{"id":59705,"date":"2020-06-25T13:20:51","date_gmt":"2020-06-25T06:20:51","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=59705"},"modified":"2020-06-25T13:20:51","modified_gmt":"2020-06-25T06:20:51","slug":"shogun-sp-125-dibeli-karena-tak-sengaja-tak-dijual-karena-kadung-cinta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/shogun-sp-125-dibeli-karena-tak-sengaja-tak-dijual-karena-kadung-cinta\/","title":{"rendered":"Shogun SP 125: Dibeli karena Tak Sengaja, Tak Dijual karena Kadung Cinta"},"content":{"rendered":"<p>Memori di kepala saya putar ke Juli 2009 saat saya sedang ngobrol dengan Bapak. Melihat hasil panen cabe merah yang memuaskan, Bapak mengatakan bahwa impianku untuk memiliki sepeda motor sendiri sangat mungkin untuk terwujud. Maka mulailah aku mencari-cari\u00a0referensi dan daftar motor yang saya inginkan.\u00a0Setelah melakukan survei internal serta mempertimbangkan hasil survei eksternal,maka kuputuskan\u00a0untuk meminta motor idaman selama ini,yaitu Satria F150.<\/p>\n<p>Kuda\u00a0besi produksi Suzuki ini memang idola saat itu. Motor dipercaya mampu menambah persentase\u00a0kegantengan\u00a0 penunggangnya.\u00a0 Kebetulan saat itu saya juga kepengin ngegebet cewek yang saya idamkan. Saya pikir muka pas-pasan ini akan sedikit terangkat oleh slebor Satria F150..<\/p>\n<p>Akhirnya keluarga menyetujui keinginan saya. Bahagia? Tentu, tapi saya harus punya motor itu dulu. Nggak lucu kalau udah bahagia padahal belum punya.<\/p>\n<p>Keesokan harinya, saya bersama bapak kami pergi ke satu-satunya dealer Suzuki di kota Kabanjahe. Di sini lah takdir bermain. Sesampainya di dealer, kami diberitahu bahwa stok Satria F150 di dealer ini sedang kosong. Kami disarankan untuk memesan dan menunggu beberapa hari (inden). Rasanya runtuh hati saya mendengar kenyataan itu.<\/p>\n<p>Ketika tengah menggerutu,pandangan\u00a0 ini tiba-tiba tertuju sebuah sepeda motor bebek, berwarna hitam kombinasi merah. Bodi motor itu terlihat begitu menarik. Melihat dari depan,terlihat motor ini sudah menggunakan kopling manual, hal yang masih jarang dimiliki sepeda motor bebek di\u00a0masa itu. Tampilan sporty untuk motor kelas bebek, ditambah rem cakram depan-belakang membuat saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Benar kata orang, yang namanya cinta itu bisa timbul kapan dan di mana saja.<\/p>\n<p>Motor Shogun SP 125 seketika telah menaklukkan hatiku. Tapi Bapak langsung menghardik, katanya \u00a0tak boleh jatuh cinta hanya dari fisik, harus diperhatikan juga bibit, bebet, dan bobotnya. Mendengar itu, petugas dealer motor langsung memberi penjelasan dan merinci spesifikasi Shogun SP125 tersebut. Jatuh cintaku kian dalam usai mendengar penjelasan petugas, dan Bapak sepertinya berubah pikiran ketika tahu performa dan tentunya harganya yang lebih murah daripada si Satria.<\/p>\n<p>Maka resmilah kami meminang Shogun SP 125. Hari itu juga,si Shogun kami bawa pulang. Sampai di rumah Mamak tentu bingung, karena yang kami bawa pulang tak sesuai dengan gambar yang\u00a0di lihatnya\u00a0di brosur\u00a0kemarin. Setelah\u00a0dijelaskan\u00a0Bapak, baru lah Mamak sumringah, apalagi kalau bukan karena harganya\u00a0yang lebih murah daripada si Satria.<\/p>\n<p>Kesan pertama yang kurasakan dari Shogun SP 125 ini adalah tarikan gasnya yang\u00a0 sangat sensitif. Tarikannya terasa ringan, pengereman cukup handal dengan piringan rem cakram depan-belakang.