{"id":47288,"date":"2020-05-23T16:31:44","date_gmt":"2020-05-23T09:31:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=47288"},"modified":"2020-05-23T16:31:44","modified_gmt":"2020-05-23T09:31:44","slug":"merasa-ditaksir-teman-satu-kantor-itu-bikin-perempuan-merasa-serbasalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/merasa-ditaksir-teman-satu-kantor-itu-bikin-perempuan-merasa-serbasalah\/","title":{"rendered":"Merasa Ditaksir Teman Satu Kantor Itu Bikin Perempuan Merasa Serbasalah"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa hari ini chatroom WhatsApp saya dipenuhi oleh curhatan teman-teman perempuan yang kurang lebih memiliki permasalahan klise asmara mereka yang kepentok pada urusan pekerjaan.\u00a0Saya memiliki dua teman yang memiliki rasa terhadap teman satu kantor mereka. Kalau orang Jawa bilang, \u201cWiting tresno jalaran saka kulino.\u201d Iya begitulah benih-benih asmara timbul pada hati mereka ini. Sayangnya, terlalu lama menjalin obrolan hanya berdasar kepentingan pekerjaan, gelisah akhirnya menerpa tatkala hubungan pekerjaan itu telah usai.<\/p>\n<p>Menuliskan kalimat \u201cLagi ngapain?\u201d atau \u201dSudah makan belum?\u201d mungkin bisa saja, namun untuk sampai memencet tombol kirim, mustahil! Chat yang telanjur berisi bahasan berbobot tidak mungkin mereka banting dengan omongan basa-basi belaka. Yang ada semuanya pasti akan terlihat aneh, begitu kata teman saya.<\/p>\n<p>Kode-kode tidak jelas dari si teman satu kantor, seperti dicari saat menghilang dari kantor, memulai percakapan dengan bertanya seputar pekerjaan yang seperti diada-adakan, atau sekadar menanyakan keadaan kantor, membuat teman-teman saya ini kegirangan sesaat dan sakit kepala kemudian.<\/p>\n<p>Bagaimana tidak jadi semakin pusing jika tingkah laku aneh namun tetap dalam koridor pekerjaan ini membuat mereka sedikit baper dan banyak GR-nya. Kata teman saya, \u201cNggo opo jal aku digoleki neng kantor padahal aku jane ora duwe urusan langsung?\u201d Selain itu, menurutnya, chatting dari doi ini terkadang terasa dibuat-buat saja agar hubungan mereka tetap terjalin setiap hari. Pun diakuinya, kadang ia memulai terlebih dahulu untuk membuka topik, \u201cYa nek ora ana chat, rasane gemes dewe cah, piye maneh,\u201d begitu tuturnya.<\/p>\n<p>Seiring berjalannya waktu, hubungan pekerjaan mereka berakhir. Chatting\u00a0pun akhirnya kandas. Topik yang biasanya dicari, sekarang benar-benar habis. Rasa yang telah terpupuk semakin tinggi, namun saat itu juga dirasa tak ada yang bisa diperjuangkan kembali.<\/p>\n<p>Kawan saya ini sering dibuat kesal sendiri jika menyadari bahwa perasaan asmara mereka digantungkan. Mereka sering mengeluh, \u201cKok ya laki-laki itu nggak\u00a0confess sih? Pura-pura nggak tahu apa emang dia nggak ada rasa?\u201d Ya, saya sebagai pendengar cuma bisa mengiyakan dong, padahal di hati yang terdalam saya juga bertanya kenapa teman-teman perempuan saya ini tidak menyatakan perasaan mereka terlebih dahulu.<\/p>\n<p>Setelah berbincang lama, saya akhirnya paham. Seperti menyukai sahabat sendiri, mereka takut jika mengungkapkan perasaan secara langsung kepada teman satu kantor dan ternyata realitas tidak seindah yang mereka bayangkan, semua hubungan tak akan lagi sama. Tak hanya hubungan secara personal, pekerjaan pun atmosfernya akan berbeda. Teman-teman saya ini tidak sanggup jika harus ditolak dan mendapat proyek yang sama dengan pujaan hati mereka itu.<\/p>\n<p>Akhir dari perbincangan kami memunculkan satu tindakan, yaitu menghilang atau istilah kerennya, ghosting. Dengan pertimbangan status yang tidak jelas, hubungan pekerjaan yang mengikat, serta intensitas obrolan yang begitu-begitu saja, akhirnya kedua teman saya ini sama-sama memilih ghosting ketimbang memperjuangkan lebih lanjut.<\/p>\n<p>Salah satu teman saya berucap, \u201cWes lah mending golek liyo seng raono sangkut-paut profesionalitas.\u201d Katanya lebih baik ia pergi mencari laki-laki lain yang berbeda kantor sehingga sedari awal tidak ada modus berkedok pekerjaan yang membuat semuanya terasa formal. \u201cKalau suka dan berniat mendekati pakai obrolan biasa sajalah biar perhatiannya lebih terasa,\u201d begitu lanjutnya.<\/p>\n<p>Keadaan ghosting yang memutuskan komunikasi secara sepihak dan tanpa penjelasan menjadi pilihan terbaik agar tidak mengganggu hubungan personal maupun profesionalitas mereka. Terlebih semua akan kembali normal seperti sedia kala tanpa perlu klarifikasi apa pun. Diakui kedua teman saya, mengurangi dan menghentikan komunikasi itu sulit, apalagi jika masih dalam satu lingkungan. Namun mereka juga tidak tahan jika harus memikirkan perasaan mereka yang tidak jelas arahnya tersebut. Mereka memilih\u00a0ghosting\u00a0dengan harap bisa cepat melupakan teman sekantornya itu dan mencari laki-laki lain yang lebih tidak membahayakan kehidupan sosial mereka jika tertolak serta tidak mendapat kejelasan.<\/p>\n<p>Saya yang notabene hanya pendengar cerita mereka, tidak bisa melakukan intervensi apa pun, seperti mendorong mereka untuk lebih bersabar dengan keadaan atau memperjuangkan kisah asmara penuh konsekuensi itu dengan lebih keras. Saya hanya merasa pernah berada pada situasi yang sama, yaitu menyukai lawan jenis yang masih dalam lingkup pekerjaan sama. Jika tanya pendapat saya, apakah sulit dalam keadaan seperti itu, tentu saja iya. Saya bisa merasakan kekhawatiran teman-teman saya. Bahkan saya pun melakukan ghosting yang saya rasa cukup berhasil setelah satu tahun lamanya. Mungkin jika saya dan teman-teman berjuang lebih keras, perasaan kami mungkin saja berbalas. Hanya saja kami memilih meninggalkan risiko besar untuk menemukan risiko lain yang lebih kecil, mungkin bisa dikatakan seperti itu.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/ulasan\/pojokan\/pacaran-dengan-teman-sekantor-atau-teman-sekelas-yakin-nih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pacaran dengan Teman Sekantor atau Teman Sekelas? Yakin, Nih?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kode-kodenya kok kayaknya si teman satu kantor ini naksir kita. Tapi naksir kok nggak confess-confess. Tapi kalau kita nembak duluan, nanti malah awkward.<\/p>\n","protected":false},"author":751,"featured_media":48283,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[129,167,6869],"class_list":["post-47288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-cinta","tag-pacaran","tag-teman-satu-kantor"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/751"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47288"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47288\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}