{"id":448,"date":"2019-05-05T15:00:15","date_gmt":"2019-05-05T08:00:15","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=448"},"modified":"2019-05-07T15:02:17","modified_gmt":"2019-05-07T08:02:17","slug":"tetap-rakus-baca-walaupun-bulan-puasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tetap-rakus-baca-walaupun-bulan-puasa\/","title":{"rendered":"Tetap Rakus Baca Walaupun Bulan Puasa"},"content":{"rendered":"<p>Tak terasa (sebenernya terasa <em>sih<\/em>) bulan Ramadan kembali tiba. Bulan mulia di mana pintu-pintu kebaikan dibuka dan <span style=\"text-decoration: line-through;\">para pendukung fanatik capres<\/span> setan-setan dibelenggu. Tentu kita sudah bisa melihat tanda-tandanya. Mulai dari iklan sirup di televisi sampai <em>broadcast<\/em> maaf-maafan di WAG alias WhatsApp Group.<\/p>\n<p>Pada bulan ini, orang-orang pun berlomba meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Ada yang memperbanyak shalat, tadarus, dzikir, dan lain sebagainya. Ada pula yang dengan cara mengurangi maksiat: mulai dari mempersedikit jam jalan bareng pacar, menghapus video <em>wagu<\/em>, menahan diri untuk tidak menulis komentar \u201c<em>bgst<\/em>!\u201d di postingan <em>shitpost<\/em>, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Banyak hal bisa dilakukan untuk mengisi bulan Ramadan ini.<\/p>\n<p>Sebagai orang yang mencintai Nabi Muhammad\u2014yang diutus bersama kitab suci dengan ayat pertama berisi seruan membaca\u2014dan mengagumi Bung Hatta (pejuang bangsa yang masih sempat-sempatnya bawa dua peti buku saat dalam masa tahanan), saya menawarkan cara lain untuk menyemarakkan bulan nan suci ini.<\/p>\n<p>Apa itu? Perbanyak baca. Baca apa saja. Baca artikel, jurnal, majalah, buku, ensiklopedia, dan lain-lain. Terutama, perbanyaklah baca al-quran. Mumpung ganjarannya berlipat ganda (bukan maksud ngustadz <em>nih<\/em>, hanya sekadar mengingatkan hehe).<\/p>\n<p>Banyak sekali pilihan buku untuk dibaca. Nah, berhubung bacaan saya masih terlalu sedikit dan itu pun enggak bagus-bagus amat, maka saya sajikan menu bacaan berdasarkan rekomendasi penulis-penulis favorit saya.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Dea Anugrah<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Penulis muda idola semua orang (yang mengidolakannya) yang punya julukan \u2018pemuda korut\u2019 ini pernah membeberkan daftar lima buku favoritnya dalam suatu wawancara. Kelima buku tersebut adalah <em>Orang-Orang Bloomington<\/em> karya Budi Darma, <em>The Snows of Kilimanjaro and Other Stories<\/em> karya Ernest Hemingway, <em>Pedro Paramo <\/em>karya Juan Rulfo, <em>Bartleby &amp; Co.<\/em> karya Enrique Vila-Matas, dan <em>Map: Collected and Last Poems<\/em> karya Wislawa Szymborska.<\/p>\n<p>Coba simak apa kata Dea mengenai <em>Orang-Orang Bloomington<\/em>: \u201cSatu dari sedikit sekali buku yang akan bertahan andai suatu saat kesusastraan Indonesia memutuskan untuk bertaubat dan mensucikan diri dari karya-karya busuk.\u201d<\/p>\n<p>Kurang cocok apa lagi coba buat dibaca di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/penjaskes\/mempersiapkan-kondisi-tubuh-untuk-puasa-ramadan\/\">bulan Ramadan<\/a>?<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Sabda Armandio<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dalam wawancara baru-baru ini bersama Jurnal Ruang, Dio\u2014sapaan akrab penulis dua novel keren <em>Kamu<\/em> dan <em>24 Jam Bersama Gaspar<\/em>\u2014ditanya, \u201cSiapa penulis yang secara spesifik Anda sorot atau paling tidak membwa pengaruh?\u201d<\/p>\n<p>Menanggapi pertanyaan itu, Dio pun menyebutkan berbagai nama semisal Albert Camus, Arthur Schopenhauer, Idrus, Chairil Anwar, Gabriel Garcia Marquez, hingga Jorge Luis Borges.<\/p>\n<p>Secara spesifik ia menyebut novel <em>Seratus Tahun Kesunyian<\/em> karya Gabriel Garcia Marquez. Sebuah novel yang tentu tak ada salahnya kalau dibaca pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Ya, daripada cuma tidur saja berdalih \u201ctidur juga ibadah\u201d. Mendingan juga baca ya kan.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Erwin Setia<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Kalau yang satu ini sebetulnya bukan penulis favorit saya. Tulisan-tulisannya, kalau kata <a href=\"https:\/\/mojok.co\/prm\/komen\/versus\/haruki-murakami-rabindranath-takur\/\">A.S. Laksana<\/a>, \u201cjelek saja belum.\u201d Tapi, berhubung namanya sama dengan nama saya, saya tertarik menyimak apa saja sih buku-buku yang direkomendasikannya buat dibaca pada Ramadan kali ini.<\/p>\n<p>Dalam satu wawancara ekslusif saya dengan dia, ketika saya tanya \u201cApa saja buku favoritmu?\u201d, dia begitu cerewet. Dia menyebut banyak sekali nama penulis dan judul buku. Lantaran ingatan saya tak setajam Imam Syafi\u2019i, saya sebutkan kembali buku-buku rekomendasinya sebanyak yang saya ingat. Karena lumayan banyak, saya susun dalam bentuk daftar saja, ya. <em>Cekidot!<\/em><\/p>\n<ul>\n<li><em>Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya<\/em> karya Dea Anugrah<\/li>\n<li><em>Dekat dan Nyaring<\/em> karya Sabda Armandio<\/li>\n<li><em>Misa Arwah <\/em>karya Dea Anugrah<\/li>\n<li><em>Kamu: Cerita yang Tak Perlu Dipercaya<\/em> karya Sabda Armandio<\/li>\n<li><em>Bakat Menggonggong<\/em> karya Dea Anugrah<\/li>\n<li><em>24 Jam Bersama Gaspar<\/em> karya Sabda Armandio<\/li>\n<\/ul>\n<p>Lho, kok daftar rekomendasinya cuma karya Dea dan Dio? Ya, begitulah. Saya cuma ingatnya itu. Omong-omong, selain namanya yang sama seperti saya, penulis favoritnya juga sama dengan saya. Ya, tapi gapapalah. Lagi pula, buku-buku yang dia rekomendasikan memang mantap betul, kok.<\/p>\n<p>Jadi gimana, sudah siap rakus baca kan walaupun pada bulan puasa? Sudah banyak menunya, tuh. Tinggal pilih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak hal bisa dilakukan untuk mengisi bulan Ramadan ini, misalnya membaca dengan rakus sampai akhirnya waktu berbuka telah tiba.<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":482,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[65,64,53],"class_list":["post-448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bulan-puasa","tag-rakus-baca","tag-ramadan"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=448"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/448\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/482"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}