{"id":460,"date":"2019-05-07T11:00:47","date_gmt":"2019-05-07T04:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=460"},"modified":"2021-10-19T13:16:52","modified_gmt":"2021-10-19T06:16:52","slug":"catatan-ringan-sebelum-memulai-hubungan-yang-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/catatan-ringan-sebelum-memulai-hubungan-yang-baru\/","title":{"rendered":"Catatan Ringan Sebelum Memulai Hubungan yang Baru"},"content":{"rendered":"<p>Anggaplah begini. Tiba-tiba, ketika hujan turun rintik-rintik dan malam hanya mengaburkan genangan dan kenangan, kau teringat dengan mantan kekasih\u2014yang pernah kau katakan kepadanya bahwa ia adalah cinta pertama dan akan jadi cinta terakhirmu, atau teman wanita saat sekolah yang membuatmu jatuh cinta tapi tak pernah kau dapatkan. Waktu berjalan dan sudah lima, enam, atau mungkin tujuh tahun belum pernah kau temui lagi semenjak pertemuan terakhir. Singkatnya, kau ini sedang rindu masa dulu. Tapi kau masih bingung bagaimana cara mengungkapkan perasaanmu, karena kenyataannya, memulai segala sesuatu dari awal tidak semudah dibanding mengakhiri apa-apa yang telah dimulai.<\/p>\n<p>Berbeda dengan tips lainnya yang memberikan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan agar berhasil, maka saya pikir saya perlu membuat daftar apa saja yang tidak boleh dilakukan dalam mencoba memulai kembali suatu hubungan, tentu saja daftar ini dibuat agar niatan tersebut berhasil dan tidak tersesat ke arah yang salah sebelum memulai hubungan baru. Setelah melakukan observasi lapangan juga pencarian studi literatur yang dilakukan secara sembarangan, berikut daftarnya:<\/p>\n<p><strong>Pura-pura salah kirim pesan<\/strong><\/p>\n<p>Ini kerap kali jadi strategi utama dan sebenarnya bisa menjadi cara terbaik untuk memulai percakapan<del datetime=\"2019-05-07T02:16:57+00:00\"> dengan harapan bisa merajut kembali hubungan yang bar<\/del>u, dengan catatan, di posisimu yang sedang berlagak jadi orang bego ini kau mesti pandai memberikan alasan yang jelas sejelas-jelasnya ketika ditanya kenapa bisa salah kirim.<\/p>\n<p>Kau bisa saja menjawab dengan alasan namanya mirip dengan nama temanmu, atau kau sedang tidak fokus dan buru-buru sehingga tanpa sengaja pesan itu terkirim ke orang yang salah. Tapi, kau tahu, ia sudah mengerti gelagatmu.<\/p>\n<p>Selanjutnya yang terjadi adalah kecanggungan yang tak terkira karena kau bingung harus bagaimana lagi. Menanyakan kabarnya adalah hal yang bagus, dan mungkin ia akan tetap membalas pertanyaan-pertanyaanmu dengan senang hati, tapi ini terlalu dipaksakan.<\/p>\n<p>Atau meminta maaf kepadanya dengan konsekuensi <em>chat-chat <\/em>selanjutnya bisa menyebabkan tingkat kecanggungan yang lebih parah daripada awal. Kau ingin coba bahas percakapan lain, tapi tidak ada konteks yang melatarbelakangi. Ingin tetap bertahan tapi teramat sulit. Akhirnya cuma bisa merelakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Mengirim pesan, \u201cAku kangen suara kamu.\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Jangan. Jangan lakukan ini. Jangan sampai kesan pertamanya terhadapmu terlihat buruk. Lebih baik kau tanyakan saja bagaimana kabarnya, dan sambil menunggu ia membalas pesanmu kira-kira paling cepat 15 jam lagi\u2014syukur-syukur kalau ia langsung membalas, kau bisa menyusun beribu skenario untuk menyelamatkan nasib nelangsamu.<\/p>\n<p>Bisa diawali dengan membuat daftar pertanyaan-pertanyaan remeh yang akan kau tanyakan mulai dari \u201clagi sibuk apa?\u201d atau \u201csudah makan atau belum?\u201d atau \u201csedang nonton sinetron apa?\u201d atau apapun terserahmu.