{"id":58106,"date":"2020-06-19T14:44:04","date_gmt":"2020-06-19T07:44:04","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=58106"},"modified":"2020-06-19T14:44:04","modified_gmt":"2020-06-19T07:44:04","slug":"mengakhiri-perdebatan-tentang-mi-ayam-yamie-dan-mi-bangka-di-antara-pemburu-kuliner-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mengakhiri-perdebatan-tentang-mi-ayam-yamie-dan-mi-bangka-di-antara-pemburu-kuliner-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Mengakhiri Perdebatan tentang Mi Ayam, Yamie, dan Mi Bangka di Antara Pemburu Kuliner Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p>Dalam perjalanan peradaban penduduk Yogyakarta, ada satu kuliner yang sedekat nadi dan seakrab nyinyiran ibu-ibu di sudut kota. Kuliner tersebut adalah mi ayam. Seiring perjalanan waktu, kuliner tersebut pun mengalami perubahan dan perkembangan. Memang memberi banyak pilihan pada pecinta kuliner. Namun perkembangan ini menimbulkan miskonsepsi perihal definisi kuliner tersebut. Seringkali, sekumpulan pemuda berdebat ketika menemukan warung mi ayam namun dianggap bukan mi ayam<\/p>\n<p>Dalam artikel ini, saya akan mencoba menjadi Avatar, menjadi penengah dari perbedaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Perdebatan yang memicu adu argumen antar teman tongkrongan. Perdebatan yang menyebabkan saya overthinking setiap malam. Dan akhirnya saya memutuskan untuk hadir dan menyelesaikan perdebatan ini.<\/p>\n<p>Untuk menyelesaikan perang tak tercatat sejarah ini, saya meminta petuah dari dua pengamat dan penikmat mi ayam yang hanya berkenan disebut inisialnya. Yang pertama adalah HS, seorang perantau dari Sumatera dengan semboyan \u201ctanpa sambal tak mantap lah!\u201d Yang kedua adalah BW, seorang bapak muda asli Yogyakarta yang berprinsip \u201cmi ayam haruslah tanpa tulang.\u201d<\/p>\n<p>Kami bertiga berusaha menemukan garis merah perpecahan perihal makanan surga ini. Bagaimana masyarakat kuliner Yogya sampai berdebat tentang mana yang sahih, mana yang menyaru. Dari diskusi panas ini kami menyepakati sebuah panduan untuk memahami apa itu mi ayam, mi bangka, dan yamie. Ketiganya adalah variasi paling populer di wilayah Yogyakarta<\/p>\n<h4><strong>Mi ayam<\/strong><\/h4>\n<p>Mi ayam yang dipandang sahih adalah pakem Wonogirian. Pakem Wonogirian ditAndai oleh kuah pekat dan manis. Toping ayam dimasak manis dan disajikan dalam bentuk dadu. Biasa ditambahkan toping lain berupa loncang, sawi, atau dalam kasus tertentu, acar. Kami membagi jenis mi yang menganut pakem Wonogirian bagi berdasar warna gerobak<\/p>\n<p>Gerobak Biru: biasanya masih dalam satu kongsi dengan Tunggal Rasa. Berkarakter umumnya mi Wonogirian dengan karakter manis dan pekat. Mi yang digunakan lebih lembut.<\/p>\n<p>Gerobak Hijau: seringkali didorong pedagang independen tanpa afiliasi. Memiliki kuah yang lebih gurih meski tetap dalam tataran manis. Toping juga tetap serupa. Memang banyak samanya sih.<\/p>\n<p>Gerobak Coklat: terlepas dari karakter mi, gerobak coklat tak lebih dari keengganan pedagang tersebut untuk mengecat.<\/p>\n<h4><strong>Yamie<\/strong><\/h4>\n<p>Yamie sering dipandang sebagai mi ayam asin. Namun kami bersepakat bahwa yamie adalah golongan lain dari mi bertoping ayam. Yamie memiliki ciri khas ukuran mi yang kecil. Topping ayam yang dipakai adalah ayam suwir atau cacah tanpa bumbu yang rumit. Kuah yamie biasanya dipisah untuk meningkatkan estetika dan sebagai sruputan.<\/p>\n<p>Yamie memiliki rasa lebih sederhana, dan bagi warga asli Yogya dipandang hambar. Salah satu punggawa yamie di Yogya adalah Yamie PAnda dan Yamie Pathuk. Salah satu olahan mi yang mirip yamie adalah mi palembang Afui. Tapi tetap saja terlalu banyak kemiripan dengan yamie pada umumnya. Yang beda hanyalah harga dan porsinya yang sangat proletar.<\/p>\n<p>Bagi penggemar pakem Wonogirian, yamie adalah penyelewengan. Yamie dipandang sebagai kuliner kekinian, meskipun sejarah berkata yamie adalah ibu dari olahan pakem Wonogirian. Tapi kami bersepakat bahwa yamie tetap produk yang berbeda. Yamie tidak pernah dan tidak akan menjadi mi ayam.<\/p>\n<h4><strong>Mi Bangka<\/strong><\/h4>\n<p>Mi Bangka memiliki kemiripan dengan yamie. Yang menjadi ciri khas mi bangka adalah tambahan tauge sebagai toping. Kami bertiga bersepakat bahwa tambahan tauge ini bukanlah sesuatu yang tepat bagi olahan mi bertopping ayam. Tapi ya sudahlah. Namanya kultur budaya akan selalu berseberangan.<\/p>\n<h4><strong>Mi Kontemporer<\/strong><\/h4>\n<p>Ini adalah golongan yang kami bentuk untuk mengakomodir jenis mi bertopping ayam lain. Dan karena perkembangan kuliner Yogya yang secepat habisnya dana keistimewaan, variasi mi semacam ini sangat deras menyerbu khazanah perkulineran. Dari mi bertopping ayam geprek, kuah rendang, goreng, dan banyak lagi macamnya. Kami pun sangat terbatas dalam eksplorasi mi kontemporer ini. Maklum, UMR Yogya masih saja belum mengakomodir kebutuhan tersier pekerjanya. Tapi kami tetap bermufakat, segala mi hasil pengembangan tiga kategori di atas adalah kontemporer. Biarlah kreasi itu berjalan bebas tanpa tuntutan pakem manapun.<\/p>\n<p>Demikianlah empat kategori yang kami diskusikan dan mufakatkan. Semoga penggolongan kami membebaskan saudara-saudariku dari perdebatan sengit nan abadi ini. Kami berharap, tidak ada pula yang berkata \u201cayo jajan mi ayam di yamie panda.\u201d. Jelas-jelas Yamie Panda gerobaknya nggak mencerminkan pakem Wonogirian.<\/p>\n<p>Eh, Yamie Panda pake gerobak nggak, sih?<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/memprediksi-isi-dm-jrx-setelah-tirta-muncul-di-holywings\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Memprediksi Isi DM JRX Setelah Tirta Muncul di Holywings <\/a><\/strong><strong>dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dimas-prabu-yudianto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dimas Prabu Yudianto<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebuah panduan untuk memahami apa itu mi ayam, mi bangka, dan yamie. Daripada pengen mi ayam dapetnya yamie, baiknya baca ini.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":58199,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6346,7327,7326],"class_list":["post-58106","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-mi-ayam","tag-mi-bangka","tag-yamie"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58106","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58106"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58106\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58199"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58106"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58106"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58106"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}