{"id":44939,"date":"2020-05-12T16:00:12","date_gmt":"2020-05-12T09:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=44939"},"modified":"2020-05-12T16:00:12","modified_gmt":"2020-05-12T09:00:12","slug":"menebak-karakter-orang-dari-komplek-yang-pertama-dibeli-pas-main-monopoli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-karakter-orang-dari-komplek-yang-pertama-dibeli-pas-main-monopoli\/","title":{"rendered":"Menebak Karakter Orang dari Komplek yang Pertama Dibeli pas Main Monopoli"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada satu permainan, unik sekali. Di dalamnya ada empat orang yang kerjaannya lompat-lompat, ngesot, atau terbang. Kalau lagi diam ada yang berdiri, duduk, tiduran, bahkan sampai kayang. Setiap orang dalam gim ini bisa melompat sampai tiga puluh lima kali untuk satu putaran! Kalau tiga puluh enam kali lompat otomatis masuk penjara. Permainan apakah itu? Yak betul\u2026 monopoli internasional saudara-saudara!!!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Monopoli sangat cocok dimainkan saat bulan puasa karena mainnya juga santai, nggak perlu lari-larian. Alur permainannya juga lambat terus aturannya juga bisa diubah-ubah sesuai kemauan pemainnya. Pokoknya ampuh buat ngusir lapar, jadi nggak kepikiran buka di siang hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, monopoli juga mengajarkan saya gimana caranya dapat cuan yang besar. Biar saya kasih tau rahasianya ya. Dalam gim papan yang satu ini, pemainnya harus membeli komplek sebanyak mungkin. Jadi sangat penting buat belajar menentukan komplek apa yang mau dibeli pertama kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan salah loh, keliru membeli komplek bisa berujung pada hutang yang menumpuk atau kebangkrutan. Kalau sudah begitu ya siap-siap saja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngahuleng, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">liatin orang lain main sambil nungguin keluar pemenangnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah bergumul dalam dunia jual-beli tanah di monopoli selama saya SD, ternyata sedikit banyak saya jadi tahu karakter setiap pemain berdasarkan komplek yang mereka beli pertama kali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Pertama<\/strong> ada pemain yang senang beli komplek H. Emang, sih, Afrika dan Australia bisa bikin pemain jadi juragan. Soalnya, setiap pemain yang nginep di hotelmu harus bayar 150 ribu atau 200 ribu dolar monopoli. Dan ini adalah jumlah 9-10 kali gaji setiap pemain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya golongan pertama ini terdiri dari orang-orang yang pengen cepet kaya, dapet kesuksesan dengan sedikit perjuangan. Selain itu mereka juga percaya kalau mau untung besar harus ngeluarin modal yang banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya dua atau tiga orang sudah mengincar komplek H sejak awal permainan, bisa dibilang golongan pertama juga punya keberuntungan yang besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka adalah orang yang gigih dan pantang menyerah.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> K<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adang, jadi yang terakhir punya hotel pun nggak masalah buat mereka. Selama Afrika dan Australia bisa didapatkan, semua itu cuma dianggap hambatan doang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Kedua<\/strong>, ada orang-orang yang jatuh cinta sama Inggris, Perancis dan Belanda.\u00a0 Mereka adalah golongan manusia yang selo-selo, nggak terlalu ambis buat dapet untung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya satu kali nginep di komplek F harus bayar sekitar 120.000 atau enam kali gaji. Persentase kunjungannya juga kecil, artinya jarang dapet pemasukan dong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Golongan kedua juga bisa dibilang idealis. Apalagi jika melihat fakta jarang ada pemain yang datang ke komplek F. Kadang, ada yang sampai bangkrut karena nggak ada pemain singgah di hotelnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Ketiga<\/strong>, ada komunitas yang suka memanfaatkan kesempatan buat merebut rezeki orang lain, yaitu para pembeli komplek D (Korea, India dan Jepang) dan E (Italia, RRC dan New Zealand).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam monopoli internasional ada satu petak sakti yang jika pemain bisa berhenti di situ, maka dia bebas pindah ke mana saja, namanya parkir bebas. Nah posisinya ada di antara Komplek D dan E. Artinya setiap pemain yang gagal mendapatkan parkir bebas harus ikhlas bayar sewa hotel di komplek D dan E.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, komplek D dan E juga letaknya setelah penjara. Jadi makin banyak orang yang masuk penjara, kesempatan dapet duit pun makin bertambah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan kata lain, orang-orang dalam komunitas ini pandai melihat peluang. Meskipun penghasilannya paling besar cuma lima kali gaji, tapi kalau banyak yang bayar, untungnya bisa lebih besar dari komplek H.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Keempat<\/strong>, ada paguyuban manusia pandai berhemat, penabung ulung, sabar, juga percaya bahwa modal yang sedikit bisa menghasilkan untung yang besar selama konsisten mendapatkan keuntungan. Mereka adalah pemain yang hobi beli komplek A (Indonesia dan Malaysia).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang harga belinya murah&#8211;cuma di bawah 10.000&#8211;serta biaya buat bangun hotel cuma 25.000. Kalau ditotal paling banyak modal yang dikeluarkan cuma 35.000 saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayarannya juga nggak gede-gede amat, paling banyak cuma tiga kali gaji. Tapi persentase kunjungannya sangat tinggi, soalnya pemain lain juga menghindari komplek H kan. Lagipula mending bayar 60.000 daripada 200.000<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal kalau dalam satu putaran tiga pemain nginep di hotelnya, ya untungnya sudah 210.000.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Terakhir<\/strong>,\u00a0ada golongan yang menganggap dirinya spesial, anti mainstream die hard fans, yaitu pemain yang membeli pelabuhan serta stasiun kereta api\u2014bahkan sampai perusahaan listrik dan airnya sekalian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka adalah manusia penuh dengan gengsi. Urusan duit bisa dipikir belakangan, yang penting gelar \u201cberbeda\u201d sudah mereka dapatkan. Ya walaupun ujungnya harus bangkrut, tapi nggak jadi masalah.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah begitulah karakter pemain monopoli yang bisa saya jelaskan kali ini. Sekarang mumpung masih bulan puasa, siapa yang mau main monopoli bareng sama saya?<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/belajar-sekaligus-mengatur-keuangan-dengan-permainan-monopoli\/\">Belajar Sekaligus Mengatur Keuangan dengan Permainan Monopoli<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gilang-oktaviana-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gilang Oktaviana Putra<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kangen main monopoli pas puasa-puasa \ud83d\ude41<\/p>\n","protected":false},"author":158,"featured_media":14585,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[5978,6640,3535],"class_list":["post-44939","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-karakter-orang","tag-main-monopoli","tag-monopoli"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44939","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/158"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44939"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44939\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44939"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44939"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44939"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}