{"id":56480,"date":"2020-06-16T16:58:54","date_gmt":"2020-06-16T09:58:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=56480"},"modified":"2020-06-16T16:58:54","modified_gmt":"2020-06-16T09:58:54","slug":"3-keistimewaan-honda-supra-fit-100-cc-yang-bikin-saya-betah-makenya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-keistimewaan-honda-supra-fit-100-cc-yang-bikin-saya-betah-makenya\/","title":{"rendered":"3 Keistimewaan Honda Supra Fit 100 cc yang Bikin Saya Betah Makenya"},"content":{"rendered":"<p>Karena belum bisa beli motor sendiri, pakai duit sendiri, atau ngutang sana-sini, saya dipinjemin motor bapak saya. Motor yang dipinjemin itu pun bukan tergolong motor mahal, malahan terbilang legend. Motor yang saya maksud adalah Honda Supra Fit 100 cc. Hah! Motor ini terlalu kuno?<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bodo amat. Pokoknya lumayanlah buat wara-wiri. Tanpa Supra Fit 100 itu, mungkin saya tak bisa ke mana-mana. Diem&#8230; aja di rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyaris 6 tahun Supra Fit 100 menemani keseharian saya. Ke mana pun saya hendak pergi, selalu bersama dia. Mulanya, saya enjoy aja numpak Supra Fit 100. Sampai ketika masuk kuliah, saya baru menemui godaannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan godaan sih, melainkan lebih cocok disebut cibiran. Apa boleh buat. Supra Fit 100 memang motor yang cukup lawas. Lahiran tahun 2005, yang mana waktu itu motor Honda Supra tengah naik daun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin ke sini, semakin sedikit orang yang mengandalkan Honda Supra Fit 100, bahkan untuk sekadar antar jemput anak ke sekolah. Di desa-desa pun orang-orang lebih memilih motor matic dan injeksi. Honda Supra Fit 100 pun semakin ketinggalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu ketika, saya dan kawan-kawan hendak berlibur ke daerah dataran tinggi Dieng. Laki-laki selalu kebagian tugas buat membawa motornya masing-masing. Kawan saya langsung melirik ke arah saya, kemudian melontarkan pertanyaan menohok &#8220;memangnya motor kamu kuat?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duaaarrr!! Biar nggak malu-maluin, saya jawab dulu sementara dengan &#8220;mudah-mudahan kuat, kok.&#8221; Kawan-kawan saya pun seolah tak percaya. Ujung-ujungnya mereka tertawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nyali saya mendadak ciut, tapi apalah hendak dikata, sebagai laki-laki tulen, saya yakin motor kebanggaan saya itu sanggup mengarungi jalan raya Pekalongan-Batang-Wonosobo.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berangkatlah saya ke ibu saya, guna meminta restu supaya membawa Supra Fit 100 berwarna biru itu. Sebelum menghadap, saya sudah punya beragam alasan agar motor tersebut bisa dipakai. Sekaligus saya juga sudah siap-siap kalau-kalau motor itu nggak bisa dipakai ke Dieng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasilnya\u2026 tengtereng\u2026 nihil. Honda Supra Fit 100 yang bikin saya nyaman duduk di joknya itu tak bisa dibawa ke Dieng. Alasannya motor tersebut nggak bakalan kuat buat nanjak. Apalagi waktu saya bilang ke ibu saya kebetulan motornya belum sempat diservis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak bisa nanjak adalah alasan yang sepele. Alasan tersebut sering kali mencuat dari orang-orang yang nggak percaya kalau motor 100 cc kuat mengarungi jalan dengan kemiringan 45 derajat. Selain menghina, kawan-kawan saya menyarankan buat ganti yang lebih bagus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nenek saya pun pernah menawari saya buat beli motor baru. Mau dibayarin pakai uang tabungan, katanya. Honda Supra Fit 100 suruh dijual, nanti ditambahin buat beli motor yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejujurnya itu tawaran yang menarik, tapi jauh di relung hati yang paling dalam, saya enggan berpisah dengan Supra Fit 100 itu. Meski dia secara STNK bukan milik saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Honda Supra Fit 100 punya 3 keistimewaan. Namanya saja keistimewaan, otomatis motor lain nggak punya dong. Sekalipun itu RX King sampai N-Max. 3 keistimewaan inilah yang membuat saya tak mau beranjak dari Supra Fit 100.