{"id":424821,"date":"2026-11-02T14:25:38","date_gmt":"2026-11-02T07:25:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=424821"},"modified":"2026-11-02T14:25:38","modified_gmt":"2026-11-02T07:25:38","slug":"taman-buah-mekarsari-bogor-dulu-primadona-sekarang-nelangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/taman-buah-mekarsari-bogor-dulu-primadona-sekarang-nelangsa\/","title":{"rendered":"Nasib Taman Buah Mekarsari: dulu raksasa wisata Bogor, kini hidup segan mati tak mau"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai warga yang rumahnya tidak jauh dari Taman Buah Mekarsari di Cileungsi, Bogor, saya sering dibuat serba salah. Tiap kali ada teman dari luar kota bertanya soal kondisi tempat wisata ini, bingung rasanya harus menjawab apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mau bilang tutup jelas salah karena pintu gerbang utamanya masih terbuka. Namun, mau bilang buka pun rasanya kurang pas karena suasananya sudah sepi bak area tak berpenghuni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal lahan seluas 264 hektar ini dulu kebanggaan mutlak warga lokal Cileungsi dan Bogor. Raksasa <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Agrowisata\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">agrowisata<\/a> yang pernah amat megah ini kini hidup segan mati tak mau, Menyaksikan itu semua sungguh menyisakan keprihatinan mendalam di hati saya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Status masih buka yang terasa formalitas<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Taman Buah Mekarsari Bogor hari ini memperlihatkan perbedaan tajam antara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-rekomendasi-tempat-wisata-terbaik-di-jogja-yang-sayang-dilewatkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> tempat wisata<\/a> yang benar-benar hidup dan sekadar asal beroperasi. Gerbang utama dan loket tiket memang masih menyambut pengunjung, tetapi nyawa kawasan ini seolah telah hilang. Kereta wisata yang dulu selalu berjejal penumpang kini lebih sering melintas kosong menyusuri jalanan aspal yang mulai retak dan ditumbuhi rumput liar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengunjung yang nekat datang membawa nostalgia masa lalu biasanya pulang dengan raut kecewa. Wahana permainan ikonik tampak kusam tak terawat, sementara deretan pohon buah legendaris terkesan dibiarkan tumbuh tanpa peremajaan yang memadai. Pengelola seolah enggan menutup kawasan ini secara resmi. Di sisi lain, tampak kehabisan daya untuk membenahi fasilitas yang makin memprihatinkan dari hari ke hari.<\/span><\/p>\n<h2><b>Taman Buah Mekarsari Bogor, k<\/b><b>ekecewaan wisatawan dan nostalgia yang pudar<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai tetangga terdekat, saya sering menyaksikan raut bingung wisatawan yang baru keluar dari pintu keluar. Mereka membayangkan agrowisata megah era 2000-an dengan deretan buah segar yang bisa dipetik langsung, tetapi justru disambut kesunyian lahan raksasa yang tampak merana. Keindahan masa lalu yang sering diagungkan di brosur tua kini berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemunduran ini berimbas langsung pada ritme ekonomi di sekitar kawasan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jalur-alternatif-cileungsi-cibubur-sering-macet-ekstrem-berangkat-subuh-jadi-ritual-wajib\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Cileungsi<\/a>. Warung-warung dan usaha warga sekitar yang dulu panen rezeki dari rombongan bus wisata kini ikut terpukul dan sepi pembeli. Mekarsari yang dahulu menjadi magnet utama pariwisata daerah kini perlahan menjelma menjadi penanda redupnya kejayaan agrowisata lokal di tengah gempuran destinasi modern.<\/span><\/p>\n<h2><b>Potensi raksasa yang butuh pembenahan total<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat lahan Taman Mekarsari seluas ratusan hektar terbengkalai di tengah pesatnya pembangunan hunian Cileungsi rasanya sangat menyayangkan. Potensi vegetasi dan luas wilayah Mekarsari sebenarnya masih luar biasa jika ada keberanian manajemen untuk melakukan revitalisasi konsep. Membiarkannya berjalan setengah hati seperti sekarang hanya memperpanjang masa kritis tempat wisata yang pernah menjadi ikon nasional ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pihak pengelola atau pemerintah daerah sudah sepatutnya mengambil langkah tegas dan konkret. Entah dengan menggandeng investor baru, merombak konsep menjadi taman kota publik yang inklusif, atau memperbarui wahana edukasi agar relevan dengan generasi sekarang. Jangan sampai nama besar Mekarsari benar-benar tenggelam hanya karena dibiarkan membusuk perlahan tanpa adanya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kuliah-s2-untuk-balas-dendam-karena-salah-jurusan-saat-s1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perbaikan manajemen<\/a> yang signifikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, tiap ada teman yang menanyakan kabar Mekarsari hari ini, saya hanya bisa menghela napas panjang. Mekarsari memang belum mati karena gerbangnya masih terbuka, tetapi suasananya yang sepi dan kusam sudah cukup untuk membuat siapa saja yang pernah tahu masa kejayaannya merasa prihatin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Dodik Suprayogi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-aturan-tidak-tertulis-pasar-ngasem-jogja-pengunjung-harus-tahu\/\"><b><i>5 aturan tidak tertulis Pasar Ngasem Jogja yang sebaiknya diketahui pengunjung sebelum mampir<\/i><\/b><\/a><b> dan artikel menarik lainnya di <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\"><b>TERMINAL MOJOK<\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Taman Buah Mekarsari Bogor yang sempat berjaya pada masanya kini jadi tempat wisata yang payah, hidup segan mato tak mau. <\/p>\n","protected":false},"author":2731,"featured_media":424843,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[35502,9819,35497,23109,35500,35501,35499,35498],"class_list":["post-424821","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-agrowisata","tag-bogor","tag-mekarsari","tag-taman","tag-taman-bogor","tag-taman-buah","tag-taman-buah-mekarsari","tag-taman-buah-mekarsari-bogor"],"modified_by":"Kenia Intan","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424821","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2731"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424821"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424841,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424821\/revisions\/424841"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}