{"id":54258,"date":"2020-06-24T08:45:01","date_gmt":"2020-06-24T01:45:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=54258"},"modified":"2020-06-25T10:29:47","modified_gmt":"2020-06-25T03:29:47","slug":"bukan-cewek-bandung-cantik-cantik-tapi-cewek-di-bandung-cantik-cantik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bukan-cewek-bandung-cantik-cantik-tapi-cewek-di-bandung-cantik-cantik\/","title":{"rendered":"Bukan \u201cCewek Bandung Cantik-cantik\u201d tapi &#8220;Cewek, di Bandung, Cantik-cantik&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><em>Jangankan, cowok. Saya saja sebagai cewek dibuatnya heran. Kenapa satu kota rata-rata ceweknya cantik semua? Bandung, Bandung, kalau kata Brouwer \u201cBumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum\u201d, bisa jadi itu karena dibarengi dengan membayangkan eloknya paras Aphrodite. <\/em><\/p>\n<p>Selain Gedung Sate sebagai ikon yang dibicarakan hampir setiap orang ketika mendengar kata \u201cBandung\u201d\u2014ya padahal Gedung Sate tuh nggak bisa dimasukin sama sekali sih\u2014Bandung juga masih dianggap sebagai Kota Kembang sampai saat ini. Untuk sebagian laki-laki, berkunjung ke Bandung bisa jadi sebagai langkah cari peruntungan. Kali aja ada yang bisa dilamar, kan, lumayan.<\/p>\n<p>Saya mulai berdomisili di Bandung sejak 2015. Saya berkuliah di salah satu universitas negeri di sana. Saya datang sebagai gadis kampung, yang baru keluar dari pesantren selama 6 tahun, dan harus dihadapkan dengan keindahan paras gadis-gadis Bandung. Saya langsung <em>insecure. <\/em>Itu, sih, karena muka saya buriknya minta ampun. Maklum, selama <em>mondok, <\/em>merawat wajah seperti mencuci muka dan pakai bedak masih bukan prioritas.<\/p>\n<p>Menerima realita bahwa \u201cmereka\u201d menarik dan saya burik, tekad ini bulat untuk berbenah diri. Mulai dari cuci muka tiap pagi dan malam hari, menggunakan alas bedak dan bedaknya, gincu Arab, dan tak lupa celak mata. Iya, celak mata. Maklum, jebolan pondok. Waktu itu belum ngerti kalau <em>eyeliner <\/em>itu lebih kering dan nggak beleberan yang bikin mata jadi kayak bocah emo.<\/p>\n<p>Untuk di sebagian pandangan, mungkin saya terkesan memaksakan atau bahkan menghilangkan jati diri secara perlahan. Iya, iya, saya tau cantik itu relatif. Dan perlu diingat, relatif itu kembali lagi menjadi urusan pribadi. Lagi pula, menjadi wanita yang bersih dan rapi, saya rasa bukan suatu perbuatan aib.<\/p>\n<p>Eh, kok, tapi ternyata, teman saya yang cantik-cantik, mayoritas bukan saja orang Bandung. Pernyataan ini mengambil sampel dari lingkungan kelas, dan asrama saya. Memang tidak bisa dijadikan patokan, tapi mari coba belajar satu hal. Di lingkungan kelas dan asrama saya, mayoritas penghuninya tidak melulu diisi orang Bandung saja. Justru, warga Bandung kalah jumlah karena banyaknya kumpulan pendatang seperti dari Bekasi, Sumedang, Garut, Cirebon, Tegal, Surabaya, bahkan Riau. Mereka yang berasal dari daerah tersebut bening-bening semua, <em>cok. <\/em>Di sini saya memang belum bisa menarik kesimpulan, tapi setidaknya saya sudah bisa mengawang-awang.<\/p>\n<p>Menyadari bahwa yang cantik bukanlah melulu dari Bandung, saya makin berpikir. Apakah Bandung yang membuat sejumlah teman saya dari beragam daerah tersebut menjadi cantik atau merekalah yang membuat Bandung cantik? Hal ini belum bisa saya pecahkan, karena kiranya saya akan memerlukan observasi yang bahkan mungkin apiknya ditelaah dari kisah zaman dahulu untuk mengetahui apa yang membuat Bandung tampak terlihat menarik. Tapi, saya tidak senganggur itu, <em>btw. <\/em><\/p>\n<p>Dan kini, saya mendapatkan satu perspektif lain. Diri saya sendiri. Selama mencoba untuk bertransformasi menjadi cewek \u201ccantik\u201d, saya tidak sadarkan diri, sampai ketika beberapa teman mengatakan \u201cLho, kok jadi beda ya sekarang, mah.\u201d Saya sendiri tidak begitu merasakan perbedaaanya.<\/p>\n<p>Tidak berhenti di situ, ketika saya berkunjung ke rumah guru lama, bertemu teman semasa Aliyah, atau \u00a0bahkan temannya teman, ketika ditanya saya orang mana, saya tak selalu spontan menjawab. Biar mereka saya tanya balik, \u201cKelihatannya dari mana?\u201d Memang tidak semuanya, tapi hampir 75% mereka mengira saya orang Bandung. <em>What the fucek, man~ <\/em><\/p>\n<p>Dikira orang Bandung tak lantas memberi saya cela untuk jemawa. Ya, saya senang. Karena berarti, saya berhasil beradaptasi dengan lingkungan secara baik\u2014lingkungannya, ya, bukan tiap individu di masyarakat. Justru, setidaknya saya menemukan jawaban dari 2 pertanyaan membingungan sebelumnya; tidak melulu tentang orang Bandungnya saja yang cantik, melainkan juga perilaku cewek \u201cdi Bandung\u201d yang membuat seorang wanita barubah tampak cantik.<\/p>\n<p>Hal ini bisa terjadi karena semakin diperkuat dengan tingkat <em>insecurity<\/em> seseorang saat melihat cewek lain lebih bening, yang membuatnya merasa kalah \u201csaing\u201d. \u00a0Padahal, ya, nggak perlu terlalu dibikin pusing.<\/p>\n<p>Berangkat dari pengalaman sendiri, saya menyimpulkan bahwa sepertinya ada yang perlu diralat dari \u201cCewek Bandung cantik-cantik\u201d untuk menjadi \u201cCewek di Bandung cantik-cantik\u201d. Tapi, ya\u2026 nggak semudah itu, <em>brambang<\/em>. Toh, nyatanya, selama saya <em>skincare-an <\/em>dan kemudian dibilang jadi beda dengan konotasi menuju ke perubahan penampilan saya yang jadi lebih baik dari sebelumnya, ternyata saya masih acap kali dikira \u201cOrang Bandung, ya?\u201d\u00a0<em>Hadeuh~\u00a0<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cari-jodoh-orang-sunda-aja\/\">Cari Jodoh? Orang Sunda aja<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nuriel-shiami-indiraphasa\/\">Nuriel Shiami Indiraphasa<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yang cantik di bandung itu bukan cuma cewek-cewek asli Bandung. Yang datang dari daerah lain juga cantik-cantik&#8212;dan berusaha jadi cantik kalau di Bandung.<\/p>\n","protected":false},"author":825,"featured_media":59840,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[141,7420,7419],"class_list":["post-54258","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-bandung","tag-cewek-bandung-cantik-cantik","tag-cewek-cantik"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54258","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/825"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54258"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54258\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59840"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54258"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54258"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54258"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}