{"id":43953,"date":"2020-05-08T14:57:27","date_gmt":"2020-05-08T07:57:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=43953"},"modified":"2020-05-08T14:57:27","modified_gmt":"2020-05-08T07:57:27","slug":"bagaimana-puasa-ramadan-tahun-ini-mengubah-orang-ndableg-kayak-saya-jadi-soleh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagaimana-puasa-ramadan-tahun-ini-mengubah-orang-ndableg-kayak-saya-jadi-soleh\/","title":{"rendered":"Bagaimana Puasa Ramadan Tahun ini Mengubah Orang Ndableg Kayak Saya Jadi Soleh"},"content":{"rendered":"<p>Seperti kata pepatah, \u201croda selalu berputar. Kadang kita di bawah, kadang kita di atas,\u201d saya hakulyakin orang-orang ndableg sedang menemukan momentumnya untuk menunaikan perintah <em>fastabiqul khairat <\/em>di Ramadan kali ini.<\/p>\n<p>Selama ini, perbedaan yang saya alami ketika bulan Ramadan dan bukan bulan Ramadan adalah puasa. Hanya puasa. Kegiatan-kegiatan yang orang normal lain lakukan di bulan Ramadan hanya sekadar sekali dua kali saya lakukan. Di malam hari, saya tidak akrab dengan tarawih apalagi tadarus al-Quran. Di siang hari, <em>misah-misuh <\/em>dan ghibah tetap jalan. Jika ada klasemen ibadah di bulan Ramadan, kira-kira saya berada di papan bawah, mepet-mepet zona degradasi.<\/p>\n<p>Sebagai cah ndableg dan mungkin mewakili suara manusia-manusia sejenis di luar sana, saya akan menceritakan perubahan-perubahan di Ramadan kali ini.<\/p>\n<h4><strong>Salat 5 waktu<\/strong><\/h4>\n<p>Ketika hidup jauh dari orang tua, yang menjadikan saya muslim hanya kalimat syahadat. Salat lima waktu hanya ketika sempat. Kini, saya harus tinggal di rumah yang sesak, meninggalkan salat tidak menjadi pilihan. Ada total 6 anggota keluarga yang secara bergantian mengingatkan saya untuk salat. Alhasil, poin salat wajib saya aman sejauh ini.<\/p>\n<h4><strong>Puasa<\/strong><\/h4>\n<p>Sebelumnya, puasa Ramadan saya jalani dengan tidur seharian. Tidak ada tantangan, tidak ada ujian. Karena poin dari berpuasa adalah melawan hawa nafsu, saya agak sangsi dengan puasa saya sebelumnya. Kini, saya tidak bisa melipir tidur untuk menghindari haus dan lapar. Saya kira puasa saya agak <em>kaffah <\/em>di tahun ini.<\/p>\n<h4><strong>Tarawih<\/strong><\/h4>\n<p>Ini adalah perubahan terbesar yang saya rasakan. Sejak saya tidak bisa nongkrong-nongkrong di luar bersama kawan-kawan, saya tidak bisa lagi absen tarawih. Biasanya, saya hanya tarawih beberapa hari awal dan akhir saja. Siklus <em>ndableg<\/em>-nya adalah; ngopi, menunda tarawih, kemudian pura-pura baru ingat kalau belum tarawih ketika sudah waktunya sahur. Di Ramadan tahun ini, saya tidak bisa mempertahankan kebiasaan tersebut. Ancamannya? Mutasi ke keluarga lain.<\/p>\n<h4><strong>Mengaji<\/strong><\/h4>\n<p>Saya sendiri agak penasaran dengan catatan malaikat tentang amal saleh saya selama Ramadan ini. Karena hanya di rumah, saya tidak punya cukup nyali untuk memperdengarkan <em>misuh<\/em> kepada keluarga saya. Saya juga harus absen <em>push rank <\/em>karena sinyal di daerah saya hanya mentok di dua bar 3G. Kedua kegiatan tersebut dengan berat hari harus dikonversi ke sedikit mengaji. Hasilnya, kekuatan mengaji saya sudah di level membaca setengah juz tanpa pusing.<\/p>\n<p><em>Wahai penghuni klasemen papan atas, jangan lengah!<\/em><\/p>\n<h4><strong>Berbakti kepada orang tua<\/strong><\/h4>\n<p>Di waktu sahur dan berbuka puasa, saya sering membantu Ibu menyiapkan makanan, meskipun hanya seremeh mengambil nasi, piring dan sendok. Saya juga sering membantu menyapu dan membuang sampah dari satu tempat sampah ke tempat sampah yang lain. Dengan itu, besar kemungkinan bahwa Bapak dan Ibu akan mempertimbangkan uang saku saya untuk kemudian hari.<\/p>\n<p>Dari empat poin tadi, bisa dibilang saya menjadi jauh lebih saleh daripada sebelumnya. Entah ini akan bertahan lama atau malah nanti akan <em>kalap <\/em>dengan dalih mengejar ketertinggalan dosa di masa-masa ini.<\/p>\n<p>Tentu saja saya tidak terlalu bodoh untuk menafikan potensi munculnya kesalehan dari orang-orang yang sebelumnya berada di papan bawah bersama saya. Orang-orang yang berada di zona degradasi barangkali menjadi lebih saleh dan melejit ke papan atas bersama orang-orang yang sudah bakat menjadi orang saleh. Dengan itu, posisi saya di klasemen kesalehan masih sama dengan tahun kemarin, jika tidak lebih buruk karena disalip oleh manusia-manusia yang tulus memperbaiki keterpurukan di musim sebelumnya.<\/p>\n<p>Saya kira, kondisi Ramadan di tahun ini mengakibatkan adanya jumlah rata-rata poin meningkat. Di musim ini, jarak antara satu posisi dengan posisi yang lain hanya dibedakan dari gerutuan terhadap tarawih yang terlalu lama, yang sayangnya imam tarawihnya adalah bapaknya sendiri.<\/p>\n<p>Yang pasti, saya tidak tahu pasti catatan malaikat di bulan Ramadan ini. Ramadan belum habis, semuanya masih bisa berubah. Bukan tidak mungkin, di akhir Ramadan nanti saya menjadi anggota <em>big four<\/em>. Bukan tidak mungkin juga, saya akan menghuni zona degradasi di akhir nanti. <em>Worst case scenario, <\/em>malaikat membaca tulisan ini kemudian memindah saya ke papan tengah divisi dua sembari memberikan keterangan degradasi, \u201c<em>LAGEK<\/em> <em>SALEH<\/em> <em>SAIKI WAE KOK KEMAKI!<\/em>\u201d<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gus-baha-dan-kesombongan-orang-yang-mengingat-kesalahannya-sendiri\/\">Gus Baha\u2019 dan Kesombongan Orang yang Mengingat Kesalahannya Sendiri<\/a><\/strong> <strong>dan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-tibyan-isqy\/\">tulisan Muhammad Tibyan Isqy<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang yang biasanya ada di papan bawah klasemen ramadan kayak saya ternyata bisa jadi rajin ibadah juga.<\/p>\n","protected":false},"author":717,"featured_media":35080,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[6551,6561,6563,6562],"class_list":["post-43953","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-bulan-ramadan","tag-ndableg","tag-puasa-di-rumah","tag-taubat"],"modified_by":"Nia Lavinia","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/717"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43953"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43953\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}