\u00a0 Menggunakan kopling manual,dengan transmisi 4 percepatan, plus arah perpindahan gigi \u00a01(ke depan) dan 2\u20133\u20134 (ke belakang) membuat sensasi menunggangi Shogun SP 125 ini terasa lebih dari sekedar motor bebek. Tak hanya itu saja, cara membuka bagasi si Shogun juga berbeda dari motor bebek biasanya.<\/p>\n<p>Hal inilah yang membuat saya kesusahan ketika pertama kali mau mengisi bensin. Makin susah ketika yang jualan bensin adalah emak-emak\u00a0militan\u00a0\u00a0yang sok tahu dan malah menjuluki si Shogun SP adalah motor aneh dikarenakan tak ada lubang kunci di sekitaran jok seperti motor bebek biasanya. Untungnya,masalah ini terselesaikan setelah saya mencari solusinya di mesin peramban.<\/p>\n<p>Usut punya usut, ternyata cara membuka bagasinya ada di Key Set, hal yang masih jarang pada masa itu. Tentu saja itu menambah keunikan dari motor tersebut. Untuk bagasi nya sendiri cukup luas untuk sekedar \u00a0menyimpan kunci-kunci, jas hujan, dan hal yang sekiranya bisa dimasukkan ke dalam bagasi. Kapasitas tangkinya dapat menampung hingga 4,3 liter. Untuk konsumsi bahan bakarnya sendiri,kendati masih menggunakan karburator Mikuni VM 18-264. Motor ini masih tergolong irit dengan mampu menempuh 35-45km\/liter nya.<\/p>\n<p>Seiring waktu,aku semakin mengenali pasanganku\u00a0 keretaku (kereta adalah sebutan untuk sepeda motor di Sumut).\u00a0Aku juga mulai paham tentang hal-hal apa saja yang disukai dan tidak disukai oleh si SP. Secara umum, di balik kelebihan-kelebihan biasanya terdapat juga beberapa kekurangan. Namun itu tentu tak berlaku dalam urusan cinta.\u00a0Beberapa kekurangan paling menonjol dari Shogun SP ini menurut saya adalah persoalan spare part yang tergolong langka serta harga spare part nya yang mahal. Begitu juga dengan montir-montir di bengkel yang biasanya raut wajahnya akan sedikit\u00a0merengut\u00a0 ketika tahu akan berhadapan dengan si bebek seksi ini.<\/p>\n<p>Untuk urusan performa, tak ada sedikit pun kekecewaan yang di dapat dari Shogun SP ini. Mesinnya begitu powerful khas Suzuki. Sudah begitu banyak momen\u00a0 dan kenangan yang saya lalui bersamanya.<\/p>\n<p>11 tahun berlalu, kini SP masih cukup sehat dan terawat. Beberapa bulan yang lalu, SP saya bahkan ditawar dengan harga yang sempat hampir menggoyahkan cinta yang sudah terjalin lama. Namun, benar kata orang, cinta akan mengalahkan segala nya. Dan si SP pun masih tetap dalam genggaman. Si SP memang sekarang jarang keluar rumah, tapi itu bukan pertanda dia menyerah. Dia tahu, dia adalah saksi sejarah. Selayaknya saksi sejarah, dia akan tetap hidup untuk mengenang masa-masa indah yang pernah dilalui.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/datsun-go-otw-mobil-langka-layak-dikoleksi-nggak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Datsun Go OTW Mobil Langka, Layak Dikoleksi Nggak?.<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau saja saat itu stok Satria F150 tidak kosong, maka saya tidak akan mengenal Shogun SP 125. Tak menyangka, pertemuan tak sengaja itu menumbuhkan cinta.<\/p>\n","protected":false},"author":833,"featured_media":59789,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-59705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/833"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59705"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59705\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59789"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}