{"id":42550,"date":"2020-05-21T01:53:21","date_gmt":"2020-05-20T18:53:21","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=42550"},"modified":"2020-05-20T17:52:51","modified_gmt":"2020-05-20T10:52:51","slug":"sunah-idul-fitri-itu-nggak-cuma-pakai-baju-baru-loh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sunah-idul-fitri-itu-nggak-cuma-pakai-baju-baru-loh\/","title":{"rendered":"Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari raya Idul Fitri memang menjadi momentum spesial bagi banyak orang. Maklum, hari raya bisa jadi momen tahunan untuk menjalin silaturahmi setelah sebelumnya tidak pernah sempat bertegur sapa. Hari raya juga bisa menjadi ungkapan syukur setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan lamanya. Makanya, nggak begitu mengherankan jika banyak orang berlomba-lomba untuk mempersiapkan yang terbaik demi menyambut datangnya hari raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah biasa kita lihat siaran televisi maupun surat kabar tentang lonjakan harga bahan pangan hingga pakaian. Hal ini terjadi karena permintaan meningkat, akibat keinginan kita untuk mempersiapkan segala hal istimewa di hari raya. Mulai dari memasak makanan yang lebih mewah dari makanan keseharian kita, sampai menggunakan baju baru yang merupakan salah satu sunah dalam menyambut hari raya Idul Fitri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Omong-omong soal pakaian baru, sunah yang satu ini memang agak dilematis. Bukan tentang hukum sunahnya, tetapi tentang cara kita memaknai dan menerapkannya. Coba kita lihat, ada berapa berita di televisi yang menayangkan tentang peningkatan kriminalitas jelang hari raya? Beberapa di antaranya ada yang beralasan mencuri atau merampok demi menghadirkan baju hari raya untuk anaknya. Namun, pernah tidak kita mendengar berita perampokan jelang hari raya yang tujuannya untuk beli sabun atau sarapan pagi saat hari raya? Padahal mandi dan sarapan itu sunah juga, lho, sama seperti mengenakan pakaian baru di hari raya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama-sama sunah, tapi kok beda perlakuan, ya? Saking spesialnya pakai baju baru ini, kita bahkan tidak sungkan bertanya ke anak-anak kecil, \u201cDibelikan baju baru berapa?\u201d tanpa tedeng aling-aling, tanpa ragu, dan tidak peduli pada kondisi ekonomi orang tua si anak. Seolah-olah, kalau nggak pakai baju baru itu bukan golongan orang yang merayakan Idul Fitri gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal setidaknya ada delapan perkara sunah yang dapat kita amalkan saat Idul Fitri. Salat ied, makan sebelum salat, mandi, membedakan rute berangkat dan pulang salat, berjalan kaki menuju tempat salat, mengucapkan selamat, pakai baju baru, dan memperbanyak takbir. Dari semuanya, kenapa ya, kok yang kita persiapkan jauh-jauh hari bahkan sampai rela berutang cuma sunah pakai pakaian baru?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wajar, karena memakai pakaian baru adalah satu-satunya amalan sunah hari raya yang tampak secara visual. Amalan sunah yang lain seperti mandi dan memperbanyak takbir tidak bisa tampak secara visual. Kita ini kan memang makhluk visual dan lebih senang diapresiasi atas apa yang tampak, toh?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya tidak ada yang buruk dari menjalankan sunah memakai pakaian baru atau pakaian terbaik yang kita punya saat hari raya. Namun, jika memang kondisi sedang tidak memungkinkan, maka hendaknya kita mampu berbesar hati. Toh, masih ada tujuh sunah yang lain yang bisa kita kerjakan. Jika kita mampu memaknai hari raya sebagai kemenangan atas diri kita sendiri, maka seberapa pun amalan sunah yang bisa kita kerjakan untuk menyambut hari itu pastilah membahagiakan. Layaknya pesta pernikahan, kalau kita menggelar pesta dalam rangka menyenangkan hati orang lain yang melihat, maka kita tidak akan tenang. Berbeda jika pesta digelar sebagai bentuk syukur atas karunia yang Allah limpahkan kepada kita, maka apa pun yang kita suguhkan, kita tidak akan risau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pula dengan mengenakan pakaian baru saat hari raya. Jika kita niatkan sebagai upaya untuk mengamalkan sunah, kita akan mudah mencari alternatif lain apabila kondisi tidak memungkinkan. Kalau memakai pakaian baru kita maksudkan untuk menyenangkan mata orang melihat, jika tidak bisa kita lakukan, kita akan merasa risau. Padahal pakaian baru itu merupakan simbol kebaruan jiwa kita pasca menjalankan ibadah puasa. Jadi tidak perlu membesar-besarkan pemakaian simbol jika kita merasa cukup dengan substansi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti lagu anak-anak yang judulnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Baju Baru<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, juga sudah berpesan kepada kita semua bahwa yang terpenting saat hari raya adalah semangat kita untuk menjadi lebih baik pasca Ramadan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Baju baru alhamdulillah<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tuk dipakai di hari raya<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tak ada pun tak apa-apa<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Masih ada baju yang lama<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0&#8230; Untuk apa berpesta-pesta<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalah puasanya<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Malu kita kepada Allah yang Esa<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun ini lagu anak-anak, tapi dalam menjalankan praktiknya kita sebagai orang dewasa pun sering luput. Kita malu kalau hari raya tidak pakai baju baru, tapi tidak malu kalau puasanya tak berbuah hasil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal Alquran pun telah mewanti-wanti kepada kita bahwa sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa (QS Al-A\u2019raf ayat 26). Taqwa jugalah yang menjadi tujuan disyariatkannya ibadah puasa, sehingga dari sini kita bisa memahami bahwa implikasi dari puasa kita mestinya sudah cukup menjadi pakaian terbaik kita saat menyambut hari raya, dengan atau tanpa adanya kain baru.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA Esai-esai\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/terminal-ramadan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Ramadan<\/a>\u00a0Mojok lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saking spesialnya pakai baju baru ini, kita bahkan tidak sungkan bertanya ke anak-anak kecil, \u201cDibelikan baju baru berapa?\u201d<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":40506,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6809,781,342,6305],"class_list":["post-42550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-baju-baru","tag-idul-fitri","tag-lebaran","tag-terminal-ramadan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42550"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42550\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}