{"id":5507,"date":"2019-07-04T13:00:29","date_gmt":"2019-07-04T06:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=5507"},"modified":"2022-01-20T15:11:06","modified_gmt":"2022-01-20T08:11:06","slug":"menurut-kamu-apa-arti-emoji-dua-telapak-tangan-yang-menyatu-ayo-kita-sepakati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menurut-kamu-apa-arti-emoji-dua-telapak-tangan-yang-menyatu-ayo-kita-sepakati\/","title":{"rendered":"Menurut Kamu Apa Arti Emoji &#8216;Dua Telapak Tangan yang Menyatu&#8217;?"},"content":{"rendered":"<p>Lagi, media sosial di Indonesia kembali dibikin heboh dengan drama yang membuat perpecahan di tubuh netizen. Sebelumnya warganet sudah terbagi ke dalam <em>dorama<\/em> dengan edisi <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tim-ikan-asin-vs-tim-mokondo-istilah-baru-dalam-perselisihan-selebritis-indonesia\/\">Tim Ikan Asin vs Tim Mokondo<\/a> atau <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/corak\/maljum\/takut-bus-hantu-malah-naik-kereta-hantu\/\">Tim Bus Hantu vs Tim Kereta Hantu<\/a>.\u00a0Eh, sekarang mereka semakin terpecah lagi dengan perbedaan pendapat mengenai pemakaian <em><i>emoji<\/i><\/em> &#8216;dua telapak tangan yang menyatu&#8217;. Masing-masing kubu sangat bersikeras. Ada tim yang meyakini bahwa <em><i>emoji<\/i><\/em>\u00a0itu sebagai bentuk <strong>permohonan<b>, <\/b><\/strong>ada juga\u00a0yang menganggap sebagai <strong>doa<\/strong><em><i>, <\/i><\/em>plus sebagian lainnya ada yang yakin sebagai bentuk <strong>tos-tosan<\/strong><em>\u2014high five<\/em>.<\/p>\n<p>Sebagai mas-mas biasa yang selalu bingung dengan jalan pikiran pengguna internet di negeri <em>berflower<\/em>\u2014Indonesia\u2014dalam hati saya bergumam, &#8220;<em><i>Hmm, emoji saja kok dipermasalahin ya?\u201d<\/i><\/em><\/p>\n<p>Tapi tiba-tiba ada suara lain dalam benak saya yang berontak dan berujar, <em><i>\u201cLho bukan begitu!<\/i><\/em>\u00a0<em><span style=\"text-decoration: line-through;\"><i>*menirukan nada suara Hakim MK Pak Arif Hidayat dalam sidang<\/i><\/span><\/em><em><i> penggunaan emoji harus sesuai konteks percakapan tahu! Kalau kita salah mengartikan atau mendistribusikan emoji tersebut maka akan berdampak pada mispersepsi obrolan!<\/i><\/em>\u201d\u2014pikir otak saya.<\/p>\n<p>Baiklah karena termakan rasa penasaran saya pun coba <em><span style=\"text-decoration: line-through;\"><i>melakukan riset<\/i><\/span><\/em> nanya-nanya dengan kawan-kawan terdekat saya tentang sudut pandang mereka terhadap arti dan penggunaan dari <em><i>emoji<\/i><\/em> &#8216;dua telapak tangan yang menyatu&#8217;\u00a0tersebut. Mereka pun punya pandangan masing-masing. Diantaranya:<\/p>\n<p>Adalah Erik, pengguna <em><i>emoji<\/i><\/em> &#8216;dua telapak tangan yang menyatu&#8217; dari tim <strong>tos-tosan<\/strong> yang percaya sekali bahwa <em><i>emoji<\/i><\/em>\u00a0tadi sebagai bentuk <em><i>high five<\/i><\/em> atau tos-tosan antara dua orang. Semisal dalam percakapan seperti:<\/p>\n<p><em><i>\u201c<\/i><\/em>Ya udeh, ntar kita ketemu di tempat biasa. Sampai jumpa ya, Bro <em><i>*<\/i><\/em>diikuti emoji\u201d.<em><i>&#8220;<\/i><\/em>\u00a0Ia pun bersikukuh dengan berkata \u201c<em><i>See, <\/i><\/em>Mas? Ini tuh bentuk adu tos ala <em><i>see you see you<\/i><\/em> gitu. Keren kan aku?&#8221;<\/p>\n<p>Aku pun menjawab, &#8220;Iya deh, Rik.&#8221;\u2014agar cepat.<\/p>\n<p>Kemudian saya beralih ke koresponden lain. Adalah Sinta\u2014pengguna <em><i>emoji<\/i><\/em> yang sama\u2014yang yakin betul bahwa <em>emoji<\/em> menyatukan telapak tangan itu adalah sebuah representasi dari ekspresi <strong><b>permohonan.