{"id":42557,"date":"2020-05-11T01:58:52","date_gmt":"2020-05-10T18:58:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=42557"},"modified":"2020-05-10T20:07:16","modified_gmt":"2020-05-10T13:07:16","slug":"masjid-nabawi-contoh-masjid-yang-ramah-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/masjid-nabawi-contoh-masjid-yang-ramah-perempuan\/","title":{"rendered":"Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masjid yang biasa kita lihat di kota-kota besar umumnya akan terlihat didominasi oleh laki-laki. Bukan karena jumlah perempuan lebih sedikit atau bahkan perempuannya enggan ke masjid, tapi memang seperti itulah normanya. Norma bahwa masjid itu tempat untuk laki-laki yang beragama Islam. Bahkan saya pernah melihat spanduk berukuran 4,5 x 2 meter di perempatan jalan lingkar selatan DIY bertuliskan, \u201cLaki-laki sejati, salat di masjid.\u201d Bagaimana? Sudah cukup menggambarkan betapa maskulinnya sebuah masjid? Kalau belum, silakan cek tulisan saya yang berjudul <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/surat-cinta-untuk-masjid-yang-tidak-ramah-perempuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun tidak semua masjid di Indonesia seperti itu, tetapi coba kita hitung pakai jari: Ada berapa masjid yang memiliki ruang laktasi? Atau ya, tidak usah muluk-muluk, ruang salat yang manusiawi untuk perempuan? Khususnya jika terletak di kota besar. Masjid atau musala di desa-desa masih tergolong lebih baik karena biasanya tempat salatnya memiliki lebar yang sama untuk laki-laki dan perempuan. Bahkan jika jamaah perempuan melebihi kapasitas, mereka bisa salat di saf belakang jamaah laki-laki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah atas dasar pertimbangan apa, masjid-masjid yang kita lihat justru menjadi tempat yang tidak menyenangkan untuk jamaah perempuan. Mulai dari tempat salat yang sempit, jumlah alat ibadah yang sangat minim dan kebersihannya kurang terjaga. Hingga soal mekanisme pembagian takjil gratis di masjid yang juga sering kali tidak proporsional bagi jamaah perempuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, jika diperkirakan secara populasi saja jumlah perempuan di dunia itu sekitar dua kali lipat jumlah laki-laki. Belum lagi perempuan-perempuan yang biasanya ke mana-mana bersama balitanya (yang jarang kita lihat di saf salat laki-laki), pasti memerlukan tempat yang lebih luas dan layak. Namun, kenyataan pahit yang harus kita terima adalah tempat ibadah yang demikian adanya dengan dalih, \u201cPerempuan salat di rumah aja, sumber fitnah, dll.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kita mau berkaca kepada masjid dambaan sejuta umat di dunia, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, tentulah kita dapat melihat bagaimana keduanya menjadi teladan yang baik dalam memberikan akses ibadah yang setara. Masjidil Haram bahkan tidak memberikan batasan bagi jamaah laki-laki maupun perempuan. Semua orang boleh duduk, iktikaf, dan beribadah di mana pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hanya ketika azan berkumandang, waktunya salat berjamaah, akan ada petugas yang mengarahkan saf laki-laki dan perempuan dengan membentuk barisan terpisah tak jauh dari tempat duduk semula. Jadi bukan pemandangan yang aneh jika di Masjidil Haram kita melihat saf laki-laki dan perempuan berkumpul tidak rapi, karena dibentuknya memang mendadak saat azan berkumandang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setali tiga uang dengan Masjidil Haram, Masjid Nabawi juga memberikan ruang yang cukup untuk jamaah perempuan. Bedanya, Masjid Nabawi dan Kota Madinah secara umum memiliki sistem yang lebih tertata. Pintu-pintu di Masjid Nabawi dipisah antara pintu laki-laki dan perempuan. Ruang salatnya pun sangat luas dan tersedia air minum beserta gelas plastik yang sangat banyak, kira-kira cukup untuk jamaah dalam satu lorong tersebut. Jika tidak sedang dalam waktu salat jamaah, lorong-lorong tempat salat akan sepi dan dapat digunakan untuk iktikaf, mengikuti talaqqi, menyusui, atau bahkan tidur-tiduran sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski demikian, tidak semua orang bisa muat di dalam masjid, sebagian masih harus salat di halaman masjid yang sangat luas dan memiliki payung raksasa itu. Di pelataran Masjid Nabawi kita akan sangat mudah menemui anak-anak berlarian, menangis, tertawa tanpa dimarahi oleh orang tuanya bahkan sepanjang waktu salat. Tidak ada tulisan berwarna merah, \u201cDilarang membawa anak-anak karena dapat mengganggu ibadah\u201d. Indah bukan? Melihat anak-anak nyaman berada di masjid?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ngomong-ngomong, kok perempuan dan anak-anak di sana, tidak dilarang pergi ke masjid, ya? Atau minimal dibatasi seperti di tempat kita. Bahkan ketika tiba waktu salat Jumat, jamaah perempuan tak kalah banyak lho dari jamaah laki-laki. Meskipun salat Jumat hanya wajib bagi laki-laki, tapi para jamaah perempuan tak ingin melewatkan pahala sunah salat Jumat. Khusus untuk jamaah haji dan umrah dari Indonesia, mungkin itulah saatnya bagi para perempuan untuk ikut salat Jumat yang sulit mereka lakukan di Indonesia, kecuali sudah jadi lansia dan tidak dianggap jadi sumber fitnah lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang saya bermimpi kalau suatu saat semua masjid bisa dirindukan dan jadi tempat yang sangat nyaman untuk siapapun, dengan usia berapa pun, dan jenis kelamin apa pun, seperti halnya Masjid Nabawi.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA Esai-esai\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/terminal-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Ramadan<\/a>\u00a0Mojok lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di pelataran Masjid Nabawi kita akan sangat mudah menemui anak-anak berlarian, menangis, tertawa tanpa dimarahi oleh orang tuanya bahkan sepanjang waktu salat.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":40506,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[565,122,6305],"class_list":["post-42557","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-masjid","tag-perempuan","tag-terminal-ramadan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42557","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42557"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42557\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42557"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42557"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42557"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}