{"id":489,"date":"2019-05-06T17:00:03","date_gmt":"2019-05-06T10:00:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=489"},"modified":"2019-05-06T15:45:30","modified_gmt":"2019-05-06T08:45:30","slug":"saran-untuk-para-penyedia-jasa-laundry","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saran-untuk-para-penyedia-jasa-laundry\/","title":{"rendered":"Saran untuk Para Penyedia Jasa Laundry"},"content":{"rendered":"<p>Saya sedang tidak enak hati usai pulang dari salah satu <em>laundry<\/em> yang tidak perlu disebutkan namanya dan dapat dipercaya. Istilah <em>Pemberi Harapan Palsu<\/em> atau kerennya PHP cocok disematkan kepada pemilik usaha jasa cuci pakaian ini. Betapa tidak, berulang kali mendatangi untuk mengambil pakaian saya namun tak kunjung selesai.<\/p>\n<p>\u201cBentar ya,\u201d katanya. Saya tunggu beberapa menit sambil menikmati terpaan matahari ke dekat pintu. Ia beranjak mengambil telepon genggam dan mulai menekan layar menghubungi rekan satu timnya yang berada entah dimana. Sayang, kerjasama koorporasi yang mengeruk keuntungan dari orang malas mencuci ini tak berjalan mulus\u2014tak ada jawaban.<\/p>\n<p>\u201cNanti malam datang lagi <em>ya bang<\/em>,\u201d sahutnya.<\/p>\n<p>Lepas Magrib dengan mengendarai \u00a0Beat biru putih, saya ingin menagih janji Mbak petugas jaga <em>laundry<\/em>. Sesampainya di sana, bukan pakaian saya yang dapat, hanyalah pepesan kosong ditambah janji-janji manis. Ia hanya meminta maaf dan menyarankan datang besok harinya.<\/p>\n<p>Masalahnya, nota yang saya pegang menyebutkan pakaian bisa diambil esok hari terhitung sejak saya antar. Ini adalah hari keempat saya memutuskan untuk mengambil pakaian. Sebab sudah haqul yakin tak bisa selesai sehari dengan paket cucian biasa.<\/p>\n<p>Saya hanya bisa meratapi kekesalan memakai baju yang kadung sempit\u2014eks perut masih datar\u2014akibat stok baju sudah habis pergi ke kampus.<\/p>\n<p>Pengalaman ini bukan sekali saja. Beberapa usaha sejenis mengikuti contoh kurang baik. Sehingga saya memutuskan menuliskannya dan mengirim ke redaksi Mojok sebagai <em>penjambung lidah rakjat!<\/em>.<\/p>\n<p>Bagi para pemilik usaha <em>laundry<\/em> dimana pun berada, saya ingin beri saran agar kekesalan ini tak berlarut-larut dan menyelamatkan pelanggan Anda yang belum kena PHP. Tak menutup kemungkinan ada juga yang sudah menerapkan saran ini, mohon maaf mengingatkan lagi, saya kasih bintang lima saja.<\/p>\n<p>Saya heran melihat telepon genggam super cerdas hanya dipakai untuk menghitung berat timbangan dikali tarif jasa kemudian menuliskannya ke selembar nota. Lalu menanyakan nama dan bayar sekarang atau nanti.<\/p>\n<p>Sederhana saja, mintalah nomor HP pelanggan Anda. Hal ini bertujuan agar komunikasi yang baik dapat terjalin antara jasa dan konsumen. Tapi jangan disalahgunakan untuk aksi modusin Mbak atau Abang penjaga toko. <em>Disclaimer<\/em> : saya tak tanggung jawab jika berujung ke pelaminan hehehe~.<\/p>\n<p>Pengusaha <em>laundry<\/em> lekas lah bergerak mengikuti era 4.0 ini. Jangan lagi hanya menanyakan nama itupun kadang bisa tertukar seperti nama saya \u2018Eko\u2019 yang bisa saya prediksi nama itu kelewat banyak. Karena teman sepermainan sudah ada tiga nama yang serupa tinggal ditambah nama panjang yang berbeda. Apalagi teman itu satu komplek dengan tempat laundry yang sama.<\/p>\n<p>Kebiasaan lain yang terjadi minta tolong teman yang ambilkan <em>laundry<\/em>, jika namanya sama bisa dijamin Mbak penjaga toko dan teman saya itu malah main tebak-tebakan.<\/p>\n<p>\u201cBoxer putih yang ada gambar Hello Kitty bukan ya,\u201d memastikan pemiliknya.<\/p>\n<p>Walau bukan sales aplikasi <em>WhatsApp<\/em>, saya menyarankan menggunakan ini untuk menjalin komunikasi. Sebab, untuk menekan biaya produksi kalau memakai <a href=\"https:\/\/mojok.co\/alx\/esai\/pdkt-gebetan-era-160-karakter-sms-tak-semudah-itu-bambang\/\">SMS<\/a> atau telepon langsung dari penyedia jasa telekomunikasi sebut saja Tel***sel yang membutuhkan pulsa tidak sedikit.<\/p>\n<p>Jika sudah mendapatkan nomor HP, beritahulah perkembangan baju dan celana pelanggan Anda sudah memasuki tahap mana. Tak perlu detail sekali seperti kapan mulai pemisahan-rendam-cuci-jemur-<em>packing<\/em>. Cukup kapan selesai. Atau jika pada waktu tertentu orderan sedang menumpuk kabari jika ada <em>delay<\/em> dari waktu siap yang sudah ditentukan.