{"id":57053,"date":"2020-06-18T13:20:32","date_gmt":"2020-06-18T06:20:32","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=57053"},"modified":"2020-06-18T13:20:32","modified_gmt":"2020-06-18T06:20:32","slug":"nebak-karakter-orang-dengan-modal-stalking-instagram","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nebak-karakter-orang-dengan-modal-stalking-instagram\/","title":{"rendered":"Nebak Karakter Orang dengan Modal Stalking Instagram"},"content":{"rendered":"<p>Hanya dengan stalking postingan Instagram seseorang, kita bisa menebak kepribadiannya lho! Nggak percaya? Saya sudah membuktikannya. Berbekal ilmu <em>kemeruh <\/em>dan sisa-sisa ingatan tentang analisis makna simbolik, saya menemukan beberapa parameter untuk menebak kepribadian seseorang.<\/p>\n<p>Cara nebak karakter orang dengan modal stalking instagram ini telah terbukti secara empiris setelah beberapa teman meminta saya untuk membaca kepribadian teman atau saudara mereka yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. Tak disangka, sebagian besar hasilnya benar.<\/p>\n<p>Kok bisa? Padahal saya tidak pernah kenal, bertemu, atau pun berkomunikasi dengan mereka. <em>Haters <\/em>bilang ini pasti cuma kebetulan saja. Hoho, abaikan saja apa kata <em>haters~<\/em><\/p>\n<p>Mengacu pada teori wacana, setiap tanda menyiratkan suatu pesan tertentu. Nah, postingan Instagram seseorang juga termasuk tanda-tanda simbolis yang dapat merepresentasikan pesan tertentu. Dari pesan-pesan itulah saya menebak bagaimana kepribadiannya. Atau setidaknya bagaimana orang tersebut \u2018ingin dilihat\u2019. Karena bagaimana pun, seseorang bisa saja memanipulasi atau mem-<em>branding <\/em>dirinya sedemikian rupa agar terlihat sesuai yang mereka inginkan.<\/p>\n<p>Nah, sepertinya kalian sudah tidak sabar ingin segera menunaikan ibadah stalking<em>. <\/em>Jadi, berikut 7 parameter stalking instagram yang perlu kita perhatikan.<\/p>\n<h4><strong>1. Opsi Lock Account<\/strong><\/h4>\n<p>Orang yang mengunci Instagramnya seringkali dianggap sombong dan suka pilih-pilih teman. Padahal, nggak gitu juga. Mereka mengunci Instagramnya karena tujuan privasi. Mereka lebih tertarik berteman dengan orang-orang yang mereka kenal di dunia nyata. Sedangkan akun Instagramnya hanya ditujukan sebagai album pribadi; bukan untuk tujuan <em>branding. <\/em>Jika kalian ingin menggebet orang-orang yang mengunci akun Instagramnya, nampaknya kalian perlu usaha ekstra. Mereka adalah orang-orang yang memiliki <em>self-security <\/em>tingkat tinggi, cenderung independen dan idealis.<\/p>\n<h4><strong>2. Pemilihan Username<\/strong><\/h4>\n<p>Seseorang yang menggunakan nama lengkap sebagai <em>username, <\/em>maka dia termasuk orang yang apa adanya dan anti ribet-ribet <em>club. <\/em>Lalu, bagaimana jika seseorang menggunakan nama asli, namun ada tambahan kata\/justru <em>nggak <\/em>ada sangkut pautnya dengan nama asli? Bisa dipastikan dia termasuk orang yang kreatif dan cenderung ingin diperhatikan.<\/p>\n<p>Misalnya, nama Instagram Karjo adalah @bangkarjo atau @karjo123. Nah, apa maksudnya coba si Karjo pakai <em>username <\/em>seperti itu? Orang-orang pasti heran kenapa Karjo ingin dipanggil \u2018Bang\u2019? Terus, kenapa dia pakai angka 123? Nah, inilah tanda-tanda orang yang ingin cari perhatian~<\/p>\n<h4><strong>3. Foto Profil<\/strong><\/h4>\n<p>Jika seseorang menggunakan fotonya sendiri dengan pose tersenyum menghadap ke kamera, mereka termasuk orang-orang <em>mainstream <\/em>yang ingin terlihat ramah. Jika foto profilnya menunjukkan pose <em>candid <\/em>dan tidak menghadap kamera, itu tandanya dia ingin dikenal sebagai sosok misterius dan cenderung ingin diperhatikan.<\/p>\n<p>Lain halnya jika seseorang menggunakan foto keluarga, komunitas, <em>campaign <\/em>tertentu, atau justru produk yang mereka jual. Itu tandanya mereka sedang menunjukkan \u2018itulah\u2019 yang menjadi fokus hidupnya sekarang.<\/p>\n<h4><strong>4. Penulisan Bio<\/strong><\/h4>\n<p>Informasi yang tertera pada bio menunjukkan bagaimana seseorang \u2018ingin dilihat\u2019. Jika dia mencantumkan nama kampus, komunitas\/aliran ideologi tertentu, sudah dipastikan mereka \u2018ingin dikenal\u2019 sebagai bagian dari kelompok tersebut. Perlu sedikit waspada, karena biasanya mereka termasuk orang yang cenderung fanatik terhadap hal-hal yang mereka cantumkan di bionya tersebut.<\/p>\n<p>Akan tetapi, bedakan dengan mereka yang menulis profesi\/<em>passion-<\/em>nya, seperti <em>blogger, <\/em>fotografer<em>, beauty enthusiast, <\/em>dll. Itu tandanya mereka ingin mencari teman-teman se-<em>passion <\/em>dan berharap ada seseorang yang tiba-tiba DM menawarkan <em>commission work.<\/em><\/p>\n<p>Beda lagi dengan seseorang yang mencantumkan <em>quote, <\/em>ayat Al-Qur\u2019an, atau kata-kata merendah seperti \u201cHanya lelaki biasa\u201d. Mereka adalah tipe orang yang mudah baper, hobi <em>self reminder,<\/em> dan punya kecenderungan \u2018ingin didengar\u2019.