{"id":4988,"date":"2019-06-28T07:00:25","date_gmt":"2019-06-28T00:00:25","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=4988"},"modified":"2022-01-13T15:44:38","modified_gmt":"2022-01-13T08:44:38","slug":"merapikan-kenangan-mantan-dengan-metode-marie-kondo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/merapikan-kenangan-mantan-dengan-metode-marie-kondo\/","title":{"rendered":"Merapikan Kenangan Mantan dengan Metode Marie Kondo"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada satu titik, usai membaca <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Life Changing Magic of Tidying-Up, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saya seolah mendapatkan pencerahan, entah lewat matahari siang yang muncul dari celah-celah jendela atau lampu kamar yang cuma berdaya tiga watt. Saya pikir dengan <a href=\"https:\/\/tirto.id\/tidying-up-with-marie-kondo-kapitalis-jepang-perampok-duit-pemalas-de6S\">metode yang dicetuskan oleh Marie Kondo<\/a>, mengapa tidak mencoba membereskan kenangan mantan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Toh, proses ini, nantinya akan lebih mudah daripada menyortir baju. Soalnya, dengan metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spark joy, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kita harus membedakan antara baju-baju yang mengeluarkan kebahagiaan dengan yang tidak. Sementara itu kenangan mantan? Ah, semuanya pahit, bukan? Dulu memang kenangan-kenangan itu memberikan saya kebahagiaan, tetapi sekarang tidak lagi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, berbekal buku tersebut dan serial terbaru Marie Kondo yang tayang di Netflix, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tidying Up with Marie Kondo<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka, seraya menghela napas, saya akan mulai untuk membersihkan kenangan-kenangan yang berserakan itu. (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dan saat menulis ini, saya sedang menahan banjir keputusasaan yang ingin menyeruak dari dada. Ah, kenangan).<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama-tama, saya kembali pada saat pertama kali kami bertemu. Sederhana saja, kok, pertemuan itu. Hanya sebuah pertemuan yang berlangsung di tempat kursus. Inginnya sih, bertemu di peron kereta, kafe, atau museum sekalian supaya manis di cerita. Nyatanya, hidup tidak selalu romantis. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami masih kanak pada saat itu. Saya ingat bahwa kami berdua mengenakan seragam sekolah yang sudah bercampur keringat sejak pagi. Aroma anak-anak, aroma matahari. Ya tidak ada yang spesial seharusnya, kecuali saat dia bilang bahwa dia suka menyisihkan waktu luang dengan nonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Am\u00e9lie <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berkali-kali di laptop.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan. Anak Sekolah Menengah Pertama. Nonton film Am\u00e9lie Poulain. Kebetulan saya juga sudah tahu sosok itu, dan memang hanya saya saja yang tahu di kelas itu. Apa tidak gila? Apa ini bukan pertanda jodoh yang tertunda?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingatan kemudian berjalan, menyusuri hari-hari yang kami lewati. Mengobrol bersama. Cerita tentang keluarga. Kemudian berdebat ala anak remaja. Mengobrol lewat BBM dan pesan (maaf, waktu itu belum ada WhatsApp messenger apalagi Instagram stories). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hubungan kami sebetulnya aneh. Soalnya, saya pernah nembak dia, kemudian <a href=\"https:\/\/mojok.co\/rus\/ulasan\/otomojok\/jenis-jenis-motor-matic-yang-sering-ditolak-tukang-tambal-ban\/\">ditolak dengan alasan yang tidak jelas<\/a>, lalu selang dua hari kemudian, dia menerimanya. Tidak lama kami putus karena merasa hubungan ini lebih asyik kalau dijalankan sebagai teman, tetapi dua minggu kemudian balikan lagi. Sampai tiga tahun lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami memang tumbuh bersama, tetapi beberapa hal rupanya tumbuh ke arah berbeda. Misalnya, persepsi tentang hidup, pandangan karier, cara menyelesaikan masalah, dan untungnya tidak termasuk perbedaan pilihan dalam pemilu. Itulah yang membuat kami saling meragu dan dia semakin yakin untuk mundur. Lalu begitulah, kisah mengapa kami berdua jadi orang asing. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucu ya? Bagaimana mendeskripsikan orang asing yang tumbuh bersama? Namanya apa kalau bukan pura-pura gila?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh ya, metode Marie Kondo ini saya gunakan pula untuk menyortir beberapa barang. Ya, dia pernah memberikan saya barang-barang berguna. Misalnya, tas Eiger saat ulang tahun. Terus, oleh-oleh pertukaran pelajar berupa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">karuta <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan boneka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">daruma. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ada pula buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">7 Habits of Highly Effective People<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya Stephen R. Covey yang waktu itu dia berikan saat saya galau memilih jurusan kuliah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mau membuang barang-barang itu, tetapi ah, semuanya masuk kategori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spark joy. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya seperti boneka daruma. Boneka yang pernah diberikan nenek Nobita kepada cucunya yang pemalas ini akan selalu berdiri walau dijatuhkan. Penyemangat untuk saya yang sering menyerah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boneka daruma saja selalu berusaha berdiri, mengapa kamu tidak?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, soal kenangan. Dipikir-pikir, rasa perih yang tersisa saat dia meninggalkan saya justru merupakan penyemangat. Berkatnya, saya jadi semakin gigih mengejar karier, memperbaiki kehidupan yang tadinya berjalan agak lambat karena terseok-seok rasa kasmaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, beginilah jadinya saya. Seseorang yang lebih sukses, tetapi merasa kosong. Kuat, tetapi akan jatuh bila tersentuh kenangan tentang mantan. Dan hal-hal kontraktif lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, metode Marie Kondo hanya menyisihkan beberapa barang kenangan mantan seperti tiket nonton bekas, pesan-pesan singkat, dan struk minimarket. Lainnya? Masih tertinggal. Termasuk kenangan kenangan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maaf, Marie Kondo. Mungkin Anda lupa bahwa beberapa hal memang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spark joy<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekaligus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spark sadness, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">alias menimbulkan kesedihan. Kalau sudah begitu, menurut Anda, saya harus tetap menyimpannya atau membuangnya saja?<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sementara itu kenangan mantan? Ah, semuanya pahit, bukan? Dulu memang kenangan-kenangan itu memberikan saya kebahagiaan, tetapi sekarang tidak lagi.<\/p>\n","protected":false},"author":147,"featured_media":4996,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[383,1291,56,1292],"class_list":["post-4988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-curhat","tag-kenangan-mantan","tag-marie-kondo","tag-merapikan-kenangan"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/147"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4988"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4988\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}