<\/span><\/p>\n<h4><b>1. Irit<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada yang mengatakan Honda Beat, yang katanya motor sobat misquen itu adalah motor paling irit BBM sejagat +62, saya termasuk orang yang nggak bisa mempercayainya 100 persen. Saya pernah beradu dengan kawan saya yang memakai Honda Beat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak tahu persisnya gimana buat menghitung keiritan. Tetapi yang jelas, Honda Supra Fit 100 saya dengan Honda Beat kawan start di tempat yang sama, meski dengan posisi jarum indikator bahan bakar di speedometer berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supra Fit 100 saya jarum indikatornya berada satu baris di atas huruf &#8220;E&#8221; yang sering saya asumsikan sebagai inisial &#8220;Entek&#8221; (habis). Sedangkan Honda Beat kawan saya bensinnya separuh dari indikator. Kita sama-sama pengin ke objek wisata Pagilaran di Kabupaten Batang. Jaraknya sekitar 50 kilometer dari Pekalongan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Logisnya, kawan saya itu akan mengisi bensin lebih banyak dari saya. Tetapi nyatanya tidak, Supra Fit 100 hanya butuh sekali ngisi doang, pulangnya sangat nyukup. Sedangkan, Honda Beat tadi butuh dua kali mengisi bahan bakar\u2014pulang-pergi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu tentu masih banyak contoh yang menunjukkan bahwa Honda Supra Fit 100 adalah motor yang super irit. Bahkan nih ya, saking banyaknya nggak bisa saya tulis semuanya di sini. Hehe.<\/span><\/p>\n<h4><b>2. Bodi Ramping<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar mudah menembus kemacetan, cepat saja nggak cukup. Motor kamu boleh punya kecepatan di atas rata-rata. Tetapi kalau sudah ketemu kemacetan dengan kendaraan yang padat merayap, ya tetap bakal kejebak juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu butuh motor yang bodinya ramping. Sehingga mampu melenggak-lenggok dengan manjanya di antara sela-sela metromini dan truk pasir yang terkadang waktu macet mepetnya bukan main. Dalam urusan kecepatan Supra Fit 100 tergolong biasa-biasa saja. Namun dengan bodinya yang ramping memudahkan saya terlepas dari kemacetan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bisa dengan mudah geyal-geyol di antara truk-truk dan angkot yang bertambah bising karena klaksonnya dibunyikan. Sedikit berisiko sih, tapi karena nyali saya sudah terlatih semenjak sering nonton tong setan, maka bukan masalah.<\/span><\/p>\n<h4><b>3. Mudah Diatasi Saat Mogok<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian orang saat motornya tiba-tiba mogok di jalan raya lebih banyak yang memilih untuk mendorongnya hingga ketemu bengkel. Bayangkan jika semisal bengkelnya jauh? Atau mogok di tengah-tengah rimbunnya pepohonan. Yah\u2026 cepek deh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama bersama Supra Fit 100, saya nggak perlu cemas kalau tiba-tiba mogok di tengah jalan. Saya juga nggak perlu kepayahan mendorong motor hingga ke bengkel. Sebab tatkala mogok, Supra Fit 100 mudah diperbaiki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya diwanti-wanti bapak saya kalau mogok periksalah bagian businya. Katanya, kalau motornya mogok, biasanya businya kotor. Untuk memperbaikinya tinggal bersihkan saja busi motornya. Boleh juga diganti sekalian, biar ketika diengkol langsung greeeng\u2026<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak seperti motor-motor yang letak businya tertutup bagian-bagian tertentu, Supra Fit 100 businya mudah dijangkau. Saya mudah saja memutarnya buat dibersihkan atau diganti dengan busi cadangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">3 keistimewaan itu akhirnya membuat saya sampai sekarang betah mengendarai Honda Supra Fit 100 cc ke mana saja, dan dengan siapa saja. Oleh karena itu pula bapak saya hingga kini enggan menjual motor ini. Katanya, lebih baik jual yang Mio saja.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenangan-manis-bersama-si-bebek-sirkuit-jupiter-z\/\">Kenangan Manis Bersama si \u201cBebek Sirkuit\u201d Jupiter Z<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-arsyad\/\">Muhammad Arsyad<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Honda Supra Fit 100 punya 3 keistimewaan. Namanya saja keistimewaan, otomatis motor lain nggak punya dong. Sekalipun itu RX King sampai N-Max.<\/p>\n","protected":false},"author":448,"featured_media":56915,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[7289,6728,7288],"class_list":["post-56480","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-honda-supra","tag-otomojok","tag-pengalaman-dengan-motor-honda-supra"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56480","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/448"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56480"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56480\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56480"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56480"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56480"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}