{"id":425430,"date":"2026-11-05T15:11:45","date_gmt":"2026-11-05T08:11:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=425430"},"modified":"2026-11-05T15:11:45","modified_gmt":"2026-11-05T08:11:45","slug":"waduk-cengklik-boyolali-tempat-healing-dan-pacaran-favorit-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/waduk-cengklik-boyolali-tempat-healing-dan-pacaran-favorit-warga\/","title":{"rendered":"Waduk Cengklik tempat healing dan pacaran favorit warga Boyolali"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">In this economy, warga mesti pandai bersiasat agar tetap bertahan. Selain menyiasati kebutuhan pokok (papan, sandang, pangan), warga juga harus pintar-pintar menemukan tempat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">healing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ramah di kantong.\u00a0 Warga Boyolali beruntung soal ini, sebab di kota dengan julukan Bumi Susu ini ada Waduk Cengklik yang ramah di kantong.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum tahu, Waduk Cengklik Boyolali adalah danau buatan legendaris yang dibangun pada 1926-1928 oleh <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pura_Mangkunagaran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pura Mangkunegaran<\/a> dan pemerintah Belanda. Awalnya danau ini dibuat untuk penampungan air dan saluran irigasi untuk pertanian. Tahun demi tahun berlalu, waduk ini kini juga jadi tempat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">healing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">murah-meriah bagi warganya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Waduk yang beralamat di <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali ini selalu ramai. Orang-orang datang untuk mancing atau sekadar melamun di sore hari. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dibanding zaman dahulu, Waduk Cengklik Boyolali sekarang ini jauh lebih ramai.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Healing di Waduk Cengklik Boyolali nggak perlu kantong tebal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain menikmati pemandangan, di Waduk Cengklik pengunjung bisa menyantap jajanan yang dijual di sana. Asal tahu saja, ada banyak penjual kaki lima baik yang ada di dalam area waduk atau di luar area waduk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, meski berjualan di tempat wisata, penjual di sini amanah semua. Tidak ada yang menjual makanan dengan menggetok harga. Misalnya, harga es teh yang standar seperti di luaran sana. Satu gelas es teh jumbo harganya masih Rp4 ribu-an. Cilok, cilor, dan makanan kaki lima yang lainnya harganya juga cuma Rp5 ribu-an aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain jajanannya yang terjangkau, biaya masuk Waduk cengklik murah, begitu pula dengan biaya parkirnya. K<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">alau tidak salah harga masuknya Rp3 ribu saja per orang, terjangkau banget kan? Udah gitu, kalau misalnya ke luar mau ambil barang ke parkiran misalnya, kita nggak perlu bayar tiket lagi. Hemat kan?<\/span><\/p>\n<h2><b>Tempat favorit muda-mudi Boyolali untuk pacaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan, Waduk Cengklik Boyolali menjadi tempat pacaran favorit muda-mudi Boyolali. Jujur saja, tempat ini memang mendukung untuk mengenal satu sama lain lebih dalam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan saja, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Waduk Cengklik itu luas sekali jadi kalau duduk di pinggir waduk ini anginnya sangat terasa kencang dan sepoi-sepoi. Cocok untuk deeptalk saat lagi suntuk dengan pacar. Selain itu waduk ini juga dekat dengan bandara, jadi kadang sesekali kita bisa melihat ke langit menyaksikan pesawat yang sedang melaju cepat di hamparan awan-awan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya menikmati pemandangan sambil deep talk dan jajan, di Waduk Cengklik Boyolali, kalian juga bisa jogging. Sebab, di pinggiran waduk memang disediakan jogging track. Coba deh, jogging santai sore hari ini di tempat ini bareng pacar atau pasangan, benar-benar romantis suasananya.\u00a0 Kalian bisa menghabiskan waktu dengan pacar dan tetap sehat.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">In this economy, Waduk Cengklik Boyolali jadi ruang publik yang ramah semua kalangan. Ketika hidup sedang penat, tempat ini bisa jadi tempat menenangkan diri. Ketika kantong tipis, tapi pengin pacaran, Waduk Cengklik juga bisa pilihan menarik. Semoga ke depan, akan semakin banyak ruang publik seperti waduk ini ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Wulan Maulina<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cerita-mahasiswa-penglaju-boyolali-solo-perjalanannya-penuh-cerita\/\"><b><i>Cerita mahasiswa penglaju Boyolali-Solo, jalanan tidak terduga adalah musuh sehari-hari<\/i><\/b><\/a><b> dan artikel menarik lainnya di <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\"><b>TERMINAL MOJOK<\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Waduk Cengklik Boyolali andalan warga lokal yang ingin healing murah meriah dan pacaran minim modal, tapi tetap romantis. <\/p>\n","protected":false},"author":2312,"featured_media":425513,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8877,25491,35548,21048,35547,32965],"class_list":["post-425430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-boyolali","tag-waduk","tag-waduk-boyolali","tag-waduk-cengklik","tag-waduk-cengklik-boyolali","tag-warlok"],"modified_by":"Kenia Intan","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2312"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=425430"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":425516,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/425430\/revisions\/425516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/425513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=425430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=425430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=425430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}