{"id":52376,"date":"2020-05-27T15:05:03","date_gmt":"2020-05-27T08:05:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=52376"},"modified":"2020-05-27T15:05:03","modified_gmt":"2020-05-27T08:05:03","slug":"mahfud-md-guyon-corona-seperti-istri-untung-nggak-nyinggung-bola-soalnya-pasti-lebih-bahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahfud-md-guyon-corona-seperti-istri-untung-nggak-nyinggung-bola-soalnya-pasti-lebih-bahaya\/","title":{"rendered":"Mahfud MD Guyon Corona Seperti Istri, Untung Nggak Nyinggung Bola Soalnya Pasti Lebih Bahaya"},"content":{"rendered":"<p>Kiasan. Analogi. Kepercayaan.\u00a0Digunakan untuk menjelaskan sesuatu oleh komunikator kepada komunikan dalam sebuah proses komunikasi. Tentu saja tujuannya supaya pesan yang ingin disampaikan menjadi lebih jelas, mudah ditangkap. Namun, bukan hanya ditangkap, tetapi juga dipahami. Di dalam ilmu bahasa, \u201cTeknik berbunga-bunga\u201d seperti itu mudah dijumpai.<\/p>\n<p>Namun, pada titik tertentu, orang berbahasa juga harus paham dengan dua konteks. Pertama, kesesuaian analogi dan situasi. Oleh sebab itu, berbahasa, bukan lantas memahami teori dan praktiknya saja. Kedua, berbahasa juga sebuah konteks olah rasa. Terkadang, olah rasa tidak bisa dipelajari di bangku teori, tetapi dari kepekaan dan perkembangan hati.<\/p>\n<p>Jadi ya maklum kalau Mahfud MD diserang banyak orang setelah menggunakan sebuah analogi. Mahfud MD menganalogikan corona seperti seorang istri yang tidak bisa ditaklukkan. Oleh sebab itu, selanjutnya, yang bisa dilakukan \u201dsuami\u201d adalah beradaptasi dan hidup bersama dengan cara-cara baru.<\/p>\n<p>&#8220;Istilah sekarang itu namanya new normal. Membuat kenormalan yang baru karena dia kebiasaan. Karena sesuatu yang tidak bisa dihindari. Kemudian apa kita mau mengurung diri ndak? Kita menyesuaikan dengan keadaan itu tapi tetap menjaga diri. Seperti corona ini,&#8221; kata Mahfud MD membuka jokes yang \u201cberbahaya\u201d.<\/p>\n<p>&#8220;Judulnya itu. Dalam bahasa Inggris. Corona is like your wife. In easily you try to control it, then you realize that you can&#8217;t. Then you learn to live with it. Corona itu seperti istrimu, ketika kamu mau mengawini, kamu berpikir kamu bisa menaklukkan dia. Tapi sesudah menjadi istrimu, kamu tidak bisa menaklukkan istrimu. Sesudah itu. Then you learn to live with it. Ya sudah, sudah begitu,&#8221; begitulah bunyi punch line.<\/p>\n<p>Sebuah punch yang bukannya memancing gelak tawa, tetapi sukses \u201cmenghantam\u201d Mahfud MD sendiri. Beliau dianggap seksis, mendegradasikan makna istri, hingga dianggap tidak punya hati karena masih saja bercanda di tengah situasi seperti ini. Namun, bukan itu saja yang ingin saya katakan.<\/p>\n<p>Melihatnya dari sisi kebahasaan, analogi Mahfud MD masuk akal, kok. Maksudnya, dengan mengibaratkan istri sebagai corona dan the new normal, banyak orang menjadi lebih mudah memahami.<\/p>\n<p>Terutama karena pada faktanya banyak suami yang takut istri. Jadi dengan analogi seperti ini, di dalam kepala langsung terbentu gambaran jelas tentang kegagalan mereka menjadi suami berwibawa. Saya tahu Mahfud MD dapat jokes ini dari Luhut Panjaitan. Saya, sih, nggak menuduh Pak Mahfud dan Pak Luhut takut istri, tapi cara menjelaskan jokesnya itu seperti orang yang sudah \u201cberpengalaman\u201d. Berpengalaman takut dan manutan sama istri.