{"id":43261,"date":"2020-05-05T12:55:47","date_gmt":"2020-05-05T05:55:47","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=43261"},"modified":"2020-05-05T12:55:13","modified_gmt":"2020-05-05T05:55:13","slug":"saran-prank-untuk-kemenag-setelah-prank-kompensasi-ukt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/saran-prank-untuk-kemenag-setelah-prank-kompensasi-ukt\/","title":{"rendered":"Saran Prank untuk Kemenag Setelah Prank Kompensasi UKT"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah ramai di Twitter trending tagar #FerdianPaleka karena tingkah laku yang sangat goblok, masyarakat kita kini sadar bahwa prank itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan kalau merugikan orang lain. Kita tentu masih ingat soal tagar #Kemenagprank yang isinya ramai oleh mahasiswa-mahasiswa PTKIN dari seluruh Indonesia beberapa waktu lalu, pokoknya mahasiswa institusi kampus negeri berbasis Islam sedang protes masalah ini. Sebenarnya saya sudah membahas ini beberapa hari yang lalu di Terminal Mojok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu tulisan saya yang berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kabar-kenaikan-ukt-dan-php-kemenag-adalah-cara-kampus-menempa-kesolehan-anak-uin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><b><i>Kabar Kenaikan UKT dan PHP Kemenag Adalah Cara Kampus Menempa Kesolehan Anak UIN<\/i><\/b><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah tulisan yang membahas perkara ini. Dan yang saya bingung adalah mengapa selepas tiga hari baru ramai diperbincangkan di dunia maya. Tapi, menurut saya di sini membuktikan bahwa secepat apa pun informasi masih butuh waktu untuk viral dan tersebar ke khalayak ramai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sini poin-poin yang membuat para mahasiswa PTKIN dari seluruh Indonesia protes masih sama, adalah soal perihal diskon UKT yang saban hari dikeluarkan SK oleh Kementerian Agama soal pemotongan sebesar 10% akibat pandemi. Yang mana Kementerian Agama tiba-tiba mencabut atau menganulir SK tersebut, dan menyatakan bahwa pemotongan ditiadakan. Mahasiswa, ya banyak yang ngamuk dong. Sudah susah karena pandemi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">loh <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">malah sempat-sempatnya melucu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Total cuitan di Twitter yang sudah saya lihat sekitar 9000 lebih. Twitter memang media sosial yang dahsyat untuk mengundang suara, selain sebagai tempat sambat (ya walaupun sekalian cuit sambat soal Kemenag, sih) para netizen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali soal Kementerian Agama tadi, mahasiswa sudah tidak menikmati fasilitas kampus serta beban kuota untuk belajar daring masing-masing ditanggung tanpa ada bantuan dari manapun, tapi saat mengharap adanya potongan harga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">kok <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">malah dibohongi. Rasanya seperti saat ingin sunat dijanjikan mau dibelikan playstation, tapi ternyata cuman dibeli game boy. Mending itu dibelikan game boy, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mahasiswa malah dijadikan bahan prank. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cuakkkzzz.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teruntuk Kementerian Agama yang paling keren, saya ucapkan terima kasih atas hiburannya. Lagipula, saya pikir karena mungkin ini adalah bulan April dan juga bulan Ramadan makanya Kementerian Agama melakukan prank tapi sedikit agak islami. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Loh, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">islami apanya? Masa tidak paham, ya dengan prank saat puasa kita jadi lebih sabar dan tabah dalam berpuasa. Masa begitu aja diajarin, B<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rooo<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun berita terakhir yang saya baca, Menteri Agama Fachrul Razi akhirnya mengucapkan permintaan maaf karena pemotongan uang kuliah tunggal pada semester ganjil 2020\/2021 bagi mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri batal direalisasikan, dikutip dari <a href=\"https:\/\/www.indozone.id\/news\/4Wsx9n\/menteri-agama-minta-maaf-batalkan-pemotongan-uang-kuliah\">Indozone.id<\/a>. Padahal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mah <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ng<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gak usah minta maaf, Pak. Lagian, ini juga buat kami-kami juga mahasiswa UIN yang selalu siap sedia ditempa akhlaknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Daripada itu, saya berpikir kenapa kegiatan prank ini tidak dilanjutkan saja? Lagian, daripada Kementerian Agama <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">nggak ada kerjaannya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> hanya menjalankan program kerja yang itu-itu saja, kenapa tidak sekalian saja prank terus demi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">konten<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> kemaslahatan umat. Kami mendukung terus, Pak. Karena kami yakin Kementerian Agama paham soal kaidah fiqh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTashorruful imam \u2018alarro\u2019iyyati manuthun bil mashlahati\u201d<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang artinya \u201ctindakan imam pada rakyatnya harus dikaitkan dengan kemaslahatan\u201d. Termasuk dengan prank yang saat ini dilakukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baiklah, daripada lama-lama dan banyak cakap ini adalah saran prank untuk Kementerian Agama untuk persatuan umat dan kemaslahatan. Silahkan!<\/span><\/p>\n<h4>Pertama: Prank puasa hanya 15 hari<\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jeng.. Jeng\u2026 Jeng<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukankah ini akan menjadi cukup fenomenal untuk Kementerian Agama? Jika Kementerian Agama melakukan prank seperti ini, kita akan melihat siapa orang yang berpuasa karena terpaksa atau benar-benar ikhlas! Kalau yang terpaksa akan kita lihat senang-senang saja menerima fatwa demikian, dan akan terlihat siapa yang beragama dengan akal dan siapa yang tidak menggunakan akal!\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Kedua: Prank bahwa Islam adalah satu-satunya agama negara<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau yang satu ini memang cukup ekstrem, tapi dampak yang akan diterima pasti sangat besar untuk Kementerian Agama. Tidak usah takut! Ini kan untuk kemaslahatan umat, prank kepada mahasiswa saja berani, kenapa ke masyarakat umum harus takut? Saya katakan, ini untuk kemaslahatan umat. Ingat dalilnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTashorruful imam \u2018alarro\u2019iyyati manuthun bil mashlahati\u201d. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Kita akan melihat jelas, siapa yang mencintai toleransi dan intoleransi akan hal ini, bukan?<\/span><\/p>\n<h4>Ketiga: Prank menteri agama turun jabatan<\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Menteri Agama Fachrul Razi akhirnya mengucapkan permintaan maaf, selama menjabat dirinya tidak bisa menjalankan kapasitas dengan baik selama menjabat. Terdapat beberapa hal yang mestinya beliau selesaikan, namun lebih banyak kekhilafan dan ketidakpastian. Akhirnya ia undur diri.&#8221;<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini sungguh prank yang kami nantikan dari Kementerian Agama! Walaupun hanya prank, di sini kami sadar bahwa Pak Fachrul Razi akhirnya sadar bahwa beliau <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tidak jelas<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan memang kontroversial selama menjabat. Menjadikan ini prank pun orang-orang pasti mesti senang, walau hanya prank. Eh, tapi ini cuma bercanda loh, Pak~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah ya, itu saja. Lagi puasa soalnya. Wqwqwq.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mencoba-tabah-menjadi-mahasiswa-uns-yang-berulangkali-diblenjani-bapaknya-sendiri\/\">Mencoba Tabah Menjadi Mahasiswa UNS yang Berulang Kali \u201cDiblenjani\u201d Bapaknya Sendiri<\/a><\/strong>\u00a0<strong>atau tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nasrullah-alif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nasrulla<\/a><\/strong><strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nasrullah-alif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">h Alif Suherman<\/a>\u00a0lainnya<\/strong>.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n<p>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak pengin ngeprank lagi nih, Pak?<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":40634,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6503,5663,1965,5957],"class_list":["post-43261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kementerian-agama","tag-pandemi-corona","tag-prank","tag-ukt"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43261"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43261\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40634"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}