{"id":4539,"date":"2019-06-24T08:00:27","date_gmt":"2019-06-24T01:00:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=4539"},"modified":"2022-01-14T12:38:06","modified_gmt":"2022-01-14T05:38:06","slug":"mulutmu-harimaumu-aduh-mbak-awas-badan-binasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mulutmu-harimaumu-aduh-mbak-awas-badan-binasa\/","title":{"rendered":"Mulutmu Harimaumu: Aduh Mbak, Awas Badan Binasa"},"content":{"rendered":"<p>Wanita yang selalu duduk bersama-sama pada <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/penjaskes\/perawatan-kecantikan-yang-sebaiknya-nggak-dilakukan-mendekati-pesta-pernikahan\/\">acara arisan atau pernikahan<\/a>, selalu lupa satu hal yakni ketidaksinkronan antara hal yang dibicarakan melalui mulut dan hal yang menjadi kenyataan. Aduh Mbak, awas badan binasa.<\/p>\n<p>Maryati\u2014tetangga sebelah rumah yang menjanda berpuluh-puluh tahun adalah seorang ibu rumah tangga yang akrab disapa Mar. Wanita itu cantik, bertubuh seksi namun sayang mulutnya tidak seseksi tubuhnya. Setiap hari Mar tak pernah berhenti berbicara, bahkan di saat sendirian sekalipun. Kekesalan terhadap anak perempuannya yang selalu tidak betah di rumah\u2014selalu pergi di setiap waktu entah pagi entah siang entah malam.<\/p>\n<p>Pernah di sebuah pesta pernikahan Mbak Mar juga turut serta memberikan amplop sebagai dukungan bagi pasangan suami istri yang sedang melangsungkan acara pernikahan. Diam-diam saya mengagumi dalam kepekaannya menanggapi situasi sosial yang terjadi. Perlahan ada kabar buruk menyusul bahwa Mbak Mar memberi bantuan semata-mata menjaga gengsi. <em>Aduh Mbak kok seperti itu ya?<\/em>\u2014aku membatin.\u00a0Mulut wanita memang demikian\u2014setiap perbuatan baik selalu diawali dan diakhiri dengan kata-kata. Bermaksud tersirat yakni memberi \u201crasa\u201d pada objek penerima kebaikan.<\/p>\n<p>Ada pepatah <em>mulutmu harimaumu, awas badanmu binasa<\/em>\u2014mulut memang tidak mengenyam pendidikan atau menyandang ijazah dengan gelar sarjana, namun tentang sesuatu yang dikatakan mulut bertanggungjawab penuh atas badan. Orang-orang akan memandang baik jika hal yang dikatakna itu baik, begitu pula sebaliknya orang-orang akan memandang buruk jika hal yang dikatakan itu buruk.<\/p>\n<p>Sebanyak 99% wanita sering salah kaprah ketika membicarakan kesalahan atau keburukan orang lain. Wanita acapkali lupa memandang ke dalam dirinya atau bercermin diri sebelum melihat kesalahan di mata orang lain. Dalil sempurna digunakan sebagai tolok ukur menilai orang lain. Itulah yang menjadi alasan, mengapa pekerjaan di dapur kurang beres, mengurus suami pun tidak betul, merawat anak-anak terkadang absen. Alhasil, konflik dalam rumah tangga berkepanjangan dan tak kunjung selesai.<\/p>\n<p>Beberapa wanita dalam curhat selalu menangis dan menyesali perbuatnnya. Sering lalai menjadi ibu rumah tangga bagi suami dan anak. Kecenderungan menjadi ibu rumah tagga bagi tetangga karena komunikasi direspon positif, karena merasa nyaman membicarakan kelemahan orang lain, karena mampu beradu argumen dengan wanita lain di media sosial dan selalu berada pada posisi \u201cmenang\u201d. <em>Aduh Mbak, zaman sekarang,maunya ngetren trus<\/em>\u2014aku tertawa\u00a0 sendiri.<\/p>\n<p>Di sisi lain, saya yag juga seorang wanita justru masa bodoh. Lebih sibuk menulis di status Facebook supaya mendapat pengetahuan dari para netizen jika merespon tulisan, bertukar informasi melalui surel<em>, <\/em>melakukan bisnis <em>online, <\/em>mengoleksi buku-buku bacaan yang menginspirasi, mengikuti <em>event <\/em>lomba yang diselenggarakan serta menyiapkan makanan untuk suami dan anak. Saya baca berita di media <em>online <\/em>yang berjudul \u201cSibuk Gosip Anak Tetangga Pacaran, Eh Anaknya\u00a0 Justru Hamil di Luar Nikah, Malu Jadinya\u201d. Judul berita tersebut mengangkat salah satu fakta dari banyaknya fakta tentang gosip.<\/p>\n<p>Ada beberapa hal yang saya tawarkan dan harus dipahami.<\/p>\n<p><em>Pertama\u2014jadilah perempuan sejati yang lebih sibuk mengurus rumah tangga sendiri.<\/em><\/p>\n<p><em>Kedua\u2014jauhkan diri dari gosip yang hanya merusak hubungan kekerabatan dan retaknya rumah tangga.<\/em><\/p>\n<p><em>Ketiga\u2014selalu berpikir posistif tentang orang lain dan kehidupannya.<\/em><\/p>\n<p><em>Keempat\u2014menerima diri sebagai angerah\u00a0 yang patut disyukuri. Mencintai diri sendiri sama halnya mencintai orang lain.<\/em><\/p>\n<p>Tentang Mbak Mar\u2014setelah mencari tahu, wanita itu beberapa tahun belakangan ditahan di kantor polisi atas <a href=\"https:\/\/tirto.id\/ahmad-dhani-didakwa-pasal-pencemaran-nama-baik-uu-ite-dgae\">tuduhan pencemaran nama baik.<\/a>\u00a0<em>Nggak usah ngegosipin orang lain, kita punya masalah yang sama seperti dia hanya berbeda kesempatan<\/em>\u2014begitu status di akun Facebook saya. Seperti kecanduan\u2014fenomena ini harus segera diatasi.\u00a0 Jika dibiarkan terus-menerus dengan kondisi yang sama, niscaya badan akan terus binasa.<\/p>\n<p>Peliharalah mulut, maka akan terpelihara juga badan. Kisah Mbak Mar\u2014bukan nama sebenarnya\u2014hanya dikisahkan kembali dalam tulisan ini bermaksud positif yakni kita harus bijaksana dalam bertutur-kata serta bertindak. Keharmonisan menjadi kunci utama dalam kehidupan berumah tangga dan bermasyarakat. Marilah kita menanamkan sikap saling menghargai sesama sebagai \u201csaya\u201d yang lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mulut memang tidak mengenyam pendidikan dan punya ijazah dengan gelar sarjana, namun tentang sesuatu yang dikatakan mulut bertanggungjawab penuh atas badan.<\/p>\n","protected":false},"author":139,"featured_media":4594,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1063,1193,1194,412,46],"class_list":["post-4539","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-gosip","tag-konflik-sosial","tag-mulutmu-harimaumu","tag-rumah-tangga","tag-wanita"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4539","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/139"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4539"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4539\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4594"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}