<\/p>\n<p>Padahal, kegagalan \u201cmenjinakkan\u201d istri juga menjadi gambaran kegagalan laki-laki menjadi suami yang \u201cbermartabat\u201d. Takut, kok, sama istri. Sama Tuhan, dong. Jadi, melihatnya dari ilmu bahasa, Mahfud MD sebagai komunikator sukses mengirim pesan ke komunikan, yang relate sebagai suami takut istri.<\/p>\n<p>Pernyataan \u201cberbahaya\u201d dari Mahfud MD dihakimi banyak orang. Meski \u201cpas\u201d dari sisi kebahasaan, tetapi tidak elok karena situasi yang tengah terjadi. Pada titik ini, saya bersyukur Mahfud MD tidak jawil-jawil ke sepak bola. Wah, lebih serem, Pak.<\/p>\n<p>Di sepak bola, analogi yang digunakan lebih \u201cseru\u201d. Misalnya, ada yang menyamakan sepak bola, dalam hal ini klub dan pemain seperti agama dan tuhan. Kamu tahu, di Argentina, ada yang namanya Iglesia Maradoniana atau Gereja Maradona. Ini bahkan sudah bukan lagi analogi, tetapi \u201cdiwujudkan\u201d sebagai bentuk sesembahan.<\/p>\n<p>Maradona dianalogikan sebagai tuhan, dipuja setinggi mungkin. Sampai dibuatkan gereja segala. Kalau mau dikatakan \u201cmenghina\u201d agama KTP yang betul sekali. Namun, sekali lagi, dari sisi \u201ckebahasaan\u201d, analogi ini tepat sekali. Maradona dipuja begitu luar biasa berkat \u201ckeajaiban\u201d yang dia bikin di lapangan hijau.<\/p>\n<p>Dari sanjungan, berubah menjadi kekaguman. Dari kekaguman, lanjut ke menyembah, memberi inspirasi dan mungkin ketenangan diri. Sudah seperti efek yang kita rasakan ketika berdoa ke Tuhan \u201cmasing-masing\u201d.<\/p>\n<p>Dari scope yang lebih kecil, suporter \u201cmendewakan\u201d klub dan identitas kedaerahan. Rela saling membunuh demi membela \u201cagama\u201d (baca: identitas) masing-masing. Indonesia ini ranah yang menjadi contohnya. Untung, Pak Mahfud MD nggak masuk ke ranah sepak bola. Wah, bisa panjang, Pak.<\/p>\n<p>Bermain-main dengan analogi memang menyenangkan. Membuat pesan yang tadinya tersirat menjadi tersurat. Namun, jokes nggak lucu Mahfud MD ini mengingatkan kita untuk berhati-hati ketika main logika. Jika tidak pas dengan situasi, yang terjadi adalah sebuah penghinaan. Tapi kalau orang pemerintah nggak masalah, sih. Kan selalu lolos sama hukum. Paling cuma dibully sama netizen. Netizen menggongong, orang pemerintahan berlalu.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/yms\/balbalan\/arsenal-jodoh-philippe-coutinho-tentang-kebenaran-transfer-dan-baik-buruknya\/\">Arsenal Jodoh Philippe Coutinho? Tentang Kebenaran Transfer dan Baik Buruknya<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/yamadipati-seno\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Yamadipati Seno<\/a> lainnya.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau sudah bawa-bawa sepak bola, bisa panjang urusannya Pak Mahfud. Soalnya buat sebagian orang, bola udah kayak agama.<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":52381,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[6586,6943,3875,6939],"class_list":["post-52376","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-berdamai-dengan-corona","tag-corona-seperti-istri","tag-mahfud-md","tag-new-normal"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52376"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52376\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}