{"id":53986,"date":"2020-06-10T14:47:07","date_gmt":"2020-06-10T07:47:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=53986"},"modified":"2021-10-24T19:52:48","modified_gmt":"2021-10-24T12:52:48","slug":"unggah-foto-di-medsos-wajah-nggak-usah-ditutupi-pakai-stiker-dong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/unggah-foto-di-medsos-wajah-nggak-usah-ditutupi-pakai-stiker-dong\/","title":{"rendered":"Unggah Foto di Medsos, Wajah Nggak Usah Ditutupi Pakai Stiker, dong!"},"content":{"rendered":"<p>Di era sekarang, tak ada satu pun hal yang bisa ditutupi secara rapat-rapat. Semua rahasia sekecil apa pun bakal terbongkar. Bahkan, orang lebih suka blak-blakan di era serba canggih dan serba sharing ini. Kini, orang sudah tak canggung lagi menunjukkan dirinya ke khalayak ramai.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita sudah nggak membutuhkan papan reklame supaya foto kita dilihat oleh seluruh warga kota. Atau kita nggak perlu susah payah mengunjungi kantor televisi dan rumah produksi untuk sekadar melamar menjadi pembawa acara dan bintang film agar kita dikenal luas masyarakat seantero nusantara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita tinggal menyentuh gawai, memilih media sosial (medsos) favorit, kemudian mengunggah foto di sana. Mau yang menyenangkan, menyebalkan, atau bahkan memalukan, bukanlah soal, yang paling penting eksis dulu. Sihir medsos memang luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri baru mulai mengenal Facebook sebagai satu-satunya medsos yang saya gunakan. Itu pun hanya karena iming-iming kawan saya, kalau Facebook itu banyak gimnya. Akhirnya, karena saya gamers yang ndakik-ndakik, ya terhasut begitu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulanya cuma buat mainan Ninja Saga, tapi lama-kelamaan, saya pergunakan Facebook sebagaimana kawan-kawan lain menggunakannya. Bikin status, komentar status orang, inbox-an sama cewek (tentunya ini teman saya sendiri loh ya), sampai posting foto segala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Facebook, saya mengenal Instagram. Giliran Instagram yang jadi tempat orang-orang itu menampakkan foto diri mereka. Baik Facebook maupun Instagram, bahkan selepas saya mengenal Twitter, medsos memang sedari dulu kayaknya cuma jadi tempat titip foto orang-orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tak apalah. Barangkali narsis semacam itu adalah cara untuk mereguk sedikit demi sedikit eksistensi. Sayangnya, mengunggah foto di medsos ini, lambat laun, kok malah variasinya makin sukar dinalar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Saking terlampau macam-macamnya varian orang mempublikasikan foto di medsos. Ada satu yang membuat saya mengernyitkan dahi dan memunculkan hormon Pantura (baca: misuh-misuh) saya, adalah orang mengunggah foto dengan wajah yang tertutup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak\u2026 tidak\u2026 bukan tertutup niqob, cadar, atau sebangsanya. Tetapi sebenarnya pas diunggah, bagian wajahnya ditempeli stiker. Kan jadinya si wajahnya ini nggak kelihatan, dong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau misalnya, fotonya nggak mau dilihat orang banyak, ya nggak usah diunggah di medsos. Ketika fotonya lewat di linimasa atau timeline, kan kita-kita nih jadi menerka-nereka, siapa sih di balik foto itu? Saya sendiri agak kesal melihat foto yang sejenis itu, serius, bahkan lebih baik nonton video Kekeyi deh, daripada lihat foto tapi ditempeli stiker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika pengin eksis, ya eksis saja sekalian. Mau pamer wajah aja kok tanggung. Ini nggak cuma berlaku buat perempuan loh ya, tetapi lelaki juga. Sebab, laki-laki juga tak sedikit yang seperti itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengunggah foto dengan menutupi bagian wajah dengan stiker ini ternyata nggak cuma di medsos yang bersifat publik, loh.<\/span>\u00a0Di WhatsApp yang cenderung lebih privat juga menjamur. Malahan di sana intensitasnya semakin banyak.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun harus sedikit bekerja keras buat menebak siapa foto yang di-posting teman saya via Story WhatsApp. Loh, tinggal nggak usah pedulikan tuh snap, kan beres? Bagi saya nggak begitu. Apa saja yang diunggah via Story WhatsApp akan saya anggap penting\u2014ya meski ada juga yang nggak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuma, apa salahnya kita peduli dengan teman, walau hanya nontonin Story WhatsApp? Saya pikir itu adalah hal yang kurang penting dan remeh-temeh. