{"id":45702,"date":"2020-05-16T01:51:03","date_gmt":"2020-05-15T18:51:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=45702"},"modified":"2020-05-15T21:23:31","modified_gmt":"2020-05-15T14:23:31","slug":"suka-duka-menjalani-ramadan-tersepi-yang-jatuh-di-tahun-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/suka-duka-menjalani-ramadan-tersepi-yang-jatuh-di-tahun-ini\/","title":{"rendered":"Suka Duka Menjalani Ramadan Tersepi yang Jatuh di Tahun Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun ini, muslim di seluruh dunia melewati bulan suci Ramadan tepat ketika maraknya pandemi COVID-19. Masyarakat muslim bahkan menjalani puasa Ramadan di tengah kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dijalankan di beberapa wilayah. Dengan menutup semua akses ibadah demi pencegahan penularan COVID-19. Akibatnya berbagai kegiatan yang dijalankan selama bulan Ramadan tahun ini harus mengalami penyesuaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah melalui Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 Kementerian Agama RI memberikan panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi COVID-19. Surat edaran tersebut dikeluarkan sebagai panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi masyarakat dari risiko penularan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masyarakat diimbau tidak melaksanakan salat di masjid-masjid atau di keramaian, dan menghindari pertemuan besar keluarga dan teman untuk berbuka puasa bersama secara ramai-ramai. Tidak melakukan pawai atau tradisi kegiatan yang melibatkan banyak orang. Padahal kan semua itu yang justru menjadi kemeriahan setiap pelaksanaan bulan suci Ramadan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi beberapa hari yang lalu, saya bangun jam 2 pagi karena dikagetkan dengan serombongan orang memukul-mukul kentongan, panci atau entah apalah dan berteriak, \u201cSahuuur\u2026 sahuuur&#8230;\u201d Bangun tidur dengan cara dikagetkan seperti membuat saya kesal sendiri. Baru dua jam saya tidur dan jam 2 pagi mereka sudah membangunkan untuk sahur. Mengapa harus jam 2 pagi, Ya Allah? Kenapa nggak jam setengah 4 atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">injury time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu kan waktu yang sangat pas untuk sahur?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tektekan yang justru sering banget bangunin orang sahur kecepetan dan dilakukan secara sembarangan. Alhasil, orkes keliling tersebut tidak hanya berhasil membangunkan warga tetapi juga mengagetkan warga. Bunyi-bunyian tidak teratur dan bisa dikatakan \u2019kurang nyeni\u2019 atau jauh dari estetika disertai teriakan yang terlalu kencang malah membuat warga kurang apresiatif terhadap kegiatan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, kegiatan tektekan seperti itu memang hal yang wajar terjadi pada umumnya di bulan Ramadan. Eh, tapi kan bulan Ramadan tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kok masih ada orang yang bangunin sahur dengan cara seperti itu, sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ramadan yang harus berlangsung di tengah pandemi membuat suasananya menjadi begitu berbeda. Suasananya yang sepi lebih saya sadari setelah mendengar hanya sekali orang melakukan tektekan di bulan Ramadan, setidaknya sampai hari ini. Ah, iya ternyata sepi sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, walaupun begitu, menurut saya suasana seperti ini merupakan suatu berkah tersendiri, yang jarang sekali dirasakan ketika bulan Ramadan di tahun-tahun sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ritual ibadah yang dijalankan di rumah bisa lebih khusyuk dan tenang. Nggak ada lagi bocah-bocah yang suka main petasan. Apalagi, biasanya bocah-bocah itu tidak hanya beraksi di malam hari, ketika orang-orang sedang melaksanakan salat tarawih, tapi juga siang hari atau sore hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, ketika sedang bersantai atau hendak melaksanakan ibadah \u2018tidur siang\u2019, tiba-tiba terdengar suara petasan di depan rumah. Selain bikin kaget, bocah-bocah itu jelas membuat dosa kita bertambah karena kita ngedumel atau marah-marah pada mereka. Sungguh sikap yang sebetulnya sangat ingin dihindari, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di luar itu semua, tetap saja ada kesedihan yang ikut serta dirasakan di bulan Ramadan tahun ini. Dalam suasana Ramadan yang begitu sepi ini, lantunan ayat suci Alquran yang biasa kita dengar di masjid-masjid atau langgar terdekat semakin sedikit dan jarang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal ketika bulan Ramadan di tahun-tahun sebelumnya, suara tadarus Alquran hampir selalu bisa kita dengarkan setiap saat. Dari waktu sahur hingga sahur lagi. Kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan menjelang salat lima waktu dan dibacakan langsung, bukan dengan memutar rekaman, membuat ruh semangat Ramadan tetap menyala setiap harinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suasana seperti itu yang selalu dirindukan ketika Ramadan. Ruh semangat Ramadan yang ditiupkan oleh suara-suara dari toa masjid-masjid dan langgar. Sayangnya, semakin sedikit masjid atau langgar yang melaksanakan tadarus, membuat ruh semangat Ramadan pun melemah. Tidak dapat dimungkiri, Ramadan tahun ini terasa lebih cepat dari biasanya karena banyak hal yang harus dilewatkan begitu saja secara individual. Hal yang sangat tidak ingin dirasakan umat muslim di mana pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, pada akhirnya, suasana sepi dan sunyi ketika Ramadan kali ini memiliki suka dan dukanya tersendiri. Kesenangan dan kesedihan sering kali terjadi secara bersamaan. Namun yang terpenting adalah ibadah yang tetap dijaga dan hati yang tetap harus bahagia di bulan Ramadan~<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA Esai-esai\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/terminal-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Ramadan<\/a>\u00a0Mojok lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam suasana Ramadan yang begitu sepi ini, lantunan ayat suci Alquran yang biasa kita dengar di masjid terdekat semakin sedikit dan jarang.<\/p>\n","protected":false},"author":358,"featured_media":38927,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5663,6715,6305],"class_list":["post-45702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-pandemi-corona","tag-ramadan-tersepi","tag-terminal-ramadan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45702","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/358"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45702"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45702\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}