{"id":43772,"date":"2020-05-07T15:19:50","date_gmt":"2020-05-07T08:19:50","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=43772"},"modified":"2020-05-07T15:25:01","modified_gmt":"2020-05-07T08:25:01","slug":"hanoman-yang-terpaksa-alih-profesi-jadi-kurir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hanoman-yang-terpaksa-alih-profesi-jadi-kurir\/","title":{"rendered":"Hanoman yang Terpaksa Alih Profesi Jadi Kurir"},"content":{"rendered":"<p>Masih pagi untuk Hanoman <em>thenguk-thenguk<\/em> di kursi teras rumahnya. Bertopang dagu. Dari raut wajahnya, ia tampak memikirkan sesuatu. Hingga tak sadar bahwa istrinya, Trijata, mengantarkan kopi dan duduk di sampingnya. Dan ketika istrinya bertanya tentang apa yang di pikirkannya, ia hanya menjawab bahwa sedang bosan hidup. Trijata kaget mendengar jawaban suaminya tersebut.<\/p>\n<p>Trijata, anak dari adiknya Rahwana, Gunawan Wibisana, telah membius Hanoman semenjak kedatangannya ke Ngalengka untuk menyerahkan cincin dari Rama kepada Sinta. Dari pohon Nagasari tempatnya mengintip taman keputren, dia terperanjat akan kecantikan Trijata. Ia menaruh hati pada pandangan pertama. Hingga Hanoman berhasil menikahi Trijata, sesudah perang besar antara bangsa kera dengan bangsa raksasa dalam merebut Sinta kembali.<\/p>\n<p>Trijata juga tahu bahwa Hanoman, si kethek putih itu ditakdirkan dewata untuk bisa merencanakan kematiannya sendiri. Apakah ini tanda bahwa ia akan menggunakan privilege tersebut sekarang? Itu berarti Trijata harus siap ditinggal dan menjadi janda.<\/p>\n<p>\u201cApa Kakangmas tega meninggalkan Trijata sendirian mengurus anak kita, Trigangga? Apa kakangmas juga tidak kasihan padaku, aku akan menjadi janda,\u201d kata Trijata sedih.<\/p>\n<p>\u201cHmmm, bukan seperti itu, Nimas. Aku ini bosan hidup gini-gini aja. Bukan berarti mau merencanakan untuk menggunakan privilege tersebut sekarang. Apalagi Trigangga belum menjadi anak yang mentes. Masih kecil. Aku juga tidak ingin engkau menjadi janda, Trijata. Dan tak ingin Trigangga menjadi anak yatim. Tak sepengecut itu aku, Nimas\u201d<\/p>\n<p>\u201cLalu, Mas?\u201d<\/p>\n<p>\u201cSemenjak sekolah libur, kakangmas kehilangan penghasilan utama, Nimas. Kakangmas nggak bisa jualan cilok di sekolah lagi. Sekarang jadi pengangguran. Sumpek. Pekarangan rumah yang kita tanami sayur hanya membantu kita untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Sedang untuk beli sabun cuci, sabun mandi, pasta gigi, listrik, pulsa, kuota, dari mana?<\/p>\n<p>\u201cTerlintas di benak kakangmas untuk kembali menjadi petapa. Hidup hanya dari alam. Tidak membutuhkan uang, karena kebutuhan sudah tercukupi. Tetapi, anak kita, Trigangga, aku ingin dia merasakan sekolah, tidak seperti bapak ibunya yang tidak pernah sekolah modern. Aku juga ingin Trigangga menjadi pandhita modern. Biar nanti menjadi dokter ataupun pegawai negeri. Atau apa pun yang dicita-citakan Trigangga.<\/p>\n<p>\u201cTetapi semenjak sekolah libur, ia yang masih SMP itu harus belajar dari rumah dengan sistem online. Butuh kuota. Mau pasang wifi kok ya ndak ada dhuwit. Apalagi nanti bayar bulanannya bagaimana. Sampai kapan kaya gini juga nggak bisa dipastikan selain menerka-nerka. Apalagi listrik kita bukan subsidi, Nimas. Sembako juga tak pernah dapat. Hanya gara-gara dulu kakangmas adalah panglima perang. Padahal sekarang juga sama seperti mereka.\u201d Sambat Hanoman panjang lebar.<\/p>\n<p>\u201cKakangmas.