<\/b><\/strong><\/p>\n<p>\u201cAku sih selalu menggunakannya dalam hal yang menyangkut permohonan atau permintaan tolong,\u201d jawabnya. \u201cContoh nih kalimat kayak: Eh sin, aku pinjem dulu bukumu ya? Ntar pasti aku balikin deh, please *diikuti emoji.\u201d lanjut Sinta. \u201cJadi pas banget kan kalo sebagai bentuk permohonan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Berikutnya, aku menanyai Hari yang juga gemar menggunakan <em><i>emoji<\/i><\/em> yang bersangkutan. Justru Ia biasa menggunakan <em>emoji<\/em>\u00a0 sebagai bentuk perwujudan <strong><b>tangan yang berdoa<\/b><\/strong>. Dalam percakapan atau <em><i>chat<\/i><\/em> dia buat <em><i>sample<\/i><\/em> hal seperti ini, \u201cOkay deh kalo Mamah kamu tidak apa-apa, saya doakan supaya cepat sembuh\u2014Al-Fatihah *diikuti emoji\u201d<em> atau <\/em>\u201csemoga amal dan ibadahnya diterima ya, amin *diikuti emoji.\u201d<\/p>\n<p>Nah selain pendapat dari ketiga teman Mas itu, ada juga kok pendapat dari mereka yang memakai<em><i> emoji &#8216;dua telapak tangan yang menyatu&#8217;<\/i><\/em>\u00a0sebagai bentuk <strong><b>terima kasih<\/b><\/strong>. <em><i>Simple-<\/i><\/em>nya ya, \u201cterima kasih *diikuti emoji\u201d atau &#8220;<em>thank you,<\/em> Bro *diikuti emoji.&#8221;<\/p>\n<p>Konfrontasi antara mereka yang memiliki arti berbeda terhadap emoji tersebut, turut menyeret salah satu <a href=\"https:\/\/twitter.com\/keithbroni\">peneliti <em><i>emoji<\/i><\/em>\u00a0bernama\u00a0Keith Broni\u00a0yang angkat suara<\/a>.<\/p>\n<p>Dalam artikel yang diterbitkan oleh detik.com,\u00a0Broni menyatakan bahwasanya <em><i>\u201c<\/i><\/em>Itu maksudnya seperti menyatukan kedua telapak tangan secara individual, bukan tos-tosan\u201d Kendati demikian, penggunaan emoji &#8216;dua telapak tangan yang menyatu&#8217;\u00a0memang bebas diartikan apa saja bergantung pada kebiasaan atau budaya.<\/p>\n<p>Semisal di Jepang, kadang <em><i>emoji<\/i><\/em>\u00a0itu digunakan pada ucapan \u2018<em><i>itadakimasu\u2019 <\/i><\/em>yang bisa mereka pakai sebelum makan. Kalau di Barat, biasa dipakai untuk \u2018<em><i>begging for something\u2019 <\/i><\/em>yang merujuk pada<em><i>\u00a0\u2018please, apologize, and etc<\/i><\/em>.\u2019 Dalam Hindu pun bisa juga dipakai dalam sapaan <em><i>\u201cNamaste.\u2019<\/i><\/em><\/p>\n<p>Khusus di Indonesia, sendiri kalau dibayangkan dalam kehidupan nyata genstur telapak tangan yang menyatu biasa digunakan secara beragam sih. Kalo mas lihat sih seperti, ucapan \u201cterima kasih sudah menaiki maskapai kami\u201d di bandara, bisa juga penyambutan \u201c<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mari-bersepakat-bahwa-indomaret-lebih-baik-daripada-alfamart\/\">selamat datang di Indomaret<\/a>\u201d\u00a0atau sebagai salam pembuka \u2018assalamulaikum\u2019 dalam budaya Timur. Oh iya, yang paling sering \u00a0juga biasa digunakan dalam ucapan, \u201cselamat hari raya.\u201d<\/p>\n<p>Jadi, kalau menurut <em><i>antum <\/i><\/em>itu emoji cocoknya mengartikan apa nih? Lebih baik kita sepakati bersama di kolom komentar yhaaa~<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Eh, sekarang mereka semakin terpecah lagi dengan perbedaan pendapat mengenai pemakaian emoji &#8216;dua telapak tangan yang menyatu&#8217;.<\/p>\n","protected":false},"author":145,"featured_media":5572,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12914],"tags":[1449,1448,1451,1450],"class_list":["post-5507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gadget","tag-emoji","tag-emoji-dua-telapak-tangan-yang-menyatu","tag-emoji-high-five","tag-perdebatan-netizen"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/145"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5507"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5507\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}