{"id":54654,"date":"2020-06-08T10:35:02","date_gmt":"2020-06-08T03:35:02","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=54654"},"modified":"2020-06-08T10:36:04","modified_gmt":"2020-06-08T03:36:04","slug":"mbak-nana-tagar-wisudaldr2020-itu-bukannya-nyemangatin-malah-bikin-sedih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mbak-nana-tagar-wisudaldr2020-itu-bukannya-nyemangatin-malah-bikin-sedih\/","title":{"rendered":"Mbak Nana, Tagar #WisudaLDR2020 Itu Bukannya Nyemangatin Malah Bikin Sedih"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Najwa Shihab berulah lagi!!! Kali ini, Mbak Nana bikin tagar #WisudaLDR2020 di Instagram. Isinya apa? Ya kalian juga tahu, foto-foto wisuda &#8220;fisik&#8221; yang digelar sebelum corona menyerang. Mbak Nana bilang di caption foto wisudanya bahwa blio nggak bermaksud bikin adek-adek angkatan 2020 cemburu, apalagi bersedih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>&#8220;Ini ajakan untuk kakak-kakak lulusan sebelum 2020 yang pernah merasakan wisuda fisik utk kasih pesan semangat utk adek-adek lulusan 2020 sambil nostalgia.&#8221;<\/em> Begitu tujuan sebenarnya dari tagar #WisudaLDR2020<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas ini ngawur, nggak nyambung blas. Mau menyemangati kok postingnya foto wisuda sih, Mbak? Saya membayangkan bagaimana bentuk nyata dari tagar #WisudaLDR2020 dan malah emosi, pengin nonjok orang lain jadinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan kamu sekarang sedang merasa sedih karena sudah pasti nggak bisa merayakan wisuda seperti tahun sebelumnya. Terus Mbak Nana atau siapa pun temenmu datang bersama orang tuanya sambil pakai toga, full make up, bawa ijazah, dan foto-foto waktu perayaan di tangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Aku dateng ke sini pakai toga nggak ada maksud bikin kamu sedih, cuma mau kasih semangat.&#8221; Dia bilang begitu sambil tersenyum lebar, wajahnya cerah, jelas sekali dia puas dengan pencapaiannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kamu harus semangat ya, wisuda itu cuma seremoni doang, nggak lebih. Yang lebih penting itu perjuangan waktu skripsi. Kamu mungkin nggak ngerasain euforia wisuda fisik kayak aku, tapi kamu jangan sedih. Tetap semangat!&#8221; Lanjut dia, kali ini sambil menyimpan ijazah dan foto-fotonya di meja.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat yang berarti &#8220;wisuda cuma seremoni doang&#8221; memang benar adanya. Tapi ini cuma bisa dirasakan oleh orang-orang yang sudah wisuda. Buat yang belum, justru wisuda adalah sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Apalagi buat mahasiswa yang orang tuanya juga ikutan nungguin anaknya lulus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat orang kampung, wisuda itu hal yang harus dibanggakan karena berarti anggota keluarganya sukses\u00a0 jadi sarjana, orang pintar yang segala bisa. Saking bangganya, biasanya keluarga besar ikut diboyong hadir ke tempat wisuda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin Mbak Nana nggak tau rasa frustasi saat melihat orang lain pakai toga, posting foto bareng keluarga, teman, dan pasangan di Instagram. Saya dulu sampai hapus aplikasi Instagram terus main Mobile Legend demi menghindari perasaan sedih, emosi, kecewa, dan iri. Pokoknya jangan sampai saya melihat foto orang lain pakai toga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada memberikan semangat pakai foto wisuda, mending Mbak Nana bikin gerakan misalnya #ayobakartoga yang isinya mengajak kawan-kawan lulusan sebelum tahun 2020 membakar toga yang masih mereka simpan di rumah demi menunjukkan solidaritas buat adek-adek angkatan 2020.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini menandakan bahwa toga memang bukan hal yang penting, bahkan dibakar pun nggak masalah. Terus captionnya harus kasih semangat. Saya pikir ini bakal lebih nyambung daripada #WisudaLDR2020.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba kamu tengok tagarnya di Instagram, berapa banyak orang yang kasih semangat ke adek-adek angkatan 2020 secara langsung? Kebanyakan justru menceritakan perasaan senang dan kenangan waktu wisuda sebelum memberikan semangat yang\u2026 standar alias gitu-gitu aja. &#8220;Meski kalian nggak merasakan wisuda, jangan patah semangat.&#8221; Begitulah inti kalimat-kalimat penyemangat yang digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu hal yang menurut saya nggak sopan banget dan bikin emosi meningkat: posting foto wisuda bareng orang tua atau pasangan. Ini jelas semakin bikin iri adek-adek angkatan 2020.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang bangga banget ya bisa foto bareng orang tua saat wisuda. Senyum kalian di foto lebar banget, wajahnya cerah banget, serasa dunia milik keluarga kalian doang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbak Nana ini sepertinya lupa bahwa mayoritas masyarakat Indonesia lebih menghargai hasil daripada proses, makanya banyak banget seremoni dalam kehidupan sehari-hari. Lulus TK, SD, SMP, SMA pasti dirayakan di sekolah. Lulus tes PNS juga sama dirayakan di rumah. Bahkan diterima kerja juga bisa dirayakan. Bentuknya doang yang berbeda, intinya sama saja, kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat adek-adek angkatan 2020, saya mau bilang wisuda itu panas dan bikin bete. Kamu duduk di sebuah ruangan, pakai jubah kegedean dan toga lalu mendengarkan ceramah dari pihak kampus. Setelah itu nunggu giliran di panggil ke depan buat menggeser tali toga. Lalu duduk kembali, nungguin giliran orang lain digeser tali toganya sampai selesai semua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak wisuda juga jadi bikin kamu lebih hemat. Kamu nggak harus bayar ke kampus buat wisuda, nggak sewa mobil, nggak beli make up, nggak sewa jasa MUA, nggak beli sepatu dan baju baru.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sudah-lulus-kuliah-kok-masih-harus-ikut-wisuda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sudah Lulus Kuliah, Kok Masih Harus Ikut Wisuda?<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gilang-oktaviana-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gilang Oktaviana Putra<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daripada memberikan semangat pakai foto wisuda, mending Mbak Nana bikin gerakan seperti #ayobakartoga demi menunjukkan solidaritas buat adek-adek angkatan 2020.<\/p>\n","protected":false},"author":158,"featured_media":21846,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[1002,5663,2312,7106],"class_list":["post-54654","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-najwa-shihab","tag-pandemi-corona","tag-wisuda","tag-wisudaldr2020"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54654","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54654"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54654\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21846"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54654"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54654"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54654"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}