<\/p>\n<p>Meski tak selalu <em>real-time<\/em> seperti <em>Real Count<\/em> KPU yang lengkap, rinci, lama, <span style=\"text-decoration: line-through;\">kadang kala ada kesalahan input<\/span>, kami para pelanggan Anda hanya butuh <em>Quick Count<\/em> sejauh mana pakaian kami diproses. Kami pun bersedia deklarasi ke teman debat bubur diaduk atau tidak, satu kampus, kerjaan bahwa merekomendasi jasa <em>laundry<\/em> saudara dengan layanan prima.<\/p>\n<p>Saya agak ragu masih ada juga nantinya yang kurang percaya dan meyakini masih ada noda-noda kuning terselip di antara ketiak kemeja putih. Apalagi tuduhan saya punya saham di usaha <em>laundry<\/em> dan berbuat curang demi menguntungkan pemilik usaha.<\/p>\n<p>Sebagai konsumen tentu merasa puas jika transparansi dibangun. Untungnya, usaha <em>laundry<\/em> tak dibiayai negara meski sama-sama kategori pelayanan publik. Sehingga, tidak bisa saya lapor ke <a href=\"https:\/\/ombudsman.go.id\/\">Ombudsman Republik Indonesia<\/a>. Om om yang satu ini tentu berkenan menerima laporan jika ada warga yang dirugikan atas\u00a0 tidak patuhnya terhadap standar pelayanan publik.<\/p>\n<p>Tirulah bisnis ritel yang menyediakan kartu <em>member<\/em>. Berguna untuk mengamankan pelanggan dari persaingan bisnis serupa. Lagi-lagi menghemat biaya produksi dengan tidak perlu mengeluarkan nota-nota seukuran <em>tissue<\/em> wajah setiap kali mengantar pakaian kotor. Agaknya lebih panjang untuk kolom biaya, tanggal pengantaran dan selesai. Bisa dipakai berkali-kali.<\/p>\n<p>Jika ada rezeki berlebih boleh lah buat diskonan dengan syarat menunjukkan kartu member. Tapi jangan <em>giveaway <\/em>baju pelanggan lain, berbahaya.<\/p>\n<p>Jika sudah terjalin komunikasi yang baik, sesekali kirim pesan siaran bagaimana pendapat konsumen terhadap jasa Anda. Apakah kurang rapi, parfumnya ditambah atau diganti <span style=\"text-decoration: line-through;\">jika mengingatkan seseorang yang dulu pernah ada hati<\/span>. Ini perlu untuk evaluasi usaha Anda ke depan. Jangan mau kalah dengan abang ojol yang kita kasih bintang setelah gunakan jasanya.<\/p>\n<p>Terakhir yang tak kalah penting adalah bertanggung jawab jika ada pakaian yang hilang. Pasti saudara saya yang sudah menjadi korban kemalasan atau tidak punya waktu mencuci \u00a0pernah merasakan kehilangan <span style=\"text-decoration: line-through;\">mantan<\/span> pakaian.<\/p>\n<p>Suatu waktu, celana<em> jeans<\/em> biru saya tidak ada dalam plastik usai mengambil dari <em>laundry<\/em>. Hal ini baru diketahui usai sampai di kamar indekos. Karena jarak yang terlalu jauh, esok hari baru saya menanyakan kehilangan barang. Abang jaga hanya kebingungan dan tidak bisa menjawab kemana ia pergi.\u00a0 Walau 0,00001 dari <em>outfit<\/em> jutaan rupiah, tentunya mengurangi stok celana yang tinggal tiga buah.<\/p>\n<p>Nah, jika sudah mendapat nomor WA seluruh pelanggan, bisa langsung mengirim pesan siaran apabila menemukan celana dengan ciri-ciri sebagai berikut mohon diberitahu dan membawanya jika mengantar pakaian kotor lagi. Atau dijemput oleh pihak <em>laundry<\/em>. Ini upaya yang bisa dilakukan daripada hanya geleng-geleng kepala.<\/p>\n<p>Kepada pengusaha <em>laundry<\/em>, lekas lah berbenah!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepada pengusaha laundry, lekas lah berbenah! Betapa tidak, berulang kali mendatangi untuk mengambil pakaian saya namun tak kunjung selesai.<\/p>\n","protected":false},"author":40,"featured_media":602,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[101,99,100],"class_list":["post-489","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bisnis","tag-laundry","tag-pemberi-harapan-palsu"],"modified_by":"Zahroh Ayu","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/489","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/40"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=489"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/489\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/602"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=489"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=489"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=489"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}