{"id":47172,"date":"2020-05-23T10:53:57","date_gmt":"2020-05-23T03:53:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=47172"},"modified":"2020-05-23T10:53:57","modified_gmt":"2020-05-23T03:53:57","slug":"anime-menyelamatkan-saya-dari-hasutan-drakor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anime-menyelamatkan-saya-dari-hasutan-drakor\/","title":{"rendered":"Anime Menyelamatkan Saya dari Hasutan &#8220;Bakal Drakor Pada Waktunya&#8221;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia dikuasai drama Korea alias drakor. Banyak orang maraton nonton drakor saat swakarantina buat mengusir kebosanan. Fenomena ini melahirkan yang namanya &#8220;SPG drakor&#8221;. <\/span><\/p>\n<p>Mereka sering mendatangi saya dengan hasutan pamungkasnya: &#8220;Nonton saja dulu. Satu episode. Nanti pasti drakor pada waktunya, kok.&#8221;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pacar saya salah satunya, yang baru kemarin nyuruh saya nonton <em>The World of The Married<\/em>. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Coba nonton satu episode aja dulu, yang,&#8221; hasutnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nggak ah yang, nggak ngerti,&#8221; jawab saya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Makanya nonton biar ngerti yaaaaaang,&#8221; Dia masih berusaha. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Aku gamau kalau harus nonton mah, nanti kamu ceritain aja ya.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nggak mau, mending kamu nonton sendiri. Jadi nanti kita bahas bareng-bareng, yang. Nih aku punya list drakor yang paling seru, kalau kamu nggak mau nonton <em>The World of The Married<\/em> gapapa, tapi harus nonton satu judul yang ada dii list ini,&#8221; jawabnya lagi sambil maksa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nggak ah, neng. Aku mah nonton anime we, masih cukup kok buat ngilangin bosen mah.&#8221; Jawab saya, sengaja dibikin lebih jelas biar doi nggak marah-marah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lama ini, seorang teman juga menghasut saya buat nonton drakor. Hasutan pamungkasnya masih sama:\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Semua orang akan drakor pada waktunya, Lang. Aslina urang mah.&#8221; Katanya yakin sambil menjelaskan bagaimana awal mula perkenalan dia dengan drakor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Moal urang mah, c\u00e8ng.&#8221; Saya menjawabnya dengan yakin.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat apa, sih, maksa orang lain ikut nonton drakor? Kita ini hidup di Indonesia, negara yang terbentuk karena keberagamannya, kenapa urusan tontonan harus sama?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak anti sama drakor atau KPOP, cuma\u2026gimana ya bilangnya biar enak\u2026 mmm\u2026 cuma nggak ada dorongan dari dalam diri buat nyoba. Saya pernah ngikutin <em>Boys Before Flower<\/em>, <em>Full House<\/em>, sama <em>Jewel in The Palace<\/em>. <em>Train to Busan<\/em> sama <em>Parasite<\/em> pun saya tonton. Emang udah dari sananya nggak tertarik, susah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibaratnya kamu punya temen yang sering jalan sama cowok\/cewek, tapi mereka cuma sahabat doang. Terus karena menurutmu mereka cocok, kamu nyuruh mereka buat jadian, tapi temenmu nggak mau karena udah tau ujungnya bakal gimana. Dipaksa pun dia gamau. Nah kira-kira seperti ini\u00a0 yang saya rasakan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan lainnya, saya juga lebih dulu kenal sama budaya Jepang daripada Korea Selatan. Dulu tahun 2000an, saya sering nonton anime di tivi sama pinjem komik di perpustakaannya Pak RT. Jadi nggak heran kalau saya lebih akrab sama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">aniki, sensei, senpai, onii-san, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">onee-chan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> daripada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">oppa, hyung, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">noona.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari segi kualitas, anime nggak kalah bagus sama drakor. Soal cerita, misalnya, ada <em>Steins Gate<\/em>; anime tentang mesin waktu yang bikin saya pusing sama teori ilmiah, tapi ceritanya bikin penasaran parah. Atau <em>Akame Ga Kill<\/em>, kisah pemberontakan satu organisasi terhadap raja dan negaranya yang dibalut dengan pertarungan seru para pengguna senjata kuno berkekuatan ajaib. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga <em>Assassination Classroom<\/em>, cerita lucu soal seorang guru yang konyolnya bukan main tapi punya kekuatan super bernama Koro-sense. Ada juga judul-judul lain seperti <em>Promised Neverland<\/em>, <em>Black Clover<\/em>, <em>Haikyu<\/em>, dan <em>Kuroko No Basket<\/em>. Jadi kalau saya harus nonton drakor karena ceritanya seru, anime udah cukup.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagipula di anime saya bisa nonton adegan gelut yang spektakuler mendebarkan seperti Goku va Jiren; Luffy vs Doflamingo; Akame vs Jenderal Esdeath; Saitama vs Boros; atau aksinya Mikasa dan kawan-kawan vs Raksasa di <em>Attack on Titan<\/em>. Di drakor, ada yang kaya gitu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan saya nggak mau nonton drakor yang paling utama adalah karena anime durasinya lebih pendek dari drakor. Otomatis lebih hemat kuota sama memori internal hape. Satu episode anime\u2014berikut lagu opening dan closing\u2014cuma 24 menit doang. Drakor mah satu judul minimal satu jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena durasi pendek, size-nya juga lebih kecil. Satu episode anime kualitas 720p size-nya nggak lebih dari 150 MB; versi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">batch <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau 24 episode cuma 1 sampai 3 GB. Sedangkan drakor, satu episode nya saja 400 MB, kalau satu judulnya ada 12 episode berarti butuh kuota dan memori internal sekitar 4 GB lebih. Jelas lebih boros drakor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun nggak harus meluangkan banyak waktu buat nonton satu episode anime. Bisa sambil boker, naik angkot, atau minum kopi. Kalau mau maraton satu judul yang 24 episode juga paling cuma butuh 6 sampai 8 jam doang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi valid ya, nggak semua orang akan drakor pada waktunya karena selama ada anime drakor masih bisa di-skip. Makasih anime, kamu menyelamatkan saya dari hasutan &#8220;SPG drakor&#8221;.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/klarifikasi-saya-soal-dugaan-memberdayakan-tuyul-untuk-menulis-di-terminal-mojok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Klarifikasi Saya Soal Dugaan Memberdayakan Tuyul untuk Menulis di Terminal Mojok<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gilang-oktaviana-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gilang Oktaviana Putra<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berkat anime, saya selamat dari hasutan &#8220;SPG drakor&#8221;.<\/p>\n","protected":false},"author":158,"featured_media":48219,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2775,1307,959,1178],"class_list":["post-47172","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anime","tag-drakor","tag-korea-selatan","tag-kpop"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47172"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47172\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}