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, WhatsApp itu kan sudah memfasilitasi penggunanya buat menampilkan apa saja di Story atau Snap. Nah, orang yang memanfaatkan fasilitas itu, tentu tahu betul apa keuntungannya, dan\u2014meski saya nggak bisa memastikan\u2014dia bakal menginginkan ada yang lihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Niatnya mau peduli, tapi fotonya ditutupi stiker, jadi nggak peduli deh. Oke\u2026 oke\u2026 nggak ada yang peduli, nggak apa-apa, gitu? Yakin begitu? Baiklah kalau begitu. Namun begini, kamu-kamu yang pasang foto di medsos dengan ditempeli stiker di wajahnya, pernah sesekali mikir nggak, kalau semisal nanti justru ada yang salah sangka?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, kamu lagi foto sama kakakmu nih, terus wajah sang kakak ditutupi stiker, terus dikasih kepsyen &#8220;sayangku&#8221; plus emot love. Kebetulan pacar kamu nontonin foto itu, dia belum pernah kenal dan bertemu dengan kakakmu, tahu wajahnya saja tidak. Hayo loh&#8230; boleh jadi, pacarmu itu akan menduga kamu selingkuh. Wah, bisa gagal yang-yangan, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya punya pengalaman demikian. Ceritanya, cewek yang saya suka itu foto sama seorang cowok. Terus wajah foto keduanya ditutupi pakai stiker. Meski ditutupi begitu, saya masih bisa mengenalinya. <\/span>Saya nggak marah dong, lha wong dia bukan pacar saya kok. Cuma, saya akhirnya sudah terlanjur menduga-duga yang nggak jelas, dan memilih menyerah mengejarnya.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menganggap cewek yang saya suka itu sudah punya pasangan. Apalagi dalam unggahan foto yang ditempeli stiker itu, terdapat kapsyen yang saya pahami kapyen-kapsyen khas orang-orang dimabuk asmara. <\/span>Belakangan kemudian, saya baru mengetahui bahwa yang ada di foto bersama cewek yang saya suka itu bukan pacarnya. Melainkan kakaknya kalau nggak salah, saya lupa. Bedebah.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang-orang mah sukanya aneh-aneh, mengunggah foto tapi wajahnya ditutupi, sungguh nggak jelas banget. Coba deh, kamu melamar pekerjaan, terus CV kamu fotonya ditempeli stiker bunga atau apalah. <\/span>Selanjutnya ajukan ke HRD, lihatlah ekspresi HRD itu. Dari situ kamu bisa menyaksikan gambaran bagaimana saat orang lain melihat fotomu yang wajahnya ditutupi stiker itu.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/instagram-berinovasi-nggak-ngaruh-sama-kecemasan-saya\/\">Percuma Instagram Berinovasi, Nggak Ngaruh Tuh Sama Kecemasan Saya<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-arsyad\/\">Muhammad Arsyad<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada satu hal yang bikin saya memunculkan hormon Pantura (baca: misuh-misuh), adalah orang mengunggah foto dengan wajah yang tertutup stiker.<\/p>\n","protected":false},"author":448,"featured_media":19647,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"source_name":"","source_url":"","via_name":"","via_url":"","override_template":"0","override":[{"template":"1","single_blog_custom":"","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"top","share_float_style":"share-monocrhome","show_share_counter":"1","show_view_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","show_post_category":"1","show_post_reading_time":"0","post_reading_time_wpm":"300","show_zoom_button":"0","zoom_button_out_step":"2","zoom_button_in_step":"3","show_post_tag":"1","show_prev_next_post":"1","show_popup_post":"1","number_popup_post":"1","show_author_box":"0","show_post_related":"0","show_inline_post_related":"0"}],"override_image_size":"0","image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"crop-500","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post":"0","trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post":"0","sponsored_post_label":"Sponsored by","sponsored_post_name":"","sponsored_post_url":"","sponsored_post_logo_enable":"0","sponsored_post_logo":"","sponsored_post_desc":""},"jnews_primary_category":{"id":""},"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[4483,1093,1452,6294],"class_list":["post-53986","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-foto","tag-instagram","tag-konten","tag-stiker"],"modified_by":"Intan Ekapratiwi","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/448"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53986"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53986\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19647"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}