{"id":424592,"date":"2026-10-31T10:44:34","date_gmt":"2026-10-31T03:44:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=424592"},"modified":"2026-10-31T10:44:34","modified_gmt":"2026-10-31T03:44:34","slug":"7-hal-yang-bikin-cfd-solo-beda-dari-cfd-kota-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-hal-yang-bikin-cfd-solo-beda-dari-cfd-kota-lain\/","title":{"rendered":"7 hal yang bikin CFD Solo beda dari CFD kota lain"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dulu saya mengira semua Car Free Day (selanjutnya disingkat CFD) itu sama saja. Jalan ditutup, orang olahraga, pedagang menggelar lapak, lalu semua pulang merasa sudah sehat padahal baru saja menghabiskan semangkuk bubur. Formatnya memang mirip di mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anggapan itu goyah waktu saya ikut CFD Solo untuk pertama kali. Rasanya bukan sekadar jalan yang ditutup. Setelah beberapa kali datang, saya bisa menyebut tujuh hal yang membuatnya terasa lain.<\/span><\/p>\n<h2><b>Usia CFD Solo sudah lebih dari satu dekade<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CFD Solo bukan acara musiman yang ikut-ikutan tren. Pemkot Solo mulai menggelarnya di jalan protokol kota pada 2010. Minggu pagi di Slamet Riyadi sudah lama jadi kebiasaan warga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan itu terbukti kuat. Saat CFD sempat berhenti sekitar dua tahun akibat pandemi, warga menunggu kembalinya. Ketika CFD kembali berlaku pada Mei 2022, jalanan langsung ramai lagi. Pada Ramadan 2026 pun, CFD Solo tetap dibuka.<\/span><\/p>\n<h2><b>Punya versi malam hari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kota lain biasanya cukup puas dengan CFD pagi. Solo punya Car Free Night. Pada malam tahun baru 2011, Pemkot menutup ruas Slamet Riyadi sepanjang 4,2 kilometer untuk kendaraan bermotor. Kepala dinas pariwisata saat itu menyebut Solo kemungkinan besar kota pertama di Indonesia yang menggelar car free night. Soal klaim \u201cpertama\u201d, saya serahkan ke obrolan angkringan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tradisinya berlanjut sampai sekarang. Untuk tahun baru 2026, Pemkot menyiapkan sepuluh titik keramaian atau panggung hiburan. Di Solo, jalan bebas kendaraan tidak berhenti di urusan pagi hari.<\/span><\/p>\n<h2><b>Isinya tidak cuma olahraga<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau mengira CFD hanya soal lari dan senam, CFD Solo akan sedikit mengagetkan. Programnya dibagi ke empat segmen, antara lain olahraga, pendidikan, seni budaya, dan hiburan. Dalam satu kali jalan kaki, saya bisa melewati orang yang berkeringat, anak-anak yang belajar sesuatu, dan pertunjukan seni.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ratusan anak santri TPA\/TPQ se-Soloraya pun pernah menggelar aksi di CFD Slamet Riyadi. Bagi saya, CFD di sini lebih terasa sebagai ruang bersama daripada lintasan olahraga.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ada kereta wisata yang ikut meramaikan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini yang paling sering bikin orang luar kota geleng-geleng. Kalau momennya pas, pengunjung bisa melihat Kereta Jaladara, kereta wisata yang ada di Solo, sekaligus berfoto dengan kereta itu di area CFD. Di kota lain, hiburan paling mentok biasanya badut atau penjual balon. Di Solo, kita bisa berfoto dengan kereta api.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk anak-anak, tersedia juga kegiatan seperti melukis, musik, dan naik andong. Orang tua bisa olahraga dengan tenang, dan anak-anak tidak sibuk merengek minta pulang.<\/span><\/p>\n<h2><b>CFD Solo jadi panggung ekspresi warganya<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di CFD Solo, jalan dipakai sebagai tempat warga mengekspresikan diri. Ribuan orang memenuhi Slamet Riyadi untuk berbagai kegiatan, dan para pemilik anjing rutin berkumpul di sana selepas jalan santai. Ada komunitas, ada hobi, ada kelompok yang janjian di titik yang sama setiap pekan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pendatang, bagian ini yang paling saya syukuri. Saya tidak perlu kenal siapa-siapa untuk merasa ikut dalam keramaian. Cukup datang dan jalan, lalu suasananya yang mengajak saya bergabung.