{"id":46972,"date":"2020-05-23T19:33:28","date_gmt":"2020-05-23T12:33:28","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=46972"},"modified":"2020-05-23T19:33:28","modified_gmt":"2020-05-23T12:33:28","slug":"kursus-singkat-bahasa-turki-biar-bisa-ngucapin-nama-erdogan-dengan-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kursus-singkat-bahasa-turki-biar-bisa-ngucapin-nama-erdogan-dengan-benar\/","title":{"rendered":"Kursus Singkat Bahasa Turki Biar Bisa Ngucapin Nama &#8216;Erdo\u011fan&#8217; dengan Benar"},"content":{"rendered":"<p>Kalau kamu masih baca &#8220;Erdo\u011fan&#8221; dengan pelafalan bahasa Indonesia &#8220;Erdo-gan&#8221;, berarti saya benar-benar harus memberikan les bahasa Turki secara singkat. Tujuannya agar terlihat seperti mempunyai kemampuan linguistik yang mumpuni dan bisa humble brag dengan berkata \u201cUmmm, wait, it\u201ds not Erdogan, it\u201ds Erdo\u011fan~\u201d saat berbincang tentang berita terkini dari Turki dengan sahabat-sahabatnya Hermione Granger.<\/p>\n<p>Hampir 3 tahun tinggal di Turki membuat saya merasa kredibel men-judge bahasa Turki dengan segala keunikannya, walaupun saya bukan anak bahasa apa lagi sastra, wong bales chat di WhatsApp saja masih sering remedi.<\/p>\n<p>Tapi gapapa ya, hitung-hitung sekalian belajar online bersama dan mungkin nanti bisa berkesempatan belajar langsung ke sini. Di Turki sendiri, alfabetnya menggunakan alfabet (latin) yang seperti sudah kita pelajari di sekolah dasar, hanya saja uniknya ada penghilangan alfabet q, w, dan x pada percakapan sehari-hari, dan penambahan aksara \u0131, \u00fc, \u00f6 dan \u00e7, \u015f, \u011f.<\/p>\n<p>Yuk, kita simak satu-satu pembahasannya:<\/p>\n<h4><strong>I<\/strong><strong> atau <\/strong><strong>\u0131<\/strong> <strong>(i tanpa tanda titik di atasnya)<\/strong><\/h4>\n<p>\u201c\u0131\u201d dibaca seperti pada huruf \u201ce\u201d atau ditulis dengan diakritik (\u00ea) yang dilafalkan [\u0259] misalnya pada kata \u201ckeluar\u201d dalam logat bahasa Indonesia standar nasional pada umumnya. Sementara huruf \u201ce\u201d biasa, dibaca sama seperti ketika melafalkan \u201ce\u201d atau berdiakritik (\u00e9) yang dilafalkan [e] pada kata \u201cenak\u201d seperti pada kalimat \u201cKok enak, kok nyaman, kok ditinggal~\u201d.<\/p>\n<h4><strong>\u00dc<\/strong> <strong>atau<\/strong> <strong>\u00fc<\/strong><\/h4>\n<p>Huruf ini tidak akan ditemukan penggunaannya pada kata di bahasa Indonesia. Cara pengucapan \u201c\u00fc\u201d adalah dengan membaca huruf latin \u201cu\u201d dengan bibir kebih bulat dan dengan lidah bagian depan menempel pada gigi bagian bawah dan lidah bagian tengah menempel di langit-langit atas rongga mulut. Gampangnya, bayangkan ketika kalian melafalkan bunyi \u201cyu\u201d bulat namun tertahan lidah seperti saat mau muntah mendengar \u201cCuma kamu satu-satunya\u2026,\u201d satu dari beberapa gombalan mas-mas fakboi, hehe. Silakan coba tutorial ini di rumah dan pastikan sewajarnya saja karena pasti kalian tidak mau dikira sedang gimmick muntah untuk batal puasa.<\/p>\n<h4><strong>\u00d6<\/strong> <strong>atau<\/strong> <strong>\u00f6<\/strong><\/h4>\n<p>Siap lagi ya? Sip, tarik nafas dulu. \u201c\u00d6\u201d atau \u201c\u00f6\u201d dibaca dengan mulut yang juga lebih bulat daripada melafalkan huruf \u201co\u201d dan diucapkan dengan ujung lidah menyentuh langit langit. Nah, \u201c\u00d6\u201d juga tidak akan ditemukan pada kosakata bahasa indonesia. \u201c\u00d6\u201d bisa dibaca seperti saat kamu melafalkan \u201co\u201d bulat bercampur dengan \u201cu\u201d bulat.<\/p>\n<p>Pasti kalian bertanya-tanya apa kalau mau ngomong satu kalimat yang ada kata-kata mengandung \u201c\u00fc\u201d atau \u201c\u00f6\u201d nya harus dibaca secara sempurna? Jawabannya ada di ujung langit sana. Hah jayus. Menurut saya, bahasa apa pun akan lebih gampang dimengerti saat ada konteks dan kalimatnya. Seperti saat kamu berbicara menggunakan bahasa Inggris, asal orang paham dengan apa yang dibicarakan ya pasti sama-sama ada mutual understanding. Tapi tidak semudah itu, Ferguso, hehehe. Sebuah plot twist seperti di drama-drama Korea yang ada pelakor-pelakornya memang. Masyarakat asli sini nggak akan mengerti kalau kamu salah mengucapkan \u00fc dan u atau o dan \u00f6.