{"id":425624,"date":"2026-11-06T08:35:01","date_gmt":"2026-11-06T01:35:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=425624"},"modified":"2026-11-06T01:43:05","modified_gmt":"2026-11-05T18:43:05","slug":"setahun-dibenahi-jalan-di-lamongan-selatan-bergelombang-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/setahun-dibenahi-jalan-di-lamongan-selatan-bergelombang-lagi\/","title":{"rendered":"Baru setahun diperbaiki, jalan di Lamongan selatan sudah bergelombang lagi, gini kok katanya kualitas Jerman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga asli Lamongan, sejujurnya saya sudah kenyang dengan asam garam perbaikan jalan. Dahulu, setiap ada pengumuman pengerjaan jalan baru dari <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/perbaikan-jalan-lamongan-patut-diapresiasi-tapi-jangan-jemawa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">pemda<\/a>, warlok masih bisa berharap banyak. Namun, kini kami sudah muak dengan itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak kemuakan terjadi saat proyek betonisasi atau pengaspalan jalan wilayah Lamongan selatan digarap. Proyek yang mulai dikerjakan beberapa waktu lalu itu diklaim punya kualitas setara jalan luar negeri. \u201cMeski Lamongan, tapi kualitas Jerman\u201d begitu narasinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mendengar frasa &#8220;kualitas <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hal-hal-nggak-biasa-di-jerman-yang-bikin-orang-indonesia-kaget\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Jerman<\/a>&#8220;, bayangan warlok sudah melayang jauh ke benua Eropa. Warga memasang ekspektasi tinggi. Jalanan Lamongan selatan bakal punya aspal super presisi, mulus tanpa cacat, bahkan dan bisa dipakai melaju kencang tanpa takut guncangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, realitas di lapangan ternyata berbeda jauh. Baru juga setahun berlalu setelah proyek dinyatakan rampung, kondisi jalan Lamongan ini sudah dikeluhkan banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makan tuh kualitas Jerman!<\/span><\/p>\n<h2><b>Mulus di awal, bergelombang di kemudian hari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba sekali-kali kalian melintas di rute Lamongan selatan. Pemandangan aspal yang rata dan mulus kini berganti dengan kontur yang bergelombang di beberapa titik. Memang sih secara umum masih oke saja. Namun, guncangannya jadi terasa, tidak semulus di awal setelah perbaikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya menjadi saksi di mana jalan tersebut mulai diperbaiki, sampai mulus, hingga akhirnya mulai bergelombang lagi. Pertanyaannya, ini Jerman mana sih yang dimaksud? Tolong <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kabupaten_Lamongan\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">bapak wakil bupati<\/a> bisa menjelaskan yak. Kali saja beliau membaca tulisan ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Lamongan dan takdir aspal yang tak pernah awet<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah jalan rusak atau bergelombang di Lamongan sebenarnya adalah cerita lama yang terus berulang dengan judul yang berbeda-beda. Pihak terkait biasanya punya seribu satu alasan logis yang siap disodorkan ke publik jika kondisi jalan mulai memburuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai dari alasan beban muatan kendaraan yang lewat melebihi kapasitas, kondisi tanah dasar yang labil karena bekas rawa atau persawahan, hingga curah hujan tinggi yang membuat struktur tanah mengembang dan menyusut. Semua alasan itu secara teknis mungkin ada benarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, yang membuat warga gemas adalah janji manis di awal pengerjaan yang terlalu menggebu-gebu. Kalau memang struktur tanah di wilayah selatan itu labil dan sering dilewati truk berbobot berat, ya jangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ndakik-ndakik<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> haus pujian. Bilang saja jujur dari awal kalau ini jalan standar lokal yang butuh perawatan berkala.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akibat promo berlebihan &#8220;kualitas Jerman&#8221; yang tidak sebanding dengan daya tahan di lapangan, warga yang saban hari melintas akhirnya cuma bisa tertawa sambil menerima takdir. Meh piye maneh, ya kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Berdamai dengan pemerintah daerahnya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, warga Lamongan selatan kembali dipaksa untuk bersikap legawa dan adaptif. Jalanan yang mulai bergelombang itu kini hanya bisa ditertawakan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat para pemangku kebijakan dan<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/siapa-bilang-kerja-di-proyek-pemerintah-itu-enak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> kontraktor proyek<\/a> di luar sana, pesan warga sebenarnya sangat sederhana dan tidak neko-neko. Kami tidak butuh label keren sekelas Jerman, Amerika, atau Jepang untuk sebuah jalan kabupaten. Yang kami butuhkan hanyalah pengerjaan yang jujur, perencanaan tanah dasar yang matang, dan niat merawat yang konsisten dari tahun ke tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, pada akhirnya, yang menanggung risiko jatuh dari motor atau kaki-kaki mobil jebol akibat jalan bergelombang adalah rakyat. Rakyat yang saban hari harus mengaspal demi mengais rezeki. Para pejabat mah masih bisa duduk manis di dalam mobil dinas yang empuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, daripada sibuk jualan istilah luar negeri yang muluk-muluk, mending perbaiki dulu itu gelombang-gelombang aspal di selatan sebelum makin banyak titik gelombang dan tambalannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: M. Afiqul Adib<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kutukan-jalan-jogja-solo-bikin-pulang-ke-solo-jadi-berbahaya\/\"><b><i>Kutukan Jalan Jogja-Solo membuat perjalanan pulang ke Solo jadi begitu berbahaya karena bisa membunuh pengendara setiap saat<\/i><\/b><\/a><b>\u00a0 dan artikel menarik lainnya di <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\"><b>TERMINAL MOJOK<\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemda berjanji jalan di Lamongan selatan punya kualitas seperti di Jerman. Kenyataannya, setahun setelah diperbaiki sudah bergelombang lagi. <\/p>\n","protected":false},"author":580,"featured_media":425630,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[14315,27380,2250,31569,35549],"class_list":["post-425624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jalan","tag-jalan-lamongan","tag-lamongan","tag-lamongan-selatan","tag-pemda-lamongan"],"modified_by":"Kenia Intan","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/580"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=425624"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425624\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":425629,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425624\/revisions\/425629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/425630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=425624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=425624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=425624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}