\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya, Nimas?\u201d<\/p>\n<p>\u201cAku punya ide, Kangmas. Kangmas sepertinya punya bakat dalam mengantarkan barang. Seperti yang Mas lakukan sewaktu di Ayodya dulu. Mengantarkan cincin Rama kepada Sinta di Ngalengka dengan selamat. Aji sepi angin pemberian dari Batara Bayu masih ada di kakangmas, kan?\u201d<\/p>\n<p>\u201cMasih, Nimas. Lalu bagaimana?\u201d<\/p>\n<p>\u201cBagaimana kalau Kakangmas melamar pekerjaan menjadi kurir? Di saat seperti ini kurir sangat dibutuhkan, Mas. Apalagi sekarang dengan imbauan di rumah saja, banyak orang yang memilih untuk membeli secara online. Mas bisa menggunakan ajianmu sepi angin itu untuk mengantarkan barang ke konsumen dengan cepat,\u201d ucap Trijata dengan semangat.<\/p>\n<p>\u201cIde yang bagus, Nimas. Tetapi, di saat seperti ini mana ada jasa pengiriman membuka lowongan pekerjaan?\u201d<\/p>\n<p>\u201cHmmm,\u201d Trijata nampak berpikir. Tak lama, ia berucap, \u201cBagaimana kalau membuat jasa pengiriman sendiri, Kangmas? Nanti Mas hubungi si kethek ungu, Anila dan kethek abang, Anggada, untuk membangun usaha bersama? Toh mereka juga sepertinya jadi pengangguran sekarang.\u201d<\/p>\n<p>***<\/p>\n<p>Karena ide dari istri tercintanya, Hanoman pun menghubungi kedua karibnya sewaktu menjadi panglima perang di Ayodya, Anila dan Anggada. Mereka pun menyetujui ide usaha bersama tersebut. Tak lama, mereka bertemu untuk membahas usaha mereka. Pertemuan itu menghasilkan nama branding usaha mereka dengan \u201cSamirana espres\u201d. Segera mereka membuat logo, brosur, dan keperluan-keperluan usaha mereka.<\/p>\n<p>Butuh waktu seminggu untuk mereka benar-benar siap menyiapkan usaha mereka. Hingga Senin pagi itu, mereka meresmikan usaha tersebut. Dengan mereka bertiga menjadi tukang kurirnya. Dan Trijata menjadi bagian kantor.<\/p>\n<p>Tak butuh lama untuk Samudana espres dikenal. Karena kecepatan pengantarannya yang seperti angin tersebut. Usahanya sangat membantu mereka-mereka yang tak boleh keluar rumah. Tak lupa dalam menjalankan tugas, mereka memakai masker seperti imbauan.<\/p>\n<p>Hingga sekarang, Hanoman sudah punya beberapa orang yang sudah direkrut untuk menjadi kurir. Membuka peluang usaha untuk orang lain di saat susah seperti ini. Mereka dilatih Hanoman untuk menguasai ajian sepi angin. Sebentar lagi, sebentar lagi, karyawannya akan bisa menguasai ajian sepi angin. Sehingga bisa mengantar barang dengan cepat, secepat samirana atau angin.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surat-hanoman-kepada-sinta\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Surat Hanoman kepada Sinta<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/ervinna-indah-cahyani\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ervinna Indah Cahyani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hingga sekarang, Hanoman sudah punya beberapa orang yang sudah direkrut untuk menjadi kurir. Mereka dilatih untuk menguasai ajian sepi angin.<\/p>\n","protected":false},"author":612,"featured_media":43878,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6354,6288,5663,3105],"class_list":["post-43772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hanoman","tag-kurir","tag-pandemi-corona","tag-profesi"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/612"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43772"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43772\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}