{"id":424563,"date":"2026-10-31T11:20:07","date_gmt":"2026-10-31T04:20:07","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=424563"},"modified":"2026-10-31T11:20:07","modified_gmt":"2026-10-31T04:20:07","slug":"mahasiswa-keperawatan-tidak-semua-mencari-jodoh-halo-dek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mahasiswa-keperawatan-tidak-semua-mencari-jodoh-halo-dek\/","title":{"rendered":"Klarifikasi Mahasiswa Keperawatan: tidak semua dari kami berorientasi mencari jodoh \u201cHalo Dek\u201d ya, kami fokus belajar!"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah, anak keperawatan, nih! Nanti kalau praktik bisa dapat jodoh Halo Dek, dong !\u201d<\/span><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah sejak kapan jurusan keperawatan sering dikaitkan dengan urusan percintaan. Baru menyebut kuliah di jurusan keperawatan saja, kadang pembicaraannya sudah melenceng ke calon pasangan. Seolah-olah mahasiswa keperawatan datang ke kampus bukan untuk belajar anatomi, memahami prosedur keperawatan, atau mengejar nilai, melainkan untuk mencari seseorang yang bisa dipanggil \u201cDek\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memangnya kuliah keperawatan itu aplikasi pencarian jodoh?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Candaan seperti ini mungkin terdengar lucu dan tidak perlu dianggap terlalu serius. Namun, kalau terus diulang, muncul kesan bahwa mahasiswa keperawatan lebih sibuk memikirkan percintaan daripada pendidikan. Padahal, kenyataan di bangku kuliah tidak selalu semanis cerita yang dibayangkan orang-orang.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kuliah keperawatan bukan ajang berburu pasangan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi mahasiswa jurusan keperawatan memiliki tantangan tersendiri. Ada materi anatomi yang harus dipahami, prosedur yang perlu dihafalkan, laporan yang harus diselesaikan, hingga ujian praktik yang bisa membuat jantung berdebar lebih kencang daripada saat bertemu gebetan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi ketika harus menghadapi praktik keterampilan. Mahasiswa dituntut teliti, memahami langkah tindakan, dan memperhatikan keselamatan pasien. Salah mengingat urutan prosedur saja bisa membuat kita harus belajar lebih keras agar tidak mengulangi kesalahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam keadaan seperti itu, rasanya lucu jika tujuan utama mahasiswa keperawatan justru dianggap mencari pasangan. Jangankan sibuk mencari jodoh, terkadang mengatur waktu untuk belajar, mengerjakan tugas, dan beristirahat saja sudah menjadi tantangan tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan berarti mahasiswa keperawatan tidak boleh jatuh cinta. Kami juga manusia biasa yang bisa tertarik kepada seseorang. Namun, kuliah tetap memiliki tujuan utama, yaitu menuntut ilmu dan mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang kompeten.<\/span><\/p>\n<h2><b>Seragam praktik bukan sinyal untuk PDKT<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu hal yang membuat stereotip ini terus hidup adalah gambaran mahasiswa keperawatan yang dianggap cocok menjadi pasangan. Ada yang menganggap perawat pasti penyayang, perhatian, dan pandai merawat orang lain. Akhirnya, profesi ini sering dibayangkan sebagai paket lengkap calon pasangan idaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, memakai seragam praktik tidak otomatis membuat seseorang menjadi pasangan yang sempurna. Kemampuan merawat pasien merupakan bagian dari pendidikan dan tanggung jawab profesional, bukan jaminan bahwa seseorang selalu romantis atau pandai menghadapi masalah percintaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perawat memang perlu memiliki empati dan kemampuan komunikasi yang baik. Namun, keterampilan tersebut dikembangkan untuk memberikan pelayanan kepada pasien, bukan semata-mata agar mudah mendapatkan pasangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau ada mahasiswa keperawatan yang akhirnya menemukan jodoh di kampus atau tempat praktik, tentu itu urusan lain. Tidak ada yang salah dengan kisah cinta. Hanya saja, jangan sampai semua mahasiswa dianggap memiliki tujuan yang sama.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kami punya cita-cita, bukan cuma calon mertua<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di balik candaan \u201c<a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/citizen6\/read\/5094957\/fenomena-sapaan-halo-dek-oknum-berseragam-dan-bidan-korban-idih-ilfeel\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Halo, Dek<\/a>\u201d, ada mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikannya. Ada yang ingin membanggakan orang tua, ada yang ingin segera mandiri, dan ada pula yang berharap kelak bisa membantu pasien dengan ilmu yang sudah dipelajari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan menuju profesi perawat bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Ada pengetahuan, keterampilan, etika, dan tanggung jawab yang harus dipersiapkan. Semua itu membutuhkan kesungguhan, bukan sekadar modal penampilan dan seragam yang menarik perhatian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena itu, tidak ada salahnya jika masyarakat mulai melihat mahasiswa keperawatan dari perjuangan dan tujuan pendidikannya, bukan hanya dari stereotip soal pasangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhirnya, mahasiswa keperawatan boleh saja punya kisah cinta, boleh juga masih menikmati masa lajang. Ada yang sedang mencari pasangan, ada yang sudah memiliki pasangan, dan ada pula yang lebih memilih fokus menyelesaikan tugas sebelum memikirkan hal lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, klarifikasi ini bukan berarti kami anti cinta. Kami hanya ingin meluruskan satu hal: <\/span><b>masuk keperawatan itu untuk belajar merawat pasien, bukan otomatis berburu jodoh.<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau suatu hari ada mahasiswa keperawatan yang menemukan cinta di tengah kesibukan kuliah, anggap saja itu bonus. Sebab, untuk sekarang, yang paling kami butuhkan mungkin bukan panggilan \u201cHalo, Dek\u201d, melainkan nilai praktik yang bagus dan tugas yang selesai tepat waktu.<\/span><\/p>\n<p>Penulis: Jovita Alfiana Zahrani<br \/>\nEditor: Rizky Prasetya<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/liputan\/sekolahan\/kuliah-jurusan-keperawatan-malah-jadi-perawat-babu-di-rsud\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rela Bayar Mahal di Jurusan Keperawatan demi Prospek Karier Perawat, Cuma Berakhir Jadi \u201cBabu\u201d di RSUD <\/a><\/strong><strong>dan artikel menarik lainnya di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Terminal Mojok<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kami hanya ingin meluruskan satu hal: mahasiswa keperawatan itu belajar merawat pasien, bukan berburu jodoh.<\/p>\n","protected":false},"author":3380,"featured_media":424600,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"no","footnotes":""},"categories":[13089],"tags":[428,35472,35473,31946,35474,18890],"class_list":["post-424563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kampus","tag-bidan","tag-halo-dek","tag-jodoh-perawat","tag-jurusan-keperawatan","tag-mahasiswa-jurusan-keperawatan","tag-mahasiswa-keperawatan"],"modified_by":"Rizky Prasetya","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3380"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=424563"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424563\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":424604,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/424563\/revisions\/424604"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/424600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=424563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=424563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=424563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}