{"id":47526,"date":"2020-05-21T12:43:43","date_gmt":"2020-05-21T05:43:43","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=47526"},"modified":"2020-05-21T12:43:43","modified_gmt":"2020-05-21T05:43:43","slug":"menunggu-penjelasan-ariel-heryanto-yang-suka-upload-bunga-di-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menunggu-penjelasan-ariel-heryanto-yang-suka-upload-bunga-di-media-sosial\/","title":{"rendered":"Menunggu Penjelasan Ariel Heryanto yang Suka Upload Bunga di Media Sosial"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/mojok.co\/penulis\/arl\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ariel Heryanto<\/a> lebih akrab dipanggil Prof. Ariel, meskipun beliau pernah meminta, bahkan sampai menulis di bio Twitternya, untuk dipanggil \u201cAriel\u201d saja. Di media sosial, beliau sering mempublikasikan dan mengomentari isu nasional. Namun, ada juga kebiasaannya yang lain, dan yang satu ini membuat saya penasaran, yakni kenapa beliau suka sekali meng-upload foto bunga. Saya tidak mengenal bunga apa saja yang di-upload Ariel, tetapi sepertinya macam-macam.<\/p>\n<p>Sebenarnya apa tujuan Ariel meng-upload foto bunga ya? Jangan-jangan ada teori konspirasinya? Hahaha. Sebab, kalau diperhatikan, orang yang sering meng-upload bunga kalau bukan tukang jual bunga online ya penggemar bunga. Ariel tipe yang mana?<\/p>\n<p>Saya hafal kebiasaan tersebut karena sering ngepoin medsos orang yang saya kagumi ini. Ariel kini adalah professor emeritus di Monash University, Australia. Sebelum pension tahun ini, beliau berposisi sebagai Herb Feith Professor untuk Studi Indonesia di universitas yang sama sejak 2017. Selain itu beliau juga memegang titel sebagai: guru besar di School of Culture, History and Language di Australian National University; Ketua Southeast Asian Studies Center, juga di ANU; dosen senior dan Ketua Program Indonesia di University of Melbourne; dosen senior di National University of Singapore; dan dosen Program Pascasarjana di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.<\/p>\n<p>Aktivitas meng-upload bunga di Twitter menjadikan Ariel berbeda dengan prof-prof lainnya. Saya tidak tahu banyak, tetapi minimal Ariel berbeda dari Prof. Yudi Latif dalam hal upload-upload-an medsos. Berhubung Ariel sering mengulas bagaimana satu tindakan massal yang kontinyu ternyata mengandung makna politis-ideologis, saya jadi tertantang untuk menebak maksud unggahan bunga-bunga beliau. Adakah ini sekadar selingan, atau ada pesan tersirat yang sedang dikirimkan?<\/p>\n<p>Hingga kemaren, ada sekitar empat upload-an bunga yang di media sosial Ariel. Masing-masing bunga memiliki caption berbeda-beda. Ada satu bunga mawar diberi caption \u201cNyaris sempurna\u201d. Saya berusaha untuk mencari keterkaitan antara mawar itu dengan captionnya, tapi apalah daya, saya tidak kuat; buntu.<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Nyaris sempurna <a href=\"https:\/\/t.co\/50HkCF1Vei\">pic.twitter.com\/50HkCF1Vei<\/a><\/p>\n<p>\u2014 Ariel Heryanto (@ariel_heryanto) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/ariel_heryanto\/status\/1263055003813425153?ref_src=twsrc%5Etfw\">May 20, 2020<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Menariknya, di kolom komentar ada orang yang komentar begini, \u201cCantikkk,, tapi&#8230;tetap berduri.\u201d Dan dibalas oleh Ariel dengan satu kata, \u201cWow\u201d.<\/p>\n<p>Haduh, saya makim bingung.<\/p>\n<p>Bukan sembarang bunga yang di-upload Ariel. Semuanya (kalau tidak salah) bunga segar yang tidak dipetik. Mengapa tidak ada bunga yang sudah dipetik atau bunga layu? Mungkin memang ada pesannya, soalnya Ariel pernah memberi caption pada salah satu bunganya, \u201cTetap berseri di masa sulit,\u201d lalu ada orang bertanya, \u201cKenapa bapak setiap posting bunga selalu yang segar?\u201d Jawaban Ariel, \u201cBiarlah yang layu dan rontok aku simpan untuk diri sendiri. Dan yang indah untuk dunia.\u201d<\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">tetap berseri di masa sulit <a href=\"https:\/\/t.co\/z1fGRs09yO\">pic.twitter.com\/z1fGRs09yO<\/a><\/p>\n<p>\u2014 Ariel Heryanto (@ariel_heryanto) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/ariel_heryanto\/status\/1262948325935984640?ref_src=twsrc%5Etfw\">May 20, 2020<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p>Saya jadi kepikiran, jangan sampai meng-upload bunga adalah strategi Ariel untuk perdamaian dunia? Hahaha.<\/p>\n<p>Perihal bunga-bungaan memang kadang ada cerita unik. Misalnya \u201cdiplomasi bunga\u201d ala Sukarno. Tahun 1960, Sukarno mengajak pemimpin Korea Utara saat itu, Kim Il Sung, yang saat itu sedang di Indonesia untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor. Saat berjalan-jalan Pak Kim tersendat karena kagum dengan jejeran bunga anggrek jenis <em>Dendrobium<\/em> yang bermekaran. Bung Karno lantas memberikan anggrek tersebut sebagai kado ulang tahun pemimpin Korut itu.<\/p>\n<p>Anggrek yang diberikan bung ke pemimpin Korut itu pun diubah namanya menjadi \u201cKimilsungia\u201d yang merupakan akronim nama Kim Il Sung dan Indonesia. Pemerintah Korut sangat bahagia tentunya dan bunga Kimilsungia menjadi bunga nasional negara Korea Utara itu. Negara tersebut sampai menggelar festival bunga Kimilsungia setiap tahunnya sebagai representasi penghargaan dan symbol hubungan baik Korut-Indonesia.<\/p>\n<p>Lantas bagaimana dengan bunga-bunga yang di-upload Ariel Heryanto? Jika memiliki maksud tertentu, apalagi soal perdamaian dunia sungguh sangatlah mulia. Tetapi sampai detik ini, mungkin segenap fans Ariel masih belum tahu dan menunggu penjelasan sesungguhnya. Hahaha.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perkenalkan-mandai-si-kulit-cempedak-favoritnya-orang-banjar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Perkenalkan \u201cMandai\u201d si Kulit Cempedak Favoritnya Orang Banjar<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-kamarullah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Muhammad Kamarullah<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebenarnya apa tujuan Ariel Heryanto meng-upload foto bunga ya? Jangan-jangan ada teori konspirasinya? Hahaha. Ya saya penasaran sih.<\/p>\n","protected":false},"author":616,"featured_media":47649,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6835,3962,102],"class_list":["post-47526","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ariel-heryanto","tag-bunga","tag-media-sosial"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47526","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/616"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47526"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47526\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47649"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47526"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47526"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47526"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}