{"id":5764,"date":"2019-07-06T13:30:02","date_gmt":"2019-07-06T06:30:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=5764"},"modified":"2022-01-20T14:38:03","modified_gmt":"2022-01-20T07:38:03","slug":"kemunafikan-yang-tersirat-pada-kalimat-bukannya-mau-ngomongin-orang-ya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kemunafikan-yang-tersirat-pada-kalimat-bukannya-mau-ngomongin-orang-ya\/","title":{"rendered":"Kemunafikan yang Tersirat Pada Kalimat, &#8220;Bukannya Mau Ngomongin Orang, ya..&#8221;"},"content":{"rendered":"<p>Saya pernah melihat cuitan seseorang yang isinya kurang lebih bisa menahan belanja, <a href=\"https:\/\/tirto.id\/ekshibisionis-mereka-yang-gemar-pamer-alat-kelaminnya-dgPy\">pamer<\/a>, dan banyak hal kecuali ghibah\u2014membicarakan orang lain. Saat ini, tidak seperti jauh beberapa waktu sebelumnya, membicarakan orang apalagi soal keburukannya seakan hal yang lumrah. Baik secara langsung pun dalam <em>thread<\/em> di media sosial atau postingan di <em>story<\/em>.<\/p>\n<p>Kini, jika tidak bisa menahan diri, aksi ghibah bisa dilakukan di mana pun\u2014kapan pun. Pembuka obrolannya pun beragam dan biasanya dimulai dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/dfy\/esai\/mencintai-percakapan-basa-basi\/\">basa-basi<\/a>, \u201ceh, Maemun sekarang kabarnya gimana, ya?\u201d. Walaupun kalimat pembuka terbilang baik\u2014menanyakan kabar\u2014jika tidak dihentikan biasanya akan berujung ke membicarakan banyak hal tentang orang tersebut\u2014tak jarang tentang hal negatif.<\/p>\n<p>Kemudian yang lebih menyebalkan daripada itu adalah mereka yang seringkali ingin ghibah dan sudah pasti menjelek-jelekan, namun dengan lembut dan halusnya menggunakan dalih, \u201cbukannya mau ngejelek-jelekin ya, tapi dia tuh nyebelin banget\u201d dan seterusnya tergantung apa yang ingin dibicarakan.<\/p>\n<p>Saya sendiri bukan manusia suci yang tidak pernah membicarakan orang lain di belakang, sebagai manusia biasa yang tidak tahan untuk julid dan ghibah secara proporsional jika ada sesuatu yang dianggap menarik diperbincangkan saya dan teman-teman pasti akan beraksi sebagaimana mestinya. Tapi tidak pernah sekalipun kami menggunakan kalimat, \u201cbukannya mau ngomongin atau jelek-jelekin, ya\u201d di awal. Sebab, kami sadar bahwa selembut apa pun penyampaiannya, sebaik dan sebagus apa pun ceritanya, ghibah tetaplah ghibah.<\/p>\n<p>Lagipula, jika mau memperbincangkan keburukan orang lain baiknya jangan setengah-setengah. Kalimat seperti itu tidak akan membuat orang yang melakukan ghibah menjadi suci dan dianggap tidak bersalah. Lebih baik lagi ya tidak perlu membicarakan keburukan orang lain karena tidak ada gunanya sama sekali\u2014tidak akan menyelesaikan masalah atau persoalan dengan teman.<\/p>\n<p>Jika memang ada masalah dan harus segera diselesaikan alangkah baiknya bertemu dan berbincang. Hal demikian yang menjadikan seseorang tumbuh menjadi sosok yang bijak, terbuka terhadap pendapat, serta dewasa. Paling tidak berani mengungkapkan pendapat atau jujur kepada orang lain jika memang ada perilaku yang kurang atau tidak menyenangkan.<\/p>\n<p>Pikir saya, justru akan lebih terkesan munafik jika yang suka berghibah ria namun selalu berlindung dengan tameng penyampaian \u201cbukannya mau ngomongin kejelekan dia, ya, tapi..\u201d Selain untuk memperbicangkan orang lain, kalimat tersebut juga bisa digunakan untuk seakan-akan mau merendah, tapi tetap saja berakhir dengan kesombongan \u201cbukannya mau sombong, ya..\u201d tapi ujung-ujungnya juga ya sombong.<\/p>\n<p>Entah apa maksud dan tujuan kalimat tersebut. Selain tidak membuat seseorang kemudian menjadi baik, ungkapan tersebut juga hanya akan berujung kepada hal negatif dan seringkali kontradiktif. Yang seperti itu bahkan tak jarang memang bertujuan untuk menyampaikan hal yang negatif. Mulai dari ngomongin orang, sombong, juga hal mudarat lainnya.<\/p>\n<p>Maka tidak heran jika selanjutnya akan ada lagi ungkapan-ungkapan bukannya mau-bukannya mau yang lain. Semisal, \u201cbukannya mau melecehkan, ya\u201d, \u201cbukannya mau menjerumuskan ke hal yang baik, ya\u201d, dan lain sebagainya yang bahkan lebih parah dan memuakkan.<\/p>\n<p>Sejujurnya, saya sendiri sudah tidak mempermasalahkan juga mempedulikan omongan orang lain di belakang tentang diri saya. Sebab hal itu dirasa tidak ada gunanya dan tidak memberi keuntungan sedikit pun bagi kehidupan saya. Masih banyak teman juga keluarga jika saya salah, mereka lebih memilih berbicara dan mengingatkan secara langsung. Bukan hanya ngedumel.<\/p>\n<p>Jika saya mengetahui ada seorang teman yang mejadikan saya sebagai bahan ghibah, biasanya saya tertawa dan mengambil keuntungan dari hal tersebut. Segala kekurangan yang <em>relate<\/em> dengan pekerjaan, bisa dijadikan bahan diskusi ketika ditanya kekurangan saat wawancara kerja\u2014dasar oportunis.<\/p>\n<p>Selain itu, saya juga selalu terngiang-ngiang kalimat \u201c<em>what doesn\u2019t kill you makes you stronger<\/em>\u201d saat sedang ada masalah\u2014untuk keren-kerenan agar terkesan kuat padahal hati menangis teriris. Bagi saya <em>quote<\/em> nan sok menguatkan tersebut bisa diaplikasikan saat mendengar celotehan orang di sekitar.<\/p>\n<p>Lagipula kenapa sih kebanyakan dari kita suka mengurusi hidup orang lain? Memangnya kekurangan masalah hidup ya, sampai harus mencari-cari masalah untuk diributkan? Ingat, kesehatanmu itu, lho.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Justru akan lebih terkesan munafik jika yang suka berghibah ria namun selalu berlindung dengan tameng, \u201cbukannya mau ngomongin kejelekan dia, ya, tapi..\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":5803,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13080],"tags":[1492,1063,1493],"class_list":["post-5764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-personality","tag-ghibah","tag-gosip","tag-ngomongin-orang"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5764","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5764"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5764\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}