{"id":43391,"date":"2020-05-06T01:54:44","date_gmt":"2020-05-05T18:54:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=43391"},"modified":"2020-05-06T00:04:35","modified_gmt":"2020-05-05T17:04:35","slug":"hukum-prank-dalam-islam-sudah-sering-dijelaskan-mungkin-mereka-lupa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hukum-prank-dalam-islam-sudah-sering-dijelaskan-mungkin-mereka-lupa\/","title":{"rendered":"Hukum Prank dalam Islam Sudah Sering Dijelaskan, Mungkin Mereka Lupa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan suci Ramadan seharusnya menjadi ajang untuk mengumpulkan pahala dengan melaksanakan ibadah puasa dan memperbanyak berbuat baik. Apalagi menjalani ibadah puasa di tengah wabah COVID-19 tahun ini membuat suasananya amat berbeda ketimbang pada tahun-tahun sebelumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun begitu, ada juga hikmah tersendiri yang dapat kita ambil. Yakni puasa tahun ini sebagai bulan kesabaran menemukan makna yang tepat dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sisi buruknya, banyak pihak yang mengalami kesulitan ekonomi dalam menjalani Ramadan akibat pandemi ini. Dan saling bahu membahu dalam kondisi seperti ini memang merupakan hal yang penting. Membantu sesama agar dapat bertahan menghadapi kondisi yang sulit di tengah wabah seperti ini tentu menambah amal baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya masih ada saja orang-orang yang merugikan orang lain dengan memanfaatkan keadaan demi kesenangan diri sendiri. Tidak lain dan tidak bukan adalah YouTuber kita, pembuat konten prank terbaik sejagat raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagi dan lagi. Beberapa hari yang lalu seorang <\/span><a href=\"https:\/\/twitter.com\/kamalbukankemal\/status\/1256867332401401858\"><span style=\"font-weight: 400;\">YouTuber ramai dibicarakan di media sosial<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> akibat konten YouTube-nya yang tidak manusiawi. Yakni membuat video prank dengan memberi kardus makanan (sembako) kepada waria, yang ternyata isinya adalah batu bata dan sampah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas saja video tersebut menuai banyak kecaman dari netizen. Terlepas dari siapa pun yang tidak sepakat dengan adanya gender ketiga ini (waria\/transpuan), mereka tetaplah manusia yang harus dimanusiakan seperti manusia pada umumnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah banyak kasus influencer yang merugikan orang lain demi konten dan eksistensi, yang mereka pikir akan diminati oleh banyak pengikutnya. Seperti konsep video prank ini. Meskipun, kadang kala membuat orang lain merasakan risih dan jengkel, sebagian YouTuber masih tetap saja nge-prank demi konten di channel mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar-benar tidak manusiawi. Di tengah kondisi yang serba susah ini, memberikan\u00a0 bantuan sembako sama dengan membantu orang lain untuk memperpanjang hidupnya. Lalu masih saja ada orang yang nge-prank membagikan sembako yang ternyata berisi sampah demi konten benar-benar keterlaluan. Entah pemikiran mereka yang salah atau mereka memang nggak mikir, sebelum bikin konten?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini loh mas-mas YouTuber, kalau mau menguji keimanan orang lain di bulan Ramadan tuh mbok ya ngaca dulu, apakah keimanan sudah cukup baik di bulan Ramadan ini?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagipula, Kiai Romzi Al-Amiri Mannan, Mudir Ma\u2019had Aly Nurul Jadid, pernah menjelaskan perihal nge-prank di bulan Ramadan ini, juga karena sebuah video prank yang sempat viral pada Ramadan tahun lalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut beliau, hukum melakukan prank terbagi menjadi dua, yakni tidak boleh dan wajar-wajar saja. Menjadi wajar-wajar saja selama tidak menyakiti perasaan teman yang biasa bergurau. Namun menjadi tidak boleh jika prank tersebut menyakiti orang lain. Prank tetap tidak diperbolehkan jika melewati batas, apalagi jika dilakukan dalam bulan Ramadan atau dalam keadaan berpuasa.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.alfikr.co\/read\/334\/20190509\/235350\/hukum-prank-di-bulan-ramadhan\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau juga mengatakan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bahwa, \u201cMenghibur orang adalah hal yang baik, selagi hal tersebut tidak berlebihan, prank yang tujuannya adalah menghibur, ternyata lebih mendekatkan kepada hal-hal yang mengurangi pahala kesempurnaan puasa kita. Alangkah baiknya jika lebih berhati-hati dalam menghibur orang lain, agar puasa kita lebih bermakna.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, Rasulullah SAW juga pernah bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sunannya. Rasulullah SAW bersabda, \u201cTidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti Muslim yang lainnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sunan Abu Dawud dalam syarahnya \u2019Aunul Ma\u2019bud mengatakan, bahwa jika dilakukan dengan bercanda tetap terlarang karena seperti menyakiti orang lain. Makna \u2018bercanda\u2019 yang dimaksudkan adalah apabila seorang muslim tersebut merasa tersinggung maka hal tersebut dapat dipastikan hatinya akan merasa tersakiti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan kata \u2018menakut-nakuti\u2019 dalam syarah hadis merupakan hal yang dapat membuat hati seorang muslim tersakiti baik itu tujuannya bercanda, maka tetap dilarang. Begitu pula jika dikaitkan dengan fenomena prank demi konten YouTube.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasulullah telah melarang sahabatnya untuk tidak bercanda berlebihan dikarenakan walaupun niat tersebut dilakukan hanya karena iseng, kita tidak mengetahui bagaimana keadaan atau suasana hatinya pada saat tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertanyaannya, apakah para influencer atau YouTuber itu paham dengan larangan dan batasan-batasan prank (gurauan) seperti ini?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yah, husnudzon saja mungkin mereka lupa ketika ketika tiba-tiba ide nge-prank muncul di kepala mereka. Walaupun sebenarnya video prank yang viral kali ini benar-benar keterlaluan.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA Esai-esai\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/terminal-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Ramadan<\/a>\u00a0Mojok lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjadi wajar saja selama prank tidak menyakiti perasaan teman yang biasa bergurau. Namun menjadi tidak boleh jika prank tersebut menyakiti orang lain.<\/p>\n","protected":false},"author":358,"featured_media":38927,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1965,6305,6482],"class_list":["post-43391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-prank","tag-terminal-ramadan","tag-transpuan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/358"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43391"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43391\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}