{"id":47556,"date":"2020-05-23T01:50:12","date_gmt":"2020-05-22T18:50:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=47556"},"modified":"2020-05-22T03:02:54","modified_gmt":"2020-05-21T20:02:54","slug":"kalau-di-kota-ada-kirim-parsel-di-desa-ada-ater-ater","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kalau-di-kota-ada-kirim-parsel-di-desa-ada-ater-ater\/","title":{"rendered":"Kalau di Kota Ada Kirim Parsel, di Desa Ada Ater-ater"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ramadan selalu menjadi momen untuk berburu pahala. Salah satu perburuan pahala ini bisa dilakukan dengan cara bersedekah atau saling berbagi kebahagiaan kepada sesama. Apalagi menjelang lebaran seperti ini, tentu menjadi waktu yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjelang hari raya Idul Fitri, sekitar satu minggu sebelum Ramadan usai, di daerah saya ada tradisi yang dinamakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">weweh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Disebut<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> weweh,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> karena berasal dari bahasa Jawa, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">weneh atau wenehi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang artinya, memberi. Begitu juga dengan istilah ater-ater<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berasal dari kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngeter <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau mengantar. Biasanya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">weweh<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini diberikan ke sanak saudara dan tetangga dengan cara mengantar ke rumah-rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengenal tradisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini waktu masih tinggal serumah dengan nenek. Nenek saya dulu selalu menyiapkan nasi kotak beserta lauk atau aneka kue basah, setiap minggu ke-empat bulan Ramadan untuk dibagikan ke tetangga. Begitu juga dengan para tetangga kami, juga saling memberi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jadi ya, kayak saling bertukar rezeki, gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakang rumah nenek saya itu non muslim. Namun, tak pernah terlewat, keluarga saya juga selalu memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kepada tetangga yang non muslim tersebut. Mereka juga tidak pernah menolak atau merespons yang tidak baik. Mereka bahkan sangat menerima dan sering kali mengucapkan selamat hari raya kepada keluarga saya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Agama tidak akan pernah menghalangi kami untuk menjalin silaturahmi dengan tetangga-tetangga kami yang berbeda agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjelang lebaran ini menjadi salah satu momen yang ditunggu. Gimana, nggak ditunggu? Siapa sih, yang nggak mau mencicipi berbagai macam makanan yang berangsur datang ke rumah? Iya, berangsur. Karena tidak semua serentak membagikan makanan ini di hari tertentu menjelang lebaran. Sesuka hati mau dibagikan di akhir Ramadan tanggal berapa pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjelang lebaran ini diyakini untuk membersihkan harta yang dimiliki oleh pribadi setiap muslim. Karena manusia setiap kali pasti tidak lepas dari luput yang menjadikan kotornya harta yang dimiliki, meski hanya sedikit saja. Tentunya, ini berbeda dengan pembagian zakat fitrah setiap malam bulan Ramadan. Kalau zakat fitrah berupa beras dan memang ketentuan bagi setiap umat muslim yang mampu untuk mengeluarkan zakat, tapi tradisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini tidak ada ketentuan atau kewajiban dari agama kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi ini hanya merupakan tradisi yang ada di daerah-daerah tertentu saja. Nyatanya, selama saya sekeluarga pindah rumah (tidak bersama nenek lagi), tradisi di lingkungan kami yang baru sudah sangat berbeda. Sangat jarang tetangga kami yang memberi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjelang lebaran ini. Biasanya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">makanan hanya ketika sedang akan menggelar hajatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sampai pada suatu akhir Ramadan, ibu saya mengirim <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bingkisan kue kering ke para tetangga, dan mereka malah banyak yang bertanya, \u201cIni ada acara apa?\u201d, padahal kalau di daerah tempat tinggal saya sebelumnya ya, pasti orang sudah paham akan tradisi menjelang lebaran ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau boleh saya tebak-tebak nih ya, kayaknya esensi tradisi ater-ater di daerah ini sama halnya dengan tradisi bertukar parsel di kota-kota. Bener, nggak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisi saling berkirim parsel menjelang lebaran ini juga bertujuan sama, yaitu mempererat silaturahmi. Cuma ya, beda wilayah, beda tingkat penghasilan ekonomi, jadi beda sesuatu yang dibungkus. Kisaran harga sebungkus parcel saja minimal 50 ribuan. Kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ater-ater<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> nasi kotak sama kue basah, paling 15 sampai 20 ribuan juga sudah cukup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun ada pertanyaan yang bikin penasaran dan terlintas di benak saya, kira-kira kenapa biasanya yang diberi parsel itu malah rekan-rekan atau relasi sendiri yang jelas sudah berkecukupan secara ekonomi? Dan barang yang diberikan pun tidak bisa dikatakan murah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Misal nih, sesama artis pada saling ngasih kiriman parsel (saya lihatnya di media sosial). Lah kan, bukannya mereka udah pada lebih-lebih tuh rezekinya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ya, okelah. Setiap orang punya caranya sendiri untuk saling berbagi kebahagiaan. Mungkin itu cara mereka untuk saling membahagiakan~<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA Esai-esai\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/terminal-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Ramadan<\/a>\u00a0Mojok lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjelang hari raya Idul Fitri, sekitar satu minggu sebelum Ramadan usai, di daerah saya ada tradisi yang dinamakan weweh atau ater-ater.<\/p>\n","protected":false},"author":353,"featured_media":40198,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6850,6851,6849,6305],"class_list":["post-47556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ater-ater","tag-hampers","tag-parsel","tag-terminal-ramadan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/353"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47556"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47556\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}