<\/span><\/p>\n<h2><b>Surganya sarapan dan jajanan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya harus jujur, sebagian orang datang ke CFD bukan untuk olahraga, dan saya termasuk di dalamnya. CFD Solo dikenal sebagai surga kuliner kaki lima, dengan jajanan tradisional hingga makanan kekinian. Niat awal jogging tiga kilometer sering berakhir di lapak makanan, dan itu sama sekali tidak apa-apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaatnya juga terasa untuk pedagang. Pemkot memperluas lokasi berjualan bagi PKL, dengan pedagang lama yang pernah berjualan di CFD diutamakan. Sejak CFD kembali digelar, pedagang juga ditata lewat sistem zonasi. Satu tips praktis dari saya, harus bawa uang tunai secukupnya, karena sebagian besar transaksi di sana masih tunai.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bagian dari mimpi besar Solo sebagai kota kebugaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini yang membuat CFD Solo punya tempat khusus. Pada November 2021, Solo diluncurkan sebagai kota percontohan wellness city dan wellness tourism. Programnya mencakup pendampingan UMKM seperti pembuat jamu agar produknya sesuai standar dan kemasannya menarik. Kota ini juga punya tagline \u201c<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/jateng\/jawa-tengah-meriah\/d-8536208\/walkot-solo-bawa-misi-java-wellness-city-di-world-cities-summit-singapura\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">The City of Java Wellness<\/a>\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arah itu terus berjalan. Pemkot menyebut sejumlah event kebugaran seperti Solo Run Fest, Run For Humanity, Soekarno Run, Surakarta Mini Triathlon, dan Tour de Surakarta. Dalam peta besar itu, menurut saya CFD adalah etalase paling terbuka. Setiap Minggu pagi, siapa pun bisa melihat langsung seperti apa wujud kota yang ingin sehat tanpa kehilangan keramahannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jadi, kapan kamu ke CFD Solo?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">CFD Solo biasanya berlangsung tiap Minggu pagi pukul 05.00 sampai 09.00 WIB di Jalan Slamet Riyadi. Kalau kamu orang Solo, mungkin kamu sudah hafal semuanya. Kalau kamu dari kota tetangga atau perantau yang rindu suasana Minggu pagi, mungkin ini saatnya mampir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Datanglah pagi-pagi, bawa uang tunai, dan pakai sepatu yang nyaman. Soal niat olahraga, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Di CFD Solo, jalan kaki lalu sarapan itu juga bagian dari olahraga.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Alifia Putri Nur Rochamah<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hidup-pelan-pelan-ala-orang-solo-kalah-cepat-tapi-menang-waras\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Hidup Pelan-pelan Ala Orang Solo: Kalah Cepat, tapi Menang Waras <\/a><\/strong><strong>dan artikel menarik lainnya di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dulu saya mengira semua CFD itu sama saja. Anggapan itu goyah waktu saya ikut CFD Solo untuk pertama kali.<\/p>\n","protected":false},"author":2984,"featured_media":424593,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4800,35468,35470,35471,2284,35469],"class_list":["post-424592","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-cfd","tag-cfd-solo","tag-pemkot-solo","tag-program-pemerintah-solo","tag-solo","tag-the-city-of-java-wellness"],"modified_by":"Rizky Prasetya","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424592","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2984"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424592"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424592\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424594,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424592\/revisions\/424594"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424593"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424592"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424592"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424592"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}