak ngobrol duluan juga siapa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di hutan, Zidan masih berteriak minta tolong. Tiba-tiba terdengar suara grasak-grusuk. Komandan langsung memberi perintah, \u201cTiarap!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAssalamualaikum,\u201d sapa Haji Husin yang tiba-tiba muncul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWaalaikumsalam,\u201d balas zidan yang kemudian diikuti oleh ketiga pejuang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHore, jagoan Zidan datang!\u201d kata Zidan yang sedang dilepaskan ikatannya oleh Haji Husin. \u201cAduh, jadi ngerepotin nih, pakai bawa layang-layangan segala buat Zidan. Makasih ya, Pak Haji.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIye\u2026 iye.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga pejuang itu jelas jadi kebingungan. Sang komandan merasa tidak asing dengan sosok Haji Husin. \u201cRasa-rasanya aku kenal dia.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya,\u201d kedua anak buahnya serempak menjawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLu kenape pada bengong lu, hah? Lu lupa ama gue? Husin!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHusin?\u201d tanya Komandan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHusin Tabi\u2019at!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHusin Ta\u2019biat?\u201d ulang ketiga pejuang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka berempat kemudian berpelukan. Zidan sempat merasa kagum karena mengira Haji Husin juga pernah berperang melawan penjajah. Namun, kekaguman itu seketika sirna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHeh, heh, ngerti nggak kamu, Pak Haji ini kerjanya di dapur umum. Yah, untuk menghidupi kita-kita ini. Ya toh, Sin?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYah, dikirain Pak Haji jadi pejuang, nggak tahunya jadi tukang masak,\u201d sambar Zidan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh, lu jangan cerita ame siape-siape ye. Janji ye!\u201d pinta Haji Husin kepada Zidan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIye. Cerewet banget, Pak Haji.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ustad Addin yang gelisah sempat mengingatkan Haji Husin untuk segera bersiap pulang. Namun, Haji Husin malah asyik nostalgia dengan teman-temannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh, terus ngomong-ngomong nih ye, kenapa lu pade masih keliaran di hutan sih?\u201d tanya Haji Husin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKami kan sedang dikejar-kejar sama tentara Jepang, Sin.\u201d jawab Komandan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar jawaban tersebut, Zidan mengucap o panjang, sementara Haji Husin tertawa lebar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cElu sih pada keliaran di hutan melulu. Jepang tuh udah nyerah ama Sekutu. Dibom. Dibom Nagasaki ama Hiroshima, dibom.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang benar, Sin? Kok kita nggak tahu?\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBagaimana om, om, om bisa tahu, omnya sih masih di hutan,\u201d Zidan ikut menjawab.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMalahan tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno ama Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHah, sudah merdeka?\u201d salah satu pejuang terkejut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk meyakinkan mereka, Haji Husin menyuruh Ustad Addin menyetel rekaman suara proklamasi. Ketiganya langsung bersorak \u201cMerdeka!\u201d setelah mendengarkannya. Kini waktunya untuk Haji Husin dan Zidan pulang.<\/span><\/p>\n<p><em>Lorong Waktu<\/em> episode 2 ditutup dengan<span style=\"font-weight: 400;\"> Haji Husin dan Zidan yang sudah mendarat dengan selamat, tetapi dalam posisi dan di tempat yang bikin Haji Husin ngomel-ngomel. Haji Husin mendarat di kolong bedug, sementara Zidan di atas bedug. Keduanya langsung ditemukan orang tua Zidan yang saking paniknya sampai datang ke masjid.<\/span><\/p>\n<p><strong>Ikuti sinopsis\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/lorong-waktu-musim-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lorong Waktu musim 1<\/a>\u00a0di sini serta tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/utamy-ningsih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Utamy Ningsih<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Haji Husin akhirnya tahu bahwa Zidan tak sengaja terkirim ke masa lalu, tahun 1945. Mau nggak mau dia kudu ngejemput. <\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":76258,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13082],"tags":[292,8714,7000],"class_list":["post-59866","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sinetron","tag-lorong-waktu","tag-lorong-waktu-musim-1","tag-sinopsis-sinetron"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59866","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59866"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59866\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}