<\/p>\n<p>Setidaknya itu lebih penting dibanding ujug-ujug bilang kalau kau kangen mendengar suaranya, karena bisa saja ia risih, dan sudah semestinya kau ingat bahwa kau bukan siapa-siapa lagi di matanya kini. Lagipula apa pedulinya sampai-sampai perlu membalas pesanmu itu.<\/p>\n<p>Namun kau juga jangan lupa untuk menetapkan batas toleransi sampai berapa lama ia harus membalas pesanmu. Apabila ia tak juga membalas lebih dari dua hari, sudah, lebih baik lupakan saja. Cari yang lain untuk memulai hubungan baru atau memang kau sudah ditakdirkan untuk tetap hidup nelangsa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Mengirim pesan, \u201cAku kok lupa ya sama wajah kamu.\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Kalau kau hidup di zaman ketika mendapat surat balasan dari sahabat pena saja sudah membuatmu bahagia, dan cuma dengan menelepon satu-satunya cara kau bisa menghubunginya secara cepat, tentu hal ini baik apabila disampaikan secara langsung. Kau cukup beri ia satu gombalan saja dengan bilang kalau mungkin wajahnya sekarang lebih cantik dibanding dulu yang sudah cantik.<\/p>\n<p>Tapi sekarang zaman sudah canggih dan kau hanya akan terlihat bodoh apabila mengirim pesan tersebut, karena sudah pasti ia memakai foto profil dan kau bisa melihatnya. Kalaupun tidak, kau masih bisa memanfaatkan kemampuan <em>stalking<\/em>-mu yang konon sudah setara dengan CIA itu untuk dapat melihat foto-foto terbarunya di media sosial yang ia punya, <a href=\"https:\/\/mojok.co\/auk\/ulasan\/pojokan\/nggak-sanggup-live-nikahan-di-tv-live-instagram-aja\/\">Instagram<\/a> misalnya.<\/p>\n<p>Satu hal yang perlu diperhatikan, ketika kau membuka profil Instagramnya, dan sudah kau <em>scroll<\/em> sampai di postingannya dua tahun yang lalu, jangan sekalipun melakukan tindakan gegabah seperti tak sengaja me-<em>like<\/em> fotonya. Tapi kalau kadung khilaf karena merasa di foto itu ia terlihat amat cantik, lalu tanpa sadar kau <em>tap<\/em> dua kali, ya, mau bagaimana lagi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Mengirim puisi cinta<\/strong><\/p>\n<p>Betul bahwa membuat sendiri lebih baik walaupun hasilnya jelek, ketimbang hasil bagus karena menyalin milik orang lain. Tapi kau harusnya sadar diri kalau kau ini bukan M. Aan Mansyur atau <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pablo_Neruda\">Pablo Neruda<\/a> atau sebutlah siapapun penyair panutanmu.<\/p>\n<p>Mungkin kau merasa dengan mengirimkannya puisi otomatis bisa membuatmu terlihat sebagai pribadi yang romantis, penuh cinta, sebagaimana diidam-idamkan oleh anak-anak muda pencinta senja.<\/p>\n<p>Jadi, mulai sekarang, jangan lagi kirim puisi cinta <del datetime=\"2019-05-07T02:16:57+00:00\">jelek<\/del>mu itu kepadanya. Apalagi sampai namanya kau jadikan judul puisimu. Cukup. Lebih baik kau simpan dulu puisimu itu, karena ia bisa saja muak meski menurutmu terlihat senang dan bahagia.<\/p>\n<p><em>Gitu.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya pikir saya merasa perlu membuat daftar hal-hal yang tidak boleh dilakukan dalam mencoba memulai kembali suatu hubungan.<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":672,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12912],"tags":[76,129,128],"class_list":["post-460","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sapa-mantan","tag-asmara","tag-cinta","tag-hubungan-baru"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/460","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=460"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/460\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/672"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=460"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=460"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=460"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}