{"id":51927,"date":"2020-05-29T15:00:46","date_gmt":"2020-05-29T08:00:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=51927"},"modified":"2020-05-29T13:14:40","modified_gmt":"2020-05-29T06:14:40","slug":"kesurupan-bukan-cuma-terjadi-karena-kerasukan-setan-bisa-juga-karena-stress-dan-banyak-pikiran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kesurupan-bukan-cuma-terjadi-karena-kerasukan-setan-bisa-juga-karena-stress-dan-banyak-pikiran\/","title":{"rendered":"Kesurupan Bukan Cuma Terjadi Karena Kerasukan Setan, Bisa Juga Karena Stress dan Banyak Pikiran"},"content":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\">Tulisan ini terinspirasi dari <span lang=\"IN\"><a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita-jawa-tengah\/d-5021661\/kaji-fenomena-kesurupan-dosen-unika-semarang-raih-gelar-doktor-di-ugm\"><span lang=\"EN-US\">berita<\/span><\/a> mengenai keberhasilan Dr. Siswanto mendapatkan gelar doktoral berkat disertasinya yang membahas soal kesurupan. Penelitian beliau yang berjudul &#8220;Konstruksi Keyakinan Agama Personal Pada Individu yang Pernah Mengalami Gangguan Kesurupan&#8221;\u00a0 ini saya pikir sangat menarik karena mengingatkan saya ketika mengikuti perkuliahan psikologi sosial di mana dosen saya juga menjelaskan hal yang serupa.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Sejak dulu, masyarat kita selalu mengaitkan kesurupan sebagai fenomena masuknya <\/span>jin <span lang=\"IN\">ke dalam diri manusia. Mengambil alih jiwanya<\/span>. B<span lang=\"IN\">erperilaku aneh <\/span>tidak selayaknya kebanyakan<span lang=\"IN\"> orang.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Penyebab terjadinya kesurupan hingga kini masih jadi bahan perdebatan. Sebagian dari mereka mengganggap disebabkan oleh gangguan jin si penunggu pohon beringin. Sebagian yang lain lebih percaya diakibatkan oleh adanya gangguan psikis. Ada pula yang percaya keduanya, ya termasuk saya ini.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Kalau <\/span>kesurupan <span lang=\"IN\">dilihat dari kacamata budaya sih sah<\/span>-sah<span lang=\"IN\"> aja<\/span> jika dibilang kemasukan jin<span lang=\"IN\">. <\/span>Saya nulis begini bukan berarti kesurupan jin itu nggak ada. Saya juga percaya kalau ruqyah menjadi salah satu solusi dalam penanganannya. Cuman kan nggak itu-itu melulu. S<span lang=\"IN\">ebenarnya fenomena kesurupan <\/span>juga <span lang=\"IN\">bisa dilihat <\/span>melalui<span lang=\"IN\"> kacamata ilmiah<\/span>. Salah satunya adalah melalui kajian keilmuan psikologi.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Kalau dari kacamata psikologi<\/span>, o<span lang=\"IN\">ra<\/span>ng yang kesurupan disebut sedang <span lang=\"IN\">mengalami<\/span> <i>Dissociative Trance Disorder (DTD). <\/i>Orang yang normal adalah mereka yang memiliki kesadaran, persepsi, dan memori yang menyatu. Jika terpecah, maka akan terjadi disosiatif. Trance di sini memiliki arti keadaan tidak sadarkan diri. Keadaan ini dapat berupa kehilangan kesadaran seperti halnya pingsan maupun menyadari seakan ada orang lain yang sedang berdiam di dalam tubuhnya.<i><\/i><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Penyebab utama DTD adalah masalah psikis di mana k<span lang=\"IN\">esurupan merupakan bentuk dari kepribadian kita yang sedang berada dalam kerapuhan. Orang yang stress, banyak pikiran, banyak tekanan, biasanya akan menahan ledakan emosi yang dimilikinya <\/span>sehingga masuk ke dalam <span lang=\"IN\">area bawah sadar. <\/span>Jika dibiarkan, lama-kelamaan<span lang=\"IN\"> area kesadarannya <\/span>akan<span lang=\"IN\"> berkurang<\/span>, lalu mengalami kehilangan kesadaran terhadap lingkungannya<span lang=\"IN\">. <\/span>Kehilangan kesadaran ini biasanya akan dibarengi dengan perubahan pada tingkah laku, ingatan, dan cara berpikir.