{"id":44902,"date":"2020-06-12T14:00:14","date_gmt":"2020-06-12T07:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=44902"},"modified":"2020-06-12T14:06:08","modified_gmt":"2020-06-12T07:06:08","slug":"huawei-matebook-x-pro-mirip-macbook-pro-tapi-nggak-nyebelin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/huawei-matebook-x-pro-mirip-macbook-pro-tapi-nggak-nyebelin\/","title":{"rendered":"Huawei Matebook X Pro, Mirip Macbook Pro tapi Nggak Nyebelin"},"content":{"rendered":"<p>Beberapa teman saya yang masuk kelompok\u00a0crazy rich memilih MacBook Pro dengan Touch Bar sebagai tunggangannya. Tipis dan elegan memang, tetapi sering menyusahkan dengan penggunaan macOS yang lebih ribet, beberapa\u00a0software penting yang tidak tersedia, dan aksesorinya harus resmi Apple dengan harga yang tak murah. Sekalinya aksesori itu lupa dibawa dan dibutuhkan, khususnya konektor ke proyektor, tamatlah cerita di hari itu. Meskipun demikian, mereka tetap bangga meracuni kami supaya mau beralih ke produk buah, setidaknya MacBook\u00a0entry-level\u00a0yang harganya sudah cukup untuk memboyong pulang Honda Vario.<\/p>\n<p>Huawei melihat potensi ini dengan menghadirkan laptop premium sekelas MacBook Pro, bahkan jelas dari namanya. Matebook X Pro, memang sudah tersedia sejak 2018, tetapi baru di iterasi ketiganya ia didatangkan secara resmi di Tanah Air dalam suasana perang dagang AS-Tiongkok. Dengan spesifikasi yang jauh lebih mumpuni dan pastinya sistem operasi Windows, dipasanglah banderol Rp31 juta berikut cashback preorder\u00a0senilai Rp1,5 juta (sampai 19 Mei) serta serangkaian bonus, berupa\u00a0sleeve, lisensi Office 365,\u00a0dock, dan powerbank yang katanya bernilai Rp2,2 juta.<\/p>\n<p>Prosesornya menggunakan Intel Core i7-10510U, alias setingkat dan segenerasi di atas MacBook Pro 13 inch (2019) yang dibekali Core i5-8279U dengan harga jual Rp32,6 juta. Kartu grafis Matebook X Pro juga sudah menggunakan NVIDIA Geforce MX250 yang lebih andal dalam urusan\u00a0video rendering\u00a0dan\u00a0gaming\u00a0dibandingkan MacBook yang masih menggunakan Intel Iris Plus. Tidak ada Touch Bar di Matebook ini, tetapi layar sentuhnya sangat menyenangkan untuk\u00a0browsing, presentasi, dan melihat gambar. Kamera tersembunyi di antara keyboard F6 dan F7 untuk Matebook hanya akan muncul jika diminta dengan mekanisme\u00a0pop-up, sedangkan kamera MacBook masih menari di atas\u00a0bezel\u00a0layar utama. RAM dan SSD persis dobel dari si MacBook Pro, menjadi 16 GB dan 1 TB. Layarnya bukan lagi beresolusi 2K, tetapi sudah 3K.<\/p>\n<p>Akan tetapi, beberapa hal menggelitik di pikiran saya. Pertama, mengapa Huawei tidak membubuhkan logonya saja di tutup laptop dibandingkan menulis namanya, tentu saja agar semakin menyerupai gengsi dan kemewahan si laptop buah? Jika perlu, logo diberikan lampu putih untuk nostalgia ala MacBook keluaran lama atau lampu RGB ala-ala laptop gaming seperti ASUS ROG, kan lebih bagus?<\/p>\n<p>Kedua, spesifikasinya terasa tanggung karena sudah ada prosesor Intel Core i7 berembel-embel G yang lebih baru. Ketiga, RAM tidak bisa ditingkatkan. Halo, Huawei, di kuliah saya dengan pemodelan matematika yang semakin hari semakin kompleks, beberapa peneliti sudah mengandalkan RAM hingga 24GB dalam keseharian. Keempat, mengapa tidak ada fitur untuk melepas layar menjadi tablet seperti pada Microsoft Surface Book 2 dan 3?<\/p>\n<p>SSD 1\u00a0 TB rasanya bukan sesuatu yang terlalu diperlukan, 512GB sudah cukup dengan penggunaan penyimpanan eksternal dan\u00a0cloud storage. Jika perlu pun, SSD ini bisa diganti dengan kapasitas lebih besar di kemudian hari. RAM? Sudah tersolder dan tetap sehingga inilah yang menurut saya perlu dimaksimalkan Huawei ke 32GB. Tetap lebih baik dari MacBook Pro sih, tetapi kurang pas aja.<\/p>\n<p>Jika hanya mencari prosesor dan GPU tanpa memedulikan layar 3K (alias rela turun ke Full HD), tidak butuh layar sentuh di layar utama, dan tidak gengsian (asalkan tetap harus setipis dan seringan MacBook Pro), hemat uang sekitar Rp6 jutaan mungkin dilakukan dengan membeli ASUS ZenBook 14 UX434 dengan satu layar atau Rp5 jutaan untuk ASUS ZenBook Duo UX481 dengan dua layar ala-ala Touch Bar.<\/p>\n<p>Keduanya sama-sama datang dengan RAM 16 GB dan SSD 1 TB, di mana penggunaan SSD 512 GB bisa mengakibatkan penghematan lanjutan hingga Rp4 juta. Soal bisnis\u00a0laptop\u00a0di Indonesia, jelas ASUS jauh lebih berpengalaman dibandingkan Huawei yang baru saja tiba dari kedatangannya. Masa depan bisnis juga lebih jelas mengingat ASUS saat ini tidak terlibat masalah dengan Amerika Serikat.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/butuh-hp-android-murah-lirik-ponsel-zaman-old-untuk-alternatif-di-tengah-pandemi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Butuh HP Android Murah? Lirik Ponsel Zaman Old untuk Alternatif di Tengah Pandemi!<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/christian-evan-chandra\/\">Christian Evan Chandra\u00a0<\/a>lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Huawei melihat kebutuhan laptop yang sebaik MacBook Pro, tetapi tidak ekslusif. Jadilah mereka mengeluarkan laptop premium Matebook X Pro.<\/p>\n","protected":false},"author":725,"featured_media":55881,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[7200,7198,7201,7199,7197],"class_list":["post-44902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-apple","tag-huawei","tag-laptop-premium","tag-macbook","tag-matebook"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/725"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44902"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44902\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}