{"id":46694,"date":"2020-05-18T01:50:26","date_gmt":"2020-05-17T18:50:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=46694"},"modified":"2020-05-17T20:25:21","modified_gmt":"2020-05-17T13:25:21","slug":"serba-serbi-belajar-dan-mengamalkan-surah-alfatihah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/serba-serbi-belajar-dan-mengamalkan-surah-alfatihah\/","title":{"rendered":"Serba-serbi Belajar dan Mengamalkan Surah Alfatihah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ditanya, \u201cSurah apa yang paling kalian hafal?\u201d, saya yakin sedari kecil pasti yang dijawab, \u201cAlfatihah\u201d. Alfatihah kita ulang-ulang terus sampai hafal di luar otak. Nggak perlu pakai mikir lagi deh, pokoknya. Andai ya, surah-surah lain dari Alquran yang kita hafal ini bisa seperti kita hafal surah Alfatihah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waktu pertama kali saya tinggal di pondok, setoran ngaji Alquran dimulai dari Alfatihah. Saya merasa waktu itu akan lancar-lancar saja dan langsung lanjut ke surah berikutnya. Tapi, ternyata sangat jauh dari perkiraan saya. Saya pikir dengan saya sudah pernah mengkhatamkan Alquran sewaktu masih duduk di sekolah dasar dan merasa bacaan saya juga sudah baik-baik aja, menambah keoptimisan saya juga akan cepat khatam di pondok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar, seperti yang telah ditulis Mas Agus Ahmad dalam pengalamannya belajar Alquran dan kritiknya pada belajar Alquran metode cepat tersebut. Belajar membaca Alquran memang seperti melatih teknik vokal dan pernafasan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mangap, meringis, mecucu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah ciri khas pengajaran membaca Alquran di pesantren. Gerak bibir dan pelafalan makhraj harus benar-benar jelas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bacaan Alfatihah yang kami baca harus benar-benar tartil, sesuai kaidah tajwid, makhraj harus teliti. Pokoknya sampai benar-benar fasih. Paling cepet kurang lebih sebulan baru selesai bahkan ada yang sampai tiga bulan hanya untuk setor surah Alfatihah saja. Jenuh? Iya, jelas lah, jenuh banget. Udah santri baru belum betah di pondok, ditambah setiap hari ngajinya itu-itu aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalian yang pernah tinggal di pesantren atau waktu belajar surah Alfatihah di guru ngaji kalian, pernah mengalami perjuangan seperti ini juga, nggak?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari perjuangan kami membaca Alfatihah dengan fasih tersebut, ternyata memang sangat penting dan sangat berguna bagi kami di kemudian hari. Alfatihah disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ummul kitab <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0atau disebut sebagai surah Babon alias induk kitab, yang dimaksud di sini adalah Alquran.\u00a0 Seperti nama lain dari Alfatihah yang telah kita pelajari di mata pelajaran Pendidikan Agama Islam waktu sekolah dasar dulu, yaitu\u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Assab\u2019ul masani<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (tujuh yang diulang-ulang).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun beberapa kalangan muslim ada yang mengatakan kalau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bismillahirrahmanirrahim<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak termasuk bagian dari surah Alfatihah, sedangkan ayat ketujuhnya yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ghairil maghdlubi alaihim waladdlollin.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Fyi, waktu belajar huruf Dlo\u2019 di akhir kata dalam surah Alfatihah ini, saya pernah nangis di pondok gara-gara salah terus. Sampai akhirnya berhari-hari baru bisa melafalkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">waladdlollin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan benar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali lagi. Pernyataan diulang-ulang di sini adalah bacaan yang diulang dalam salat. Sehari kita salat yang wajib saja sampai 17 kali membaca surah Alfatihah. Alfatihah menjadi rangkaian rukun dalam salat. Bagaimana kita sah melaksanakan salat, jika kita tidak memenuhi salah satu rukunnya? Karena itu Alfatihah sangat penting bagi kelangsungan ibadah kita dalam sehari-hari. Hal sah tidaknya salat karena bacaan Alfatihah ini juga telah disebutkan dalam hadis sahih Imam Bukhari dan Imam Muslim.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Surah Alfatihah biasanya dipakai dalam permulaan kita melakukan sesuatu. Mulai belajar, kita baca Alfatihah. Mulai acara, yang dibaca juga Alfatihah. Tidak hanya itu, di pondok juga sering kali mengamalkan doa kepada saudara-saudara kami yang sedang sakit, dengan mengirimkan bacaan Alfatihah. Surah ini memang sering digunakan sebagai bacaan perantara terkabulnya hajat. Tentu ini sudah tidak asing lagi di lingkungan kalian. Biasanya dengan membaca ayat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Iyyaka na\u2019budu wa iyyaka nasta\u2019in, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dibaca berulang kali dengan menyebutkan hajatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sangat banyak sekali kisah-kisah sahabat pada masa Rasulullah yang menceritakan tentang kehebatan surah Alfatihah. Seperti pengakuan salah satu teman saya, terkait bagaimana caranya dia lolos dalam suatu ajang perlombaan menulis bergengsi, dia menjawabnya, \u201cSebelum kirim tulisan ke email perlombaan tersebut, dia membaca Alfatihah dengan sungguh-sungguh.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau trik yang kami lakukan di pesantren lagi ujian sekolah dulu nih, \u201cSudah, nanti soalnya dikirimin Alfatihah aja, biar kita diberi kemudahan buat jawab soal.\u201d Cukup menggelitik sih, jadi apa-apa dibacain Alfatihah. Sudah kayak jadi mantra saja. Saya pikir ini bisa dicoba buat kalian yang ingin banget tulisannya tembus di Mojok. Mungkin bisa dicoba, sebelum kirim email ke Mojok, bacain Alfatihah di depan layar laptop kalian. Barangkali kurator pada luluh baca tulisan kalian. Ya, siapa tahu~ <\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA Esai-esai\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/terminal-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Ramadan<\/a>\u00a0Mojok lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sehari kita salat yang wajib saja sampai 17 kali membaca surah Alfatihah. Alfatihah menjadi rangkaian rukun dalam salat.<\/p>\n","protected":false},"author":353,"featured_media":40198,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6744,6305],"class_list":["post-46694","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-surah-alfatihah","tag-terminal-ramadan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/353"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46694"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46694\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}