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Biasanya yang rentan untuk mengalami kesurupan adalah mereka yang punya kepribadian tertutup. Setiap masalah yang dimilikinya seringkali cuma dipendam dan jarang dikeluarkan.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Tau nggak sih, saat kita berusaha melupakan suatu kejadian atau pengalaman, sebenarnya pengalaman itu nggak hilang begitu aja. Tapi disimpan dalam alam bawah sadar kita yang sewaktu-waktu bisa keluar kapan saja. Saat orang yang tertutup ini mencapai batas maksimum kesabaran yang dimilikinya, duaarr, meluaplah semua emosi yang ada pada dirinya. Orang yang kesurupan sama halnya seperti orang lain dalam mengutarakan semua masalahnya. Kesurupan ini menjadi salah satu cara untuk menyampaikan segala emosi yang ada pada dirinya.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Misalnya ada seorang siswa yang <\/span>sering di bully sama temennya<span lang=\"IN\">. Stres nggak tuh. Nah, <\/span>tekanan emosi yang dirasakan oleh mahasiswa ini akan dikeluarkan dalam bentuk kesurupan <span lang=\"IN\">sebagai upaya keluar dari masalahnya. <\/span>Apalagi ditambah kalau lingkungan si siswa ini nggak dalam keadaan yang sehat. Dalam artian nggak ada yang mendukung dirinya untuk bisa mengatasi bullyan tersebut.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Lalu, gimana ceritanya bisa ada orang yang kesurupan dan langsung dengan fasihnya bisa ngucap bahasa asing? Ada orang jawa kok tiba-tiba ngomong bahasa korea misalnya?<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Kalau dari perspektif budaya sih, mungkin sudah banyak kita ketahui kalau asalnya adalah berasal dari jin itu sendiri yang bisa berbahasa korea. Jika dilihat dari perspektif psikologi, hal ini biasa disebut sebagai <i>hyper recalling,<\/i> yaitu kondisi di mana sebenarnya si penderita sudah pernah memiliki pengalaman terhadap bahasa tertentu sebelumnya.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Sebagai contoh, kalau seorang muslim pernah ngaji, pernah baca Al-Quran yang isinya adalah bahasa arab. Nah, jadilah waktu kesurupan dia lancar banget berbahasa arab, karena sebelumnya dia sudah pernah mengenal bahasa arab walaupun mungkin saja tidak tahu artinya.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Kesimpulannya<span lang=\"IN\">, <\/span>nggak<span lang=\"IN\"> semua kesurupan bisa menyalahkan <\/span>jin<span lang=\"IN\"> sebagai penyebab utamanya<\/span>. Kadangkala dia bisa berasal dari diri sendiri yang sedang bermasalah. Kalau ada masalah yang nggak bisa diselesaikan, segera lari cari bantuan. Entah itu ke teman dekat, keluarga, atau ke orang yang profesional seperti psikolog atau psikiater ahli. Pesan saya, jangan pernah remehkan kesehatan mental kalian!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/paranormal-experience-situ-kesurupan-atau-cari-perhatian\/\">Paranormal Experience: Situ Kesurupan Atau Cari Perhatian?<\/a><\/strong> <strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/hafid-asfiyanto\/\">Hafid Asfiyanto<\/a>\u00a0lainnya<\/strong>.<\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyebab utama kesurupan kalau dari kacamata psikologi adalah stress dan banyak pikiran yang bikin ledakan emosi masuk ke alam bawah sadar.<\/p>\n","protected":false},"author":748,"featured_media":52856,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[244,1327,241],"class_list":["post-51927","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kesehatan-mental","tag-kesurupan","tag-psikologi"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51927","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/748"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51927"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51927\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52856"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}