{"id":424746,"date":"2026-11-02T16:28:22","date_gmt":"2026-11-02T09:28:22","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=424746"},"modified":"2026-11-02T16:35:10","modified_gmt":"2026-11-02T09:35:10","slug":"dear-pemilik-restoran-stop-menipu-konsumen-dengan-gambar-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dear-pemilik-restoran-stop-menipu-konsumen-dengan-gambar-ai\/","title":{"rendered":"Dear pemilik restoran, stop menipu konsumen dengan gambar makanan buatan AI"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari belakangan, saya mulai sering menggunakan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pesan-makan-online-lebih-logis-daripada-beli-langsung-di-warung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">layanan pengantaran makanan<\/a> secara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lantaran waktu istirahat makan siang di sela-sela pekerjaan yang tidak banyak. Namun, saya cukup terkejut ketika melihat banyaknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">merchant <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saat ini yang menggunakan AI sebagai ilustrasi makanan. Saya langsung blak-blakan saja, jujur hal tersebut malah bikin nggak nafsu makan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak bisa dimungkiri, penggunaan AI memang semakin sulit dihindari. Selain minim biaya, hampir semua orang sepertinya tak perlu pengetahuan tingkat lanjut untuk menggunakannya. Kita cukup memberikan <a href=\"https:\/\/www.dicoding.com\/blog\/apa-itu-prompt-ai-panduan-contoh-untuk-pemula\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">prompt<\/a> sesuai imajinasi dan ilustrasi gambar pun muncul seketika.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, saya rasa pemilik restoran harus mulai bijak dalam menggunakan AI untuk mengilustrasikan makanan. Bisa saja gambar-gambar pada menu tersebut malah menipu kami sebagai pembeli.<\/span><\/p>\n<h2><b>Gambar AI tidak realistis dan dilebih-lebihkan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan utama penggunaan AI dalam ilustrasi makanan adalah penggunanya bisa secara bebas. Kalian tinggal memberikan instruksi agar makanan terlihat lebih menarik entah memodifikasi <em>packaging<\/em>, menambah porsi, hingga menyisipkan kondimen lain yang sebenarnya tidak akan didapatkan pembeli.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Celakanya, ilustrasi AI semacam itu malah kurang realistis. Alih-alih menarik perhatian pembeli, ilustrasi semacam itu justru berlebihan dan nggak enak dipandang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sendiri menemukan satu <\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-rekomendasi-ayam-geprek-jogja-sambalnya-paling-nendang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">merchant<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ayam geprek yang ilustrasi butiran nasinya sangat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">glowing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, potongan ayam sangat besar, dan olesan sambalnya menyelimuti hampir semua bagian ayam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak perlu sampai membuktikan keakuratan ilustrasi dengan membeli produknya. Saya tahu persis gambar menu dibuat pakai AI tanpa menggunakan foto makanan asli. Saat saya mengecek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">review<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> restoran di aplikasi, kecurigaan saya terjawab, ada yang berkomentar bahwa porsi makanan yang datang tidak sesuai pada gambar. Kalau sudah begitu, apa bukan menipu namanya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik restoran harus lebih <em>aware<\/em> dengan akad jual beli yang adil. Jangan sampai pembeli dikecewakan dan merasa tertipu karena makanan yang datang mempunyai tampilan jauh berbeda dengan yang terlihat pada menu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi beberapa orang yang kurang bisa membedakan gambar AI mungkin tertarik membeli, tapi kalau akhirnya kecewa dan nggak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">repeat order <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kan malah restoran yang rugi?<\/span><\/p>\n<h2><b>Gambar di menu sebaiknya asli<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa orang mungkin kontra dengan penggunaan generative AI. Tidak sedikit pula yang menolak segala jenis gambar hasil buatan AI tak terkecuali. Namun, saya pribadi menyadari bahwa <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-pertama-makan-di-restoran-fine-dining-bikin-syok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">restoran<\/a> juga ingin menekan pengeluaran. Itu mengapa, penggunaannya yang seharusnya dibatasi.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, ilustrasi gambar ayam geprek tadi seharusnya tetap menggunakan foto hasil produksi restorannya yang riil dan tidak ditambah-tambah porsinya. Kemudian, jika ingin menambah ilustrasi seperti efek api untuk memperlihatkan kesan pedas, barulah AI bisa digunakan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik restoran nggak perlu takut ilustrasi kurang menarik. Nggak jarang saya malah beli makanan dari merchant yang menggunakan foto produk dari hasil jepretan HP untuk ilustrasi menu mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan Indonesia yang familiar seperti bakso, gado-gado, hingga sate sudah menggugah selera dari sananya. Penggunaan generative AI membuat makanan jadi nggak menggugah selera karena terlalu rapi. Mesin masih belum bisa mereplikasi butiran-butiran kacang pada bumbu gado-gado atau pantulan lemak pada kaldu kuah bakso.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya, banyak<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-rekomendasi-kuliner-malam-jogja-yang-wajib-dicoba-wisatawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> restoran<\/a> yang asal membuat gambar dari nol tanpa mau sedikit pun mau repot. Padahal gambar buatan AI itu sangat terlihat corak dan font-nya. Orang-orang yang pahan pun akan malas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhirnya, semua kembali lagi ke integritas restoran. Walaupun bagi saya desain AI bikin sakit mata, penggunan AI juga sulit dihentikan 100%. Tentu saya ingin semua desain kembali dengan sentuhan manusia, namun pada konteks tertentu penggunaan AI yang ditekan seminimal mungkin masih bisa dimaafkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemilik restoran seharusnya juga nggak pelit-pelit amat lah investasi untuk bikin desain yang mumpuni. Kalau pun masih UMKM, jangan mau menyerahkan semua pekerjaan ke AI. Yuk, modal dikit aja buat bikin foto produk yang riil, pakai HP iPhone pinjam teman pun nggak masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis: Muhammad Iqbal Habiburrohim<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: Kenia Intan<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA<\/b> <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/harga-menu-makanan-berbahasa-inggris-yang-selalu-lebih-mahal-di-tiap-restoran\/\"><b><i>Harga Menu Makanan Berbahasa Inggris yang Selalu Lebih Mahal di Tiap Restoran<\/i><\/b><\/a><b> dan artikel menarik lainnya di TERMINAL MOJOK.<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemilik restoran sebaiknya pikir lagi sebelum menggunakan gambar AI untuk menu makanan, mengganggu dan pembeli merasa terpipu. <\/p>\n","protected":false},"author":1167,"featured_media":424862,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[13078],"tags":[17873,35508,35507,8548],"class_list":["post-424746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gaya-hidup","tag-ai","tag-gambar-ai","tag-resto","tag-restoran"],"modified_by":"Kenia Intan","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1167"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424746"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424867,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424746\/revisions\/424867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}