<\/p>\n<h4><strong>5. Daftar Following<\/strong><\/h4>\n<p>Daftar <em>following <\/em>akan menunjukkan secara gamblang apa saja yang menjadi minat, preferensi, dan bahkan kecenderungan ideologi dan pilihan politik. Jika dia mengikuti akun-akun <em>fanbase <\/em>K-Pop<em>, <\/em>bisa dipastikan dia adalah seorang K-Poper (atau setidaknya memiliki minat tinggi terhadap K-Pop).<\/p>\n<h4><strong>\u00a06. <\/strong><strong>Feed dan Highlight Story<\/strong><\/h4>\n<p><em>Feed <\/em>dan <em>highlight story <\/em>yang ditata rapi menunjukkan pemiliknya adalah seorang pemikir, pengonsep sejati, dan cenderung perfeksionis. Jika setiap postingannya memiliki warna senada, berarti dia adalah orang yang kreatif, artistik, dan sangat totalitas dalam bekerja\/berkarya. Sebaliknya, jika <em>feed <\/em>seseorang terlihat amburadul, itu tandanya dia orang yang spontan, cenderung <em>santuy <\/em>dan cuek terhadap komentar netizen.<\/p>\n<p>Dari segi foto yang diuggah juga bisa mengungkap kepribadiannya lho! Jika dia lebih sering mengunggah fotonya sendiri, tandanya dia orang yang percaya diri dan cenderung ingin menjadi pusat perhatian. Jika dia lebih sering mengunggah foto-foto kebersamaannya dengan teman\/ keluarga, berarti dia tipe orang penyayang, ramah, dan setia kawan. Bahkan, dia punya kecenderungan lebih mengutamakan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaan pribadi.<\/p>\n<p>Jika kalian menemukan <em>feed <\/em>Instagram seseorang dipenuhi foto-foto <em>candid <\/em>yang terlihat \u2018maksa\u2019, berhati-hatilah karena dia orang yang cenderung <em>ndrama. <\/em>Berurusan dengan orang-orang seperti ini bakal sangat melelahkan. Bisa jadi, dia termasuk orang yang butuh 100x foto untuk menemukan 1 foto terbaik yang akan diposting.<\/p>\n<p>Nah, kalau <em>feed-<\/em>nya hanya menampilkan foto-foto pemandangan, tulisan, atau portofolio pekerjaan, bagaimana dong? Seperti yang berkali-kali saya sebutkan, di situlah dia \u2018ingin dilihat\u2019. Bagi mereka, momen kehidupan pribadi tidak perlu menjadi konsumsi publik. Mereka hanya ingin lebih dikenal lewat karya, pemikiran, dan hasil pekerjaannya. Biasanya, tipe orang seperti ini cenderung misterius, independen, dan pekerja keras.<\/p>\n<h4><strong>7. Caption <\/strong><\/h4>\n<p>Ada 2 kemungkinan jika seseorang menulis <em>caption <\/em>singkat atau justru tidak pernah menulis <em>caption <\/em>sama sekali. <em>Satu, <\/em>karena dia bingung ingin menulis apa; yang penting orang lain hanya perlu fokus pada foto yang diunggahnya. <em>Dua, <\/em>dia termasuk tipe orang misterius dan tidak terlalu berminat untuk <em>speak up <\/em>tentang pemikiran dan perasaannya.<\/p>\n<p>Jika seseorang menulis <em>caption <\/em>panjang lebar (bahkan sampai di kolom komentar), itu tandanya dia orang yang antusias dalam bercerita. Entah itu curhat atau berargumen tentang pemikiran dan pandangannya.<\/p>\n<p>Tapi, kalau <em>caption <\/em>yang ditulis hanya mencatut <em>quote <\/em>atau <em>copas <\/em>dari tulisan orang lain, itu tandanya dia masih dalam fase mencari jati diri. Bisa dibilang juga kalau dia kurang kreatif dan sering terombang-ambing oleh pemikiran orang lain. Biasanya, orang-orang seperti ini sering menulis kata-kata baper yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa mereka butuh perhatian.<\/p>\n<p>Nah, demikian 7 parameter untuk menebak karakter seseorang dari akun Instagramnya. Bagaimana? Sebelum uji coba ke akun orang lain, sepertinya kalian perlu stalking akun Instagram kalian sendiri deh~<\/p>\n<p>Meskipun hanya bermodal <em>kemeruh, <\/em>jangan salah gunakan ilmu ini untuk men-<em>judge <\/em>seseorang di depan umum ya! Ilmu ini cukup menjadi rahasia kita bersama agar per-<em>stalkingan <\/em>kita terasa lebih <em>nyeni, heuheu\u2026 <\/em>(Jika mau konsultasi lebih lanjut, hubungi saya lewat Instagram).<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-pikiran-orang-yang-cek-instagram-cuma-buat-lihat-instastory-zaskia-adya-mecca\/\">Menebak Pikiran Orang yang Cek Instagram Cuma buat Lihat Instastory Zaskia Adya Mecca<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/riris-aditia-n\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Riris Aditia N.<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum uji coba ke akun orang lain, sepertinya kalian perlu stalking akun Instagram kalian sendiri deh~<\/p>\n","protected":false},"author":131,"featured_media":4263,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[1093,7318,7319],"class_list":["post-57053","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-instagram","tag-karaktero-orang","tag-stalking-instagram"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/131"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57053"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57053\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}