{"id":58395,"date":"2024-01-22T11:30:59","date_gmt":"2024-01-22T04:30:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=58395"},"modified":"2024-01-22T00:27:58","modified_gmt":"2024-01-21T17:27:58","slug":"anak-kecil-di-kediri-nggak-bisa-jadi-presiden","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anak-kecil-di-kediri-nggak-bisa-jadi-presiden\/","title":{"rendered":"Di Kediri, Anak Kecil Nggak Bisa Bercita-cita Jadi Presiden, Bakal Lengser kalau Mudik"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti kota-kota lain, Kediri punya mitosnya tersendiri. Yang membedakan adalah, efek mitos Kediri itu nggak cuman ngefek lokal doang, tapi nasional. Betul, mitos yang saya maksud adalah presiden yang berani masuk Kediri bakal lengser.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitos seorang presiden atau pemimpin negara yang berani masuk Kediri bakal lengser ini sudah berkembang sejak dahulu. Menurut literatur yang pernah saya baca dulu, kutukan ini berasal dari kutukan Kartikea Singha, suami Ratu Shima yang merupakan penguasa Kalingga Selatan di Keling Kepung, Kediri. Kutukannya berbunyi:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u201dSiapa kepala negara yang tidak suci berani masuk Kediri, maka Ia akan jatuh\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksud \u201csuci\u201d di sini ialah suci dari tindakan buruk seorang pemimpin, seperti korupsi dan bertindak sewenang wenang. Jadi kalau presiden merasa tidak melakukan hal-hal buruk ya nggak usah takut dong datang ke Kediri. Harusnya.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Presiden yang lengser setelah berkunjung ke Kediri<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa presiden yang digadang-gadang lengser akibat kutukan ini ialah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan B.J Habibie. Tapi, ada presiden yang mampu mematahkan kutukan ini ialah pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang melakukan kunjungan ke Kediri pada 2007 dan 2014. Kunjungan SBY terakhir ke Kediri tahun 2014 adalah untuk mengunjungi warga yang tertimpa musibah letusan Gunung Kelud. Lalu 8 bulan setelah kunjungan, SBY lengser tetapi bukan karena suatu gonjang ganjing politik, namun memang periodenya sebagai Presiden sudah habis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mitos ini kembali menyeruak setelah Pramono Anung melakukan kunjungan ke pondok Pesantren Lirboyo pada 15 Februari 2020 lalu. Pramono Anung mengatakan bahwa ia melarang Presiden Jokowi datang ke Kediri agar tak senasib dengan Gus Dur. Pernyataan ini menuai banyak respon dari berbagai kalangan termasuk netizen yang menjadikan tagar #JokowiTakutKediri sempat trending di Twitter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, katanya, ada kabar kalau Jokowi akan ke Kediri untuk <a href=\"https:\/\/www.jawapos.com\/surabaya-raya\/013473945\/presiden-jokowi-akan-langsung-meresmikan-bandara-internasional-dhoho-kediri-pada-januari-2024\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">meresmikan Bandara Dhoho<\/a>. Jadi, ya, gimana ya.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Padahal udah berharap<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu, waktu dengar hal itu, saya agak gimana gitu. Saya sendiri sebagai warga asli Kediri sangat berharap Presiden Jokowi mampir, supaya sekali-kali menyapa warga di sini gitu lo, eh malah dilarang sama Pak Pram. Padahal Kediri itu kota yang aman dan nyaman lho, Pak. Masalah percaya nggak percaya sama mitos sebenarnya terserah pribadi masing masing, tapi kan di situ jelas tertulis pemimpin yang \u201ctidak suci\u201d yang bakal lengser. Saya yakin kok Presiden Jokowi adalah pemimpin yang baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hehehe. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya cuma khawatir saja kalau mitos ini begitu digencarkan dan dipercaya para orang tua di Kediri, mereka akan mengatakan, \u201cNak, kalau ditanya bu guru cita-citanya apa, jangan bilang jadi presiden ya\u201d. Kan biasa tuh waktu TK ditanyai cita-citanya ingin jadi apa. Lebih parah lagi jika guru TK-nya juga sangat percaya dengan mitos ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika guru yang sangat percaya dengan mitos ini bertanya kepada muridnya apa cita-cita yang dinginkan, dan murid menjawab \u201daku ingin jadi pleciden\u201d, pasti dalam hati guru itu berujar \u201dngimpi!\u201d. Iya kalau ngucapnya dalam hati. Coba kalu ngucapnya langsung di depan murid, apa nggak langsung insecure tuh murid.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Periode emas<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa anak-anak itu kan merupakan periode emas, di mana mereka mulai mengenal lingkungannya, jadi biarkan saja mereka bercita-cita menjadi apapun, asal nggak cita-cita jadi koruptor, eh. Syukur-syukur didukung oleh orangtua untuk menggapai cita-citanya. Jangan malah di takut-takuti dengan mitos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para pejabat tinggi pun harusnya nggak usah takut-takut amat. Orang Kediri kan juga orang Indonesia. Kami pun di sini juga merindukan pemimpin yang mau berkunjung ke kota ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri sebagai warga Kediri sebenarnya juga bangga dengan mitos kutukan tersebut. Mitos itu bisa menjadi ciri khas dan tradisi masyarakat lokal agar Kediri bisa lebih dikenal masyarakat luas. Namun jangan sampai mitos ini menjadi pola pikir masyarakat bahwa orang Kediri tidak bisa jadi Presiden. Semua orang Indonesia berhak bercita-cita maupun mencalonkan diri sebagai presiden, tak terkecuali dari Kediri. Termasuk saya kalau besok nyapres tolong di dukung ya wqwqwq.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Eh, bisa nggak ya?<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Nurhadi Mubarok<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kediri-semakin-maju-tapi-warga-sulit-sejahtera\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kediri Semakin Maju, tapi Warga Sulit Sejahtera karena Banyak yang Digaji Tak Sesuai UMR<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span id=\"Terminal_Mojok_merupakan_platform_User_Generated_Content_UGC_untuk_mewadahi_jamaah_mojokiyah_menulis_tentang_apa_pun_Submit_esaimu_secara_mandiri_lewat_carainiya\"><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Kediri, anak-anak kecil nggak bisa bermimpi jadi Presiden, semua gara-gara mitos Presiden kalau berkunjung ke Kediri, dia bakal lengser. Ah yang bener?<\/p>\n","protected":false},"author":808,"featured_media":236799,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_view_counter":"0","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"0","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"0","show_popup_post":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":"","disable_ad":"0"},"jnews_primary_category":{"id":"","hide":""},"jnews_override_counter":{"override_view_counter":"0","view_counter_number":"0","override_share_counter":"0","share_counter_number":"0","override_like_counter":"0","like_counter_number":"0","override_dislike_counter":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6470,212,1353],"class_list":["post-58395","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-kediri","tag-mitos","tag-presiden"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58395","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/808"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58395"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58395\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/236799"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58395"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58395"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58395"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}