{"id":4291,"date":"2019-06-21T10:00:21","date_gmt":"2019-06-21T03:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=4291"},"modified":"2022-01-14T12:52:28","modified_gmt":"2022-01-14T05:52:28","slug":"tidak-ada-paksaan-untuk-saling-follow-di-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tidak-ada-paksaan-untuk-saling-follow-di-media-sosial\/","title":{"rendered":"Tidak Ada Paksaan Untuk Saling Follow di Media Sosial"},"content":{"rendered":"<p>Dalam lingkar pertemanan, sudah sewajarnya satu dengan yang lain menjaga tali silaturahim\u2014membina hubungan yang baik\u2014bertegur sapa dan salam, saling menjalin komunikasi, bahkan saling menolong jika memang sedang dibutuhkan.<\/p>\n<p>Dalam rangka mengikuti perkembangan zaman, sudah sewajarnya jika kini aktivitas tegur sapa tersebut selain dilakukan secara langsung, juga dilakukan di dunia maya dengan menggunakan fasilitas internet yang ada.<\/p>\n<p>Salah satu usahanya adalah dengan cara membuat akun media sosial sesuai dengan kebutuhan atau bahkan keinginan, lalu dilanjutkan dengan proses saling <em>follow\u2014<\/em>menjadi pengikut sehingga terhubung satu sama lain\u2014guna mengetahui informasi terkini dari para kerabat.<\/p>\n<p>Saat baru membuat akun media sosial, hampir semua teman dari yang dikenal pun tidak dikenali saya <em>follow<\/em> dan ditambahkan ke dalam lingkar pertemanan di beberapa <em>platform<\/em> yang ada pada dunia maya. Banyak dari teman saya yang <em>posting<\/em> cerita lucu, kegiatan yang sedang dilakukan berikut pula keluh kesahnya, sampai dengan foto-foto juga <em>update<\/em> sedang liburan. Sampai pada poin ini saya tidak ada masalah.<\/p>\n<p>Namun, tidak semua teman asik dalam mengolah informasi juga bermain media sosial \u2013termasuk ketika membuat postingan serta <em>upload<\/em> video atau gambar. Seakan tidak tahu dan sudah buntu entah apa yang ingin di-<em>posting<\/em>, akhirnya beberapa diantara teman saya justru malah seringkali <a href=\"https:\/\/tirto.id\/hati-hati-share-berita-b44y\"><em>share<\/em> atau <em>posting<\/em> informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya<\/a> dan terindikasi <em>hoax<\/em>.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, saya akan <em>follow<\/em> seseorang yang ingin saya tahu setiap postingan ter-<em>update<\/em> termasuk juga kegiatannya. Tak terkecuali beberapa akun media sosial Mojok, diantaranya Twitter, fanpage Facebook, Instagram, dan YouTube karena selalu menarik untuk diikuti oleh salah satu generasi seperti saya ini. <em>Uwuwuwu<\/em>~<\/p>\n<p>Itu kenapa, beberapa teman yang postingannya sudah melenceng dan menurut saya pribadi tidak menyenangkan entah karena terlalu banyak menebar <em>hoax<\/em> atau dengan mudahnya <em>share<\/em> info yang belum pasti kebenarannya, saya tidak akan sungkan untuk <em>unfollow<\/em> namun tidak <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/ulasan\/pojokan\/mengapa-nge-block-mantan-perlu-dilakukan\/\">perlu sampai di-<em>block<\/em>.<\/a><\/p>\n<p>Sebetulnya saya sempat menikmati beberapa postingan teman saya yang terindikasi <em>hoax<\/em> dalam arti dilihat dan sekadar tahu saja &#8211;karena terkadang hal tersebut menjadi hiburan tersendiri&#8211;sampai akhirnya saya merasa muak lalu saya <em>unfollow<\/em> juga <em>unfriend<\/em> karena seperti tidak ada hal lain yang bisa dia bagikan. Tidak melulu soal jalan-jalan ke tempat yang instagram-able, bercerita soal kegiatan sehari-hari pun tidak masalah bagi saya.<\/p>\n<p>Bahkan sempat ada teman yang saya <em>unfollow<\/em> lalu menanyakan langsung mengenai alasan saya melakukan hal tersebut. Kemudian tanpa ragu diberi penjelasan oleh saya secara jujur bahwa tidak ada alasan untuk <em>follow<\/em> seseorang yang seringkali <em>posting<\/em> informasi yang sifatnya meresahkan dan membuat tidak nyaman. Daripada misuh sendiri lebih baik saya <em>unfollow<\/em> sekalian.<\/p>\n<p>Akhirnya dia pun memutuskan untuk juga <em>unfollow<\/em> saya dan bagi saya tidak masalah. Toh, dalam bermain media sosial saya tidak <em>insecure<\/em> dan tidak mempermasalahkan soal jumlah <em>followers<\/em> yang ada. Kecuali jika kelak saya mendapat keuntungan dari jumlah <em>followers<\/em> di media sosial, mungkin akan lain cerita. <em>hehe<\/em>.<\/p>\n<p>Sampai dengan saat ini pun banyak dari teman yang belum saya <em>follow<\/em> akun media sosialnya, bahkan tidak saling <em>follow<\/em> satu sama lain. Meski begitu kami tetap berteman dengan baik tanpa mempermasalahkan siapa belum <em>follow<\/em> siapa dalam bermedia-sosial. Tidak ada saling sindir di kehidupan nyata apalagi sampai bermusuhan \u2013hanya karena tidak saling <em>follow<\/em> akun medsos.<\/p>\n<p>Sebab sejatinya, bagi saya dan teman-teman yang lain terpenting adalah menjaga hubungan baik secara langsung. Sekalipun tidak saling tag saat posting foto bersama, tidak di-<em>mention<\/em> saat ingin mengajak bercanda atau berbagi <em>thread<\/em>. Hal itu tidak dibesar-besarkan dan menjadi hal yang biasa.<\/p>\n<p>Jika belum <em>follow<\/em> dan ingin tahu kegiatan dari teman, ya langsung <em>follow<\/em> saja tanpa harus menyampaikan nyinyiran yang terlampau ribet \u201cih, kok kita belum saling <em>follow <\/em>sih? Parah banget padahal udah lama temenan\u201d. Ya justru karena sudah berteman lama, jika mau saling <em>follow<\/em> ya langsung saja.<\/p>\n<p>Saran saya, kalau memang sudah <em>follow<\/em> seorang teman lalu tidak di-<em>followback<\/em> ya tidak perlu baper apalagi sampai dibesar-besarkan. Coba berkaca dahulu seperti apa isi <em>timeline<\/em> kita, apakah penuh cacian, kabar yang belum tentu benar, atau bahkan <em>hoax<\/em>? Karena sesungguhnya tidak ada peraturan juga paksaan untuk <em>follow<\/em> seseorang di media sosial meskipun sudah sama-sama kenal. Kecuali memang dalam rangka ingin mendapatkan sesuatu entah bingkisan atau apa pun dari <em>giveaway <\/em>di media sosial, sih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karena sesungguhnya tidak ada peraturan juga paksaan untuk follow seseorang di media sosial meskipun sudah sama-sama kenal.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":4317,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[1111,1112,619,102,143,1113],"class_list":["post-4291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-follow","tag-followers","tag-hubungan-sosial","tag-media-sosial","tag-teman","tag-unfollow"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4291"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4291\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}