<\/p>\n<p>Di samping betah karena tinggal di negaranya yang sangat indah ini, masyarakat Turki juga sangat mencintai identitas dan atribut negara, termasuk bahasanya. Tidak banyak yang mau dan bisa belajar bahasa lain, termasuk bahasa Inggris yang kita gadang-gadang sebagai bahasa interasional dan bisa dipakai di mana saja.<\/p>\n<p>Selain karena pengucapan dan struktur atau SPOK-nya bahasa Turki agak ribet dan literally benar-benar terbalik dengan SPOK-nya bahasa Inggris, menurut pengamatan saya\u2014yang lagi-lagi merasa kredibel men-judge cara hidup orang lain\u2014masyarakat Turki tidak punya banyak pilihan untuk meng-explore keberagaman bahasa baik melalui media massa, pendidikan formal atau kegiatan hiburan seperti lagu-lagu dan acara televisi dalam bahasa lain. Mungkin nanti saya akan mencoba menjadi pribadi julid dan menulis artikel lain tentang ini.<\/p>\n<p>Lanjut.<\/p>\n<h4><strong>C atau c, dan <\/strong><strong>\u00c7<\/strong><strong> atau <\/strong><strong>\u00e7<\/strong><\/h4>\n<p>Ada yang unik dari huruf \u201cC\/c\u201d dan \u201c\u00c7\/\u00e7\u201d di Turki. Di sini, \u201cc\u201d akan dibaca sebagai \u201cj\u201d. Ya benar, misal kata \u201ccendol dawet\u201d akan dilafalkan menjadi \u201cjendol dawet\u201d, sementara huruf \u201c\u00e7\u201d akan dibaca sebagai \u201cc\u201d pada huruf latin pada umumnya di bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Bahasa Turki sebenarnya berakar dari serapan bahasa Arab, jadi tidak heran banyak teman-teman yang pernah belajar atau yang berasal dari negara berbahasa arab akan lebih sedikit familier saat belajar bahasa Turki. \u201c\u015e\/\u015f\u201d bisa dilafalkan sebagai \u201csye\u201d seperti melafalkan huruf\u00a0shad\u00a0(\u0635)\u00a0atau \u201cs\u201d dengan ekstra s dan y dibelakangnya dan dibaca dengan tebal.<\/p>\n<h4><strong>\u011e<\/strong><strong> atau <\/strong><strong>\u011f<\/strong><strong>, seperti dalam nama \u201c<\/strong><strong>Erdo\u011fan<\/strong><strong>\u201d<\/strong><\/h4>\n<p>Buat yang sudah penasaran, \u201cErdo\u011fan\u201d akan dibaca \u201cErdoan\u201d (g-nya tidak dibaca atau hilang).<\/p>\n<p>\u201c\u011e\/\u011f\u201d dalam \u201c\u011e\/\u011f\u201d ini bernama yumu\u015fak g, atau g yang lembut\/lemah dan umumnya tidak terbaca. Mungkin ini bisa buat topik sambat ke doi buat jadi kode, kamu bisa bilang \u201cApa sih arti dari hadirnya huruf \u011f yang nyatanya tak terlihat dan tak dianggap ini, Beb?\u201d (Beb dari kata: beb-as aja karena belum ada apa-apa.)<\/p>\n<h4><strong>Info tambahan<\/strong><\/h4>\n<p>Huruf \u201cv\u201d pada lafal orang Turki akan dibaca seperti huruf \u201cw\u201d pada alfabet latin. \u201cVak\u0131t\u201d (artinya: \u2018waktu\u2019) akan dibaca \u201cwaket\u201d, tentu dengan \u201c\u0131\u201d yang dibaca seperti huruf \u201ce\u201d tadi. Hmmm, masak iya harus diulang lagi? Tolong, jangan bikin puasa saya batal.<\/p>\n<p>Sebaliknya, saya kasih PR saja untuk bisa baca dua kata ini, biar bisa pamer kalau sudah pernah belajar bahasa Turki, atau bisa untuk penutup obrolan sama bule Turki sambil saya pamit undur diri. Te\u015fekk\u00fcrler (artinya: terima kasih) dan g\u00f6r\u00fc\u015f\u00fcr\u00fcz (artinya: sampai bertemu kembali).<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dos-and-donts-ketika-belajar-bahasa-inggris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Do\u2019s and Don\u2019ts Ketika Belajar Bahasa Inggris<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hitung-hitung belajar online bahasa Turki siapa tahu nanti bisa berkesempatan sekolah di sini. Yuk, kita mulai bahas satu-satu.<\/p>\n","protected":false},"author":754,"featured_media":48319,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6877,6876],"class_list":["post-46972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bahasa-asing","tag-bahasa-turki"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/